
Beberapa bulan setelah kejadian malam itu
Indonesian.
ada yang lebih bisa membuat frustrasi bagi Lucas di dalam hidupnya kecuali Karla belakangan ini?!.
jawabannya jelas tidak ada.
sejak kejadian malam itu sepupunya tersebut seolah-olah terus memasang jarak pada dirinya, bahkan Karla sama sekali tidak ingin melakukan banyak kegiatan bersama dirinya meskipun terkadang kegiatan itu adalah kegiatan rutin keluarga dalam setiap bulannya.
saat akan berkumpul dengan keluarga besar atau pergi ke rumah nenek mereka, perempuan tersebut akan terus menolak untuk duduk satu mobil dengan Lucas, seolah-olah Lucas menjadi satu Hama baru. atau bahkan makhluk mengerikan juga menjijikan bagi Karla.
bayangkan bagaimana perasaan Lucas dan sedihnya dirinya, sekuat apapun dia berusaha untuk meraih perempuan tersebut lagi, pada akhirnya Karla tetap berusaha memasang benteng paling mengerikan di antara mereka berdua, perempuan itu tidak memberikan sedikitpun cela untuk Lucas masuk kembali ke kehidupannya.
seperti hari ini saat mereka akan melakukan kunjungan ke rumah nenek mereka, lagi-lagi perempuan tersebut menghindar untuk naik dalam satu mobil bersama Lucas.
"aku heran dengan kedua orang itu, mereka sepertinya sedang bertengkar"
mommy karla bicara dengan cepat sembari mempersiapkan barisan rantang berisi berbagai macam oleh-oleh untuk ibu mereka, dia bertanya pada mommy Lucas dengan perasaan gelisah.
"tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua, tapi sepertinya kali ini pertengkarannya sangat serius, Karla dengan dan Lucas seolah-olah benar-benar saling mengabaikan, itu membuatku sangat khawatir Bianca"
wanita cantik tersebut terus bicara sembari sesekali menghalang nafasnya.
"itu tidak akan bertahan lama tidak lama lagi juga mereka akan akur-akur saja, aku sudah hafal dengan kebiasaan mereka, tidak usah menanggapi berlebihan pertengkaran mereka berdua, siapa yang akan percaya mereka bertengkar dengan seumur hidup? nanti juga salah satu diantara mereka akan pergi ke rumah salah satu daripada kita dan menumpang tidur hanya untuk saling menjahili antara satu dengan yang lainnya"
mommy Lucas bicara dengan cepat ke arah perempuan yang ada di hadapannya tersebut. dia mencoba untuk meyakinkan saudaranya itu jika anak mereka tidak akan bertengkar lama.
memangnya siapa yang heran dengan pertengkaran kedua orang tersebut, saat mereka menyatakan perang dunia ke 3 atau perang dunia dan perang Irak Iran, percayalah tidak lama lagi mereka akan menjadi sekutu yang paling menghebohkan dua isi rumah sekaligus.
__ADS_1
teriakan, tangisan, amarah, ocehan dan lain sebagainya akan kembali terdengar di antara dua rumah mereka, jadi dia ya sudah paham betul kebiasaan kedua orang tersebut tidak benar-benar ingin menanggapi serius pertengkaran yang terjadi di antara putra dan putri mereka.
dia menganggap pertengkaran kali ini juga jelas biasa-biasa saja dan tidak akan mungkin bertahan lama.
"Tapi tidak pernah selama ini kak"
Mama Lucas bicara kembali sambil meletakkan beberapa jenis buah-buahan kedalam kantong plastik dibantu mama Lucas yang saat ini sibuk menyusun beberapa roti dan kue didalam satu paper bag besar.
Dia sebenarnya tidak pernah segelisa ini sebelumnya, putri nya dan Lucas memiliki hubungan yang begitu hangat, apapun keinginan putrinya selalu dipenuhi Lucas, dan Lucas selalu menjadi laki-laki yang bisa di andalkan oleh wanita tersebut untuk menjaga dan mengawasi Karla.
Mereka benar-benar saudara sepupu tidak terpisahkan, bahkan orang-orang akan percaya jika mereka dua saudara kandung tidak terpisahkan.
Sejak kecil orang-orang sudah tahu, dimana ada Lucas maka disana ada Karla bahkan begitu juga sebaliknya, Lucas pun tidak akan pernah mengizinkan siapapun melukai Karla jika tidak bisa di pastikan orang-orang tersebut akan merasakan kemarahan laki-laki tersebut dengan cara nya sendiri.
Tapi beberapa bulan ini sejak kembali dari Jepang dua saudara sepupu tersebut jadi berbeda, mereka seolah-olah habis bertengkar hebat atas dasar permasalahan yang tidak pernah diketahui oleh para keluarga, Karla terus berusaha menghindari Lucas, sedangkan Lucas mati-matianencoba mendekati putrinya.
Seolah-olah Karla sedang dalam mode awas dan marah besar, dimana bisa dijelaskan seperti nya Lucas benar-benar membuat gadis tersebut marah hebat saat ini setelah mereka kembali dari Jepang.
Nyonya Bianca mencoba menyakinkan wanita yang dia panggil Wilona tersebut, dia selesai mengepak barang-barang miliknya, kemudian berkata.
"Kali ini putri mu tidak akan bisa menolak untuk satu mobil dengan putra ku, aku akan mengatur semuanya tanpa terkecuali, cukup lihat dan nikmati"
Ucap wanita itu sambil mengedipkan bola mata nya, kemudian mommy Lucas mulai mengangkat barang-barang yang ada di hadapannya menuju ke arah mobil.
Nyonya Wilona terlihat diam, menatap punggung wanita yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu kemudian wanita itu ikut mengangkat beberapa barang yang lainnya menuju ke arah mobil yang ada di depan di mana orang-orang terasa untuk berangkat menuju ke rumah nenek tua keluarga besar Alexander.
saat dia bergerak menuju ke arah depan bisa dia lihat putrinya Karla bergerak menuju ke arah depan udah berusaha untuk masuk ke dalam mobil keluarga mereka, tapi nyonya Bianca secepat kilat berkata.
"Noooo baby jangan naik ke sana, tidak ada tempat untukmu di sana baby semua sudah penuh, masuk ke dalam mobil Lucas dan pergi bersamanya"
__ADS_1
Karla seketika langsung menghentikan gerakan kakinya, dia menetap ke arah bibi nya dengan ekspresi sedikit terkejut, perempuan itu mengerutkan keningnya.
"But....aku pikir di kursi belakang..."
"No..no...no.. tidak ada tempat lagi, Frans come bawa sisa barang-barang nya, Anka bantu mommy naik ke mobil sekarang dan susun barang-barang nya"
nyonya Bianca bicara pada semua orang seolah-olah memang sengaja mengabaikan Karla.
hal tersebut jelas membuat perempuan itu sedikit bingung, tapi dia tidak mungkin untuk naik ke mobil Lucas saat ini.
"Sayang pergilah ke mobil Lucas, Lucas....m bawa adik mu dengan cepat, bisa pergi ke kediaman paman Barnie lebih dulu? mereka menitipkan sesuatu untuk nenek kalian"
Tuan Alexander tiba-tiba bicara, berteriak kearah Lucas yang baru membuka pintu mobilnya.
Lucas yang mendengar perintah daddy nya dan mendapatkan kalimat Karla di tengah ucapan nya jelas langsung bersemangat dan mengembangkan senyumannya.
"Oke dad...Karla come"
"Tapi..paman. aku..."
"Baby jangan menunda waktu, kalian akan pergi ke arah yang berlawanan lebih dulu, ini akan semakin membuat Kalian sampai lebih dari ½ jam lebih terlambat daripada kami"
Tuan Alexander bicara dengan cepat, meminta Karla segera pergi kearah depan, naik ke mobil putranya dengan cepat.
"Paman?"
"Lucas bantu Karla mengangkat beberapa tas nya"
Laki-laki tersebut mengabaikan ucapan Karla
__ADS_1
Yang diperintahkan mengangguk kan Kepalanya, Lucas langsung berlarian ke arah Karla dan membawa beberapa barang perempuan tersebut dengan cepat.