GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Dia mendapatkan nya


__ADS_3

kembali ke


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Kamar Sanders.


Swiss.


Sanders Efron menantap wajah Airin yang kini telah terlelap di dalam tidurnya sejak tadi, laki-laki itu membiarkan dirinya duduk di tepian kasur dan menatap air yang terlihat begitu cantik tidur bagaikan seekor kucing.


entahlah kenapa setelah dia melihat Airin menangis tadi seketika jutaan rasa bersalah menghantam dirinya, ada beban besar yang menghimpun hatinya saat ini, Lucas hanya mampu diam dan tidak berani bicara apapun saat Airin menangis tadi.


dia tahu mungkin Airin meringis kesakitan atas perbuatannya semalam dan perempuan itu sama sekali tidak menyadarinya, ah dia pikir apakah dia terlalu kasar semalam perempuan itu merasa kesakitan yang begitu luar biasa hingga dia harus menangis seperti itu.


laki-laki tersebut secara perlahan membiarkan tangan kanannya menyentuh pipi Airin, dia mengelus wajah perempuan tersebut dengan gerakan begitu lembut dan halus takut jika jika gerakannya membangunkan perempuan itu saat ini.


cukup lama dia melakukannya hingga pada akhirnya Sanders Efron melepaskan tangannya dari pipi perempuan tersebut, laki-laki itu memilih untuk membaringkan tubuhnya tepat di sisi kanan Airin, membiarkan kepalanya bertumpu pada tangannya sendiri.


entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki tersebut saat ini yang jelas Sanders Efron menerawang pandangannya ke arah bagian plafon atas kamar miliknya tersebut.


dia membiarkan pikirannya berkelana jauh entah ke mana sembari laki-laki tersebut beberapa kali mencoba untuk menghela nafasnya.


hingga pada akhirnya di dalam lamunannya tiba-tiba handphonenya berdering dengan sempurna, hal tersebut membuat Sanders Efron mengerutkan keningnya, dia pikir siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini.


laki-laki itu secepat kilat berdiri dari posisinya kemudian bergerak menuju ke arah meja nakas di mana handphonenya berada, dia bergerak menuju ke sana hingga pada akhirnya dia mendapatkan handphonenya lantas laki-laki itu mengintip nama yang ada di layar handphonenya.


seketika laki-laki tersebut mengurutkan pentingnya saat dia tahu siapa yang menghubunginya dan didetik berikutnya laki-laki itu mengembangkan senyumannya dia memilih untuk keluar dari kamar tersebut dengan cepat namun bergerak perlahan karena tidak mau mengganggu Airin.


dia menutup pintu kamar tersebut lantas memilih untuk turun menuju ke arah lantai bawah sembari dia mengangkat panggilan dari seseorang di seberang sana.

__ADS_1


"kau pada akhirnya menghubungiku juga putra L Duck?"


laki-laki tersebut bicara sembari mengembangkan senyumannya, bukan senyuman senang melainkan senyuman penuh kepicikan gimana pada akhirnya rencana yang dibuat berhasil memancing laki-laki tersebut untuk menghubungi dirinya.


"aku cukup lama menunggu kedatanganmu, memikirkan cara bagaimana caranya untukku bisa terhubung denganmu, lalu siapa sangka hanya karena seorang perempuan kau pada akhirnya menghubungiku juga, aku juga terkejut pada kekuatan perempuan itu yang menarik dirimu hingga harus menurunkan harga diri untuk menghubungiku"


laki-laki itu bicara sembari menghempaskan dirinya ke atas kursi sofa yang ada di ruang tamu, kebahagiaan jelas menghantam laki-laki itu saat ini di mana bisa dia dengar umpatan dan juga kemarahan yang ada di seberang sana.


"aku membawanya ke kehidupanku dan kau tidak akan pernah lagi bisa mendapatkannya"


seringnya tipis mengembang di balik wajah Sanders Efron, kepuasan mendalam terbit di balik wajah tampan.


******


Disisi lain.


Dalam balutan bangunan mewah bergaya Eropa dimana terdapat sebuah ruangan besar yang didalam nya terdapat beberapa susunan lemari yang telah dipenuhi oleh  barisan buku-buku yang tersusun dengan rapi di mana di bagian sisi kanan nya memiliki satu meja bartender yang terdapat sebuah lemari yang telah disusun oleh barisan botol minuman berkelas didalam nya.


Tampak siluet seorang laki-laki yang tengah berdiri kokoh di sisi kiri dan kanan rak buku yang menjulang tinggi, dengan tubuh kokoh dan atletis serta penampilan yang bergitu Kharismatik menambah kesan rasa penasaran mendalam orang yang melihat nya.


Dia terlihat begitu fokus dengan bacaan nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya seorang wanita berjalan dengan tergopoh-gopoh.


"Tuan"


ekspektasi wajah wanita tersebut terlihat panik.


Yang dipanggil tuan langsung menghentikan kegiatan nya, menutup buku yang ada di tangan nya secara perlahan lantas membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kaca besar yang menjulang tinggi menghadap ke angkasa sembari mengerutkan keningnya.


"ada apa?"


laki-laki tersebut bertanya.


"Ada sebuah kiriman email berupa Vidio, ini cukup darurat, saya pikir..."

__ADS_1


wanita itu bicara cepat karena laki-laki tersebut namun berikutnya wanita itu menghentikan kata-katanya, seolah dia tidak mampu untuk melanjutkan ucapannya lagi.


laki-laki yang ada di hadapannya itu jelas mengerutkan keningnya sembari dia terus menatap wanita yang ada di hadapannya tersebut.


"lanjutkanlah aku bisa mendengarkannya"


laki-laki itu kembali bertanya dan berniat untuk kembali melanjutkan bacaannya namun wanita itu dengan cepat berkata.


"ini bukan waktunya Anda melanjutkan bacaan atau meminum wine Anda tuan, ini tentang nona Airin dan..."


sekali lagi wanita tersebut tidak melanjutkan kata-katanya, dia lebih suka membiarkan tuannya segera beranjak dari sana dan mengikuti langkahnya.


begitu nama Airin dibicarakan seketika membuat laki-laki itu menghentikan gerakannya, dia langsung meletakkan buku yang ada di tangannya dengan cepat.


"aku pikir sebaiknya Anda melihatnya secara langsung"


lagi wanita tersebut berucap dengan cepat.


pada akhirnya daripada dia kembali bertanya tanya laki-laki itu lebih baik bergerak menuju ke arah lantai atas dengan gerakan terburu-buru, di mana tempat itu menjadi tempat ruang kerja favoritnya.


Sistem komputer ruang kerja itu terhubung dengan beberapa ruangan yang lainnya, jadi jika dia meninggalkan ruangan itu pada bagian khusus yang akan menyaring setiap pesan yang masuk ke dalam emailnya.


mendengar ucapan wanita tadi seketika membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya, dia tampak langsung naik ke atas dalam langkah yang begitu lebar dan melesat menuju ke arah ruang kerjanya tersebut.


di detik berikutnya laki-laki itu langsung membuka layar komputernya dengan cepat tanpa berpikir dua tiga kali kemudian dia ingin melihat apa yang terjadi.


bisa dia lihat beberapa pesan masuk ke dalam sana namun ada satu nama yang membuat dia membulatkan bola matanya dengan cepat.


"dia masuk ke dalam sistem ku?"


laki-laki itu terkejut sembari membulatkan bola matanya, melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang yang jelas begitu dia kenal.


dan diketik berikutnya bisa dilihat bagaimana ekspresi laki-laki tersebut langsung berubah dengan tatapan yang begitu mengerikan.

__ADS_1


"Brengsek'


__ADS_2