GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Pertemuan tidak menguntungkan


__ADS_3

Seolah-olah tenggelam dalam pemikiran nya, Airin merasa dia baru saja masuk jurang atau neraka kematian, memasrahkan diri jika jatuh terhempas kebawah.


Hingga akhirnya satu suara mengejutkan dirinya.


"Miss, anda baik-baik saja?"


Apakah dia baik-baik saja?!.


Tentu saja tidak, dia hampir mati ketakutan atas apa yang terjadi tadi, sungguh keterlaluan laki-laki tersebut berjalan.


"Aku pikir tidak"


Airin berusaha membuka bola matanya dengan cepat, menetralisir detak jantung nya yang berantakan atas rasa panik yang menghantam dirinya barusan.


Gadis tersebut menjawab cepat, menampilkan wajah masam nya pada sosok dihadapan nya tersebut, dia menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu kemudian buru-buru menggelengkan Kepalanya.


"Apa yang anda lakukan?"


Dia bertanya dan memundurkan tubuhnya, masih oleng atas kejadian tadi, seketika kepalanya menjadi pusing.


"Anda hampir membunuh ku, tuan"


Ucap nya lagi,masih menampilkan ekspresi wajah kesalnya.


"Aku sedikit terburu-buru, maaf"

__ADS_1


Ucap laki-laki tersebut cepat, dia mengeluarkan dompetnya kemudian menarik kartu nama disana.


"Jika terjadi hal buruk anda bisa menghubungi saya disini"


Tawaran laki-laki tersebut membuat Airin menaikkan ujung alisnya.


"Kenapa orang-orang selalu dengan gampang nya berkata maaf lalu ingin menembus kesalahan dengan imbalan?!."


Itu yang dia pikirkan.


Airin mendengus, menarik kartu nama tersebut sambil berkata.


"Lupakan saja, aku tidak membutuhkan nya"


Dia kemudian bergerak cepat meninggalkan laki-laki tersebut, mengabaikan ucapan yang seperti nya ingin diberikan laki-laki itu lagi.


"Gila"


Dia menahan degub jantung nya yang hampir berhenti, seolah-olah nyaris mati karena kejadian tadi, beranggapan kasialan menghampiri dirinya andaikan dia bertemu laki-laki tersebut lagi, tidak terlalu memperhatikan wajah nya, yang jelas dia enggan untuk melihat nya dengan seksama, Airi meremas kartu nama tersebut kemudian membuangnya ke sembarang tempat.


Gadis tersebut bergerak naik dengan tergesa-gesa sambil terus menahan perasaan gemetaran nya, di bawah sana laki-laki tersebut menatap punggung Airin, melihat gerakan tangan gadis itu yang membuang kartu nama nya, laki-laki tersebut menyungging kan senyuman nya kemudian menatap sesuatu di telapak tangannya untuk beberapa waktu.


"Tuan?"


Laki-laki disamping laki-laki tersebut mengingatkan nya.

__ADS_1


Dia buru-buru menggenggam kembali sesuatu di telapak tangan nya, memilih tidak menjawab namun hanya bergerak melangkah turun begitu saja, laki-laki tersebut bergegas turun tanpa mengeluarkan sedikit pun suaranya, menaikkan sedikit jemari nya dan meminta laki-laki disamping nya bergerak memisah arah.


Di atas Airin melesat terus naik menuju entah ke lantai berapa, hingga akhirnya bisa dia temukan tempat makan romantis pesanan kakak laki-laki nya.


Bola mata gadis tersebut celingak-celinguk mencari keberadaan sepasang suami istri disana, anggaplah dia pengganggu tapi ingin bicara cepat dengan kakak laki-laki nya dan ipar nya Tersebut.


"Ada apa?"


Satu suara mengejutkan dirinya.


Itu adalah sekretaris kakak nya.


"Dimana mereka?"


Airin bertanya tidak sabaran.


"Di balkon pinggir sisi kiri"


Mendengar jawaban laki-laki tersebut Airin buru-buru langsung bergerak menuju kearah tempat yang di maksud oleh laki-laki tersebut.


Tidak memperhatikan kiri dan kanan langsung bergerak begitu saja masuk ke balkon pinggir, dan...


"Upsss...God"


Airin terkejut, langsung membalikkan tubuhnya saat menyadari soal sesuatu.

__ADS_1


"Oh shi.t sayang ada apa dengan mu?"


Suara Lucas terdengar cukup terkejut.


__ADS_2