GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Tidak normal


__ADS_3

Semua terlihat diam untuk beberapa waktu ketika Nyonya tua Alexander bicara soal Bianca, baginya menantunya tersebut terlalu aneh dan terlalu ribet saat memikirkan siapapun harus pergi ke Swiss atau tidak boleh pergi sama sekali


setiap kali dia penasaran dan bertanya menantunya selalu berkata tidak ada yang disembunyikan hanya saja tidak ingin pergi ke Swiss.


"bukan seperti itu Mom"


pada akhirnya perempuan itu berusaha untuk membuka suara, tapi nyonya Wilona dengan cepat menggenggam pahanya seolah-olah berkata jangan bicara apapun.


"Mom sudahlah, mari nikmati makan malam ini, biarkan Airin pergi ke Swiss, itu bukan masalah, coba untuk pergi ke sana 1 bulan, jika merasa tidak cocok boleh untuk kembali lagi ke Indonesia dan menukar posisi di tempat lain, jika saja teruslah bertahan di sana hingga ke mana kamu mau"


Pada akhirnya tuan Alexander angkat bicara, berharap situasi tidak menjadi semakin pelik, mengajak kembali menikmati makan malam dan membiarkan Airin putri nya pergi ke Swiss dalam waktu dekat.


"But sayang..."


Nyonya Bianca jelas keberatan.


"Bukan masalah, anak-anak sudah cukup dewasa untuk tahu mana keinginan mereka"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


ucapan suaminya jelas saja membuat nyonya Bianca terdiam, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, seperti kode suami nya, jika dia melanjutkan pembicaraan ini akan membuat mertua nya semakin curiga.

__ADS_1


"Baiklah dad, aku akan membuat jadwal nya"


Akhirnya Airin membuka suaranya, mendengar jawaban Airin seperti nya gadis tersebut tidak keberatan untuk di pindahkan dan di letakkan di Swiss.


"Sayang?!"


Nyonya Bianca jelas saja sedikit keberatan.


"bukan masalah mom, aku pasti baik-baik saja"


Airin menjawab dengan cepat seolah-olah tidak memahami kode yang diberikan oleh mommynya, padahal wanita tersebut jelas-jelas memberikan kode jika dia cukup tidak setuju jika Airin pergi ke Swiss saat ini.


seolah-olah melupakan pembicaraan awal mereka nyonya tuh Alexander langsung bertanya sembari menilik ke arah Karla kemudian dia meleleh ke arah Lucas karena yang mengatakan hal tersebut sebelumnya adalah laki-laki itu.


mendengar ucapan nyonya tua Alexander, jelas aja membuat semua orang langsung kembali menoleh ke arah wanita tua itu mereka pikir nyonya Alexander selalu update dengan berita-berita terbaru soal cucu-cucu putra dan putri mereka.


"Benarkah?"


hal tersebut jelas saja membuat nyonya Wilona langsung mengerutkan keningnya.


"kamu belum pernah menceritakan pada mumi jika kamu punya teman kencan hingga sejauh ini?"

__ADS_1


wanita tersebut sontak bertanya pada putrinya sambil terus mengurutkan keningnya jelas saja deh jika terkejut karena dia tahu hingga sejauh ini karena tidak pernah berkencan dengan siapapun bahkan tidak pernah memperkenalkan laki-laki manapun kepada mereka.


mendapatkan pertanyaan dari Grandma nya dan lagi ditambah pertanyaan dari mommy nya jelas saja membuat Karla langsung gelabakan.


"Itu tidak benar... maksudku kak Lucas tidak benar-benar mengatakan nya tadi Grandma'


perempuan tersebut jelas menolak dikatakan memiliki teman kencan.


"Kenapa kalian berdua tidak juga memiliki teman kencan, kekasih atau siapapun yang ingin dikenalkan kepada kami?"


mendengar pernyataan Karla jelas sedikit membuat wanita tua itu kecewa.


"Kalian sudah dewasa, terutama kamu Lucas, sudah kepala 3, ini sangat membuat orang-orang khawatir, apakah kamu normal? Grandma curiga jangan-jangan kamu seorang gay?"


oceh Wanita tua itu terus.


Lucas yang menyeruput air minumnya jelas saja terkejut, laki-laki tersebut langsung menyemburkan air minumnya tepat kearah depan dimana Anka berada, menyemburkan nya tanpa perasaan.


"Kakak....?!"


Anka berteriak kesal dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2