GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Curiga


__ADS_3

jangan ditanya perasaan mereka saat ini, bahkan Karla pikir bisakah dia tenggelam ke dasar lautan sekalipun saat ini? agar dia terjauh dan terhindar dari banyak nya persolan pelik seperti hari ini.


bagaimana di suasana yang tidak memungkinkan seperti ini tiba-tiba saja ada suara yang mengejutkan dirinya, dan dia jelas tahu betul suara siapa saat ini yang menggema di belakang dirinya.


dalam suasana kacau, hati yang hancur lebur ditambah penampilan yang sangat buruk dan entahlah dia tidak tahu bagaimana mengatakannya tiba-tiba saja mereka harus bertemu pada orang-orang yang tidak tepat pada waktunya.


Jujur saja terlalu kaku untuk mereka berbalik tadi, sebab dia dan Lucas sudah hapal betul suara siapa yang menggema di balik telinga, tapi karena panik mereka menoleh dengan refleks dan benar-benar sangat sulit bagi mereka untuk menyapa siapa yang sebenarnya menyebutkan nama mereka berdua, tapi pada akhirnya mereka harus menetralisir rasa, berusaha bersikap biasa-biasa saja saat berhadapan dengan wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.


"Ma?"


Lucas tercekat, menatap mama nya untuk beberapa waktu, disamping mama nya terdapat seorang gadis cantik terlihat menatap bingung kearah Karla.


"Tante?"


Lidah Karla seketika merasa keluh dan dia merasa ujung tenggorokannya seakan-akan ditusuk oleh sesuatu yang membuat dia kehilangan suaranya.


nyonya Alexander menatap bingung ke arah kedua orang tersebut, bisa dia lihat penampilan karya tidak baik-baik saja, tapi dia pikir mungkin gadis yang ada di hadapannya itu baru saja bangun tidur melihat penampilannya yang asli kita acak-acakan dengan rambut yang sepertinya lupa disisi ya dan pergi dengan cepat dari sana.


"Aku mencari mu kemana-mana semalam"


Tanya mama Lucas cepat, dia terus menatap ke arah Karla, ingin tahu kemana gadis tersebut semalam.


saudara perempuan nya semalam menghubungi diri nya dan juga mempertanyakan soal Karla, bertanya sendiri panik di mana keberadaan gadis tersebut malam itu dan apakah benar ada di Jepang.


dia yang jelas tidak tahu menahu langsung menghubungi Lucas dan berusaha untuk mengirim laki-laki tersebut pesan.


untungnya Lucas berkata karena ada bersama Lucas, hal tersebut untuk membuat nyonya Alexander cukup lega mendengarnya.


"aku mencarimu pesta ulang tahunnya semalam, tapi aku tidak berhasil menemukanmu Karla"

__ADS_1


gadis di samping nyonya Alexander bertanya sedikit cemas sembari menoleh ke arah Karla, dia tidak mengatakan soal klub malam sama sekali karena takut nyonya Alexander akan marah.


Karla mematung saat gadis dihadapannya itu bicara kemudian tanpa diduga langsung memeluk tubuhnya dengan cepat, mendapat kan pelukan tersebut tidak membuat Karla memeluk balik melainkan bola matanya lebih fokus menatap kearah mama Lucas.


"Bibi, aku..."


Dia menelan Saliva nya saat melihat mama Lucas Wanita tersebut seolah-olah menyimpan sejuta pertanyaan di atas kepalanya, masih dengan mengabaikan pelukan dari gadis yang ada dihadapan nya tersebut, Karla membeku tanpa bisa berpikir dengan jernih.


"Semalam kalian kemana? Hayat bahkan seperti orang gila mencari mu, Karla?"


Wanita yang lebih tua dari mama nya tersebut bertanya cepat kearah Karla dengan jutaan kekhawatiran didalam wajah nya, melihat hal tersebut dan mendengar pertanyaan wanita itu Karla jelas merasa seolah-olah saat ini tenggorokan nya disempal oleh sesuatu dan dia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan yang ada di hadapannya itu.


semalam dia kemana dan ada bersama siapa?!.


Katakan memangnya siapa yang paling bisa menjawab keadaan semalam di antara dirinya dan Lucas?.


Perempuan tersebut menoleh kearah Lucas setelah gadis dihadapannya melepaskan pelukannya.


perempuan itu ingin menjawab tapi tiba-tiba,


"Dia bersama ku, aku mabuk."


Lucas buru-buru menyela, tidak ingin mommy nya terus melesat kan tanya pada Karla dan meskipun jawaban lucas tidak sepenuhnya bohong tapi tetap saja dia tidak berani mengatakan soal kenyataannya semalam.


Percayalah Lucas merasa dia benar-benar menjadi laki-laki pengecut saat ini, tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang tuanya tersebut bahkan dia tidak berani memandang wanita dihadapan nya itu.


mendengar ucapan putranya jelas saja membuat nyonya Alexander Tampak marah, wajah wanita tersebut langsung memerah, dia menata putranya untuk beberapa waktu dengan pandangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


"Kau benar-benar kacau, bagaimana bisa kamu mabuk disaat kamu memiliki banyak pertemuan dengan para relasi dan investor selama di Jepang?"

__ADS_1


Nyonya Alexander bicara dengan perasaan kesal sambil meninggikan suaranya, dia tahu Lucas memiliki banyak sekali pertemuan demi pertemuan untuk mengurusi perusahaan tapi dia pikir bagaimana bisa laki-laki tersebut pergi ke klub malam dan mabuk untuk menikmati malam, bakalan putranya tersebut harus merepotkan Putri saudaranya sendiri.


Kini wanita itu secepat kilat langsung menoleh kearah Karla.


"Sayang kamu terlihat begitu Kacau, kemarilah, kita kembali ke kamar hotel bibi"


Wanita tersebut terlihat kesal menatap kearah putranya, dia langsung bicara pada Karla dan mengubah ekspresi wajah nya jadi lebih hangat dan lembut.


Alih-alih menolak atau mengelak, Karla mengangguk kan Kepalanya dengan cepat, dia mencoba menghindari Lucas dan ingin melupakan segala kejadian buruk semalam.


dia benar-benar ingin melarikan diri dari laki-laki tersebut saat ini juga dan tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu hingga waktu yang ditentukan.


namun apa yang diharapkan terkadang tidak sesuai dengan realita yang terjadi, Lucas langsung gelagapan dan berkata.


"Ma aku harus bicara hal yang penting dengan Karla, please aku akan antar kan Karla nanti setelah kami selesai bicara"


Lucas berusaha menahan lengan Karla, meminta perempuan tersebut untuk tidak ikut dengan mamanya dan juga gadis di samping mamanya tersebut.


"Bukan masalah, kita akan bicara lain waktu"


Karla berusaha menghindar, menggenggam lengan Hayat sahabat baik nya yang menatap dia juga Lucas dengan tatapan bingung.


soal terjadi tarik ulur di antara mereka berdua hingga membuat nyonya Alexander dan Hayat mengerutkan kening mereka atas perlakuan kedua orang tersebut.


"Semua baik-baik saja? kalian seperti habis bertengkar saat ini, ahhh tidak maksud ku salah satu diantara kalian sepertinya sedang merajuk dan marah bisa ku tebak itu pasti Karla"


Curiga Hayat pada kedua orang tersebut, bicara dengan begitu terus terang sembari menatap kedua orang tersebut secara bergantian sebab baginya karena tingkah laku Karla dan Lucas terlalu aneh di matanya.


mendengar ucapan Hayat seketika membuat kedua orang tersebut membeku dan terkejut, cukup tidak percaya hanya akan berkata seperti itu hingga membuat nyonya Alexander langsung menoleh ke arah kedua orang tersebut.

__ADS_1


"apa kalian baru saja bertengkar?"


tanya wanita tersebut kemudian sembari menatap curiga ke arah kedua orang itu.


__ADS_2