
Mansion utama Alexander Bianca.
Wanita tersebut terlihat gusar, mondar-mandir sejak tadi di dalam kamarnya dengan perasaan gelisah, sejuta kekhawatir menghantam dirinya.
sejak pulang ke rumah dia benar-benar begitu gelisah, jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini yang jelas bercampur aduk menjadi satu.
begitu tahu hubungan antara Lucas dan Karla membuat dia kelabakan setengah mati, tidak pernah terpikirkan jika dua anak mereka bisa saling mencintai bahkan menjalani ikatan dan hubungan pernikahan tanpa diketahui oleh dirinya dan juga Wilona.
jangan ditanya bagaimana kemarahan Bianca saat ini, dia pikir dia harus melakukan sesuatu untuk membuat kedua orang tersebut terpisah.
karena dia tahu jika kedua orang itu bersama semua akan hancur berantakan dan kacau balau, ditambah lagi hal itu memang tidak mungkin terjadi dalam hubungan Lucas dan Karla.
perempuan itu terlihat berpikir dengan keras mencoba mencari jalan terbaik bagaimana caranya untuk memisahkan putranya dan Putri Wilona.
"apa ada sesuatu yang salah?"
tuan Alexander suaminya bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"aku pikir sejak pulang dari rumah mommy, kamu terlihat sedikit berubah, apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui sebelumnya? kamu terlihat begitu besar dan membuatku khawatir"
laki-laki itu melanjutkan ucapannya, menatap ke arah istrinya dengan tatapan penuh kecurigaan, dia pikir Bianca terlihat aneh sejak pulang dari kediaman ibu nya.
tidak biasanya sang istri yang menampilkan ekspresi yang aneh dan juga kegelisahan yang begitu mendalam.
mendengar pertanyaan dari suaminya seketika membuat Bianca sejenak memejamkan bola matanya.
"ada sesuatu yang mungkin akan mengejutkan dirimu jika aku mengatakannya"
__ADS_1
perempuan itu berkata dengan cepat sembari dia menatap ke arah suaminya untuk beberapa waktu.
mendengar ucapan Bianca jelas saja membuat Alexander semakin mengerutkan keningnya.
"katakan padaku ada apa? ekspresimu cukup membuatku khawatir"
unsur laki-laki itu kemudian, dia baru saja membaringkan tubuhnya di atas kasur, berniat untuk pergi beristirahat karena besok pagi dia harus pergi ke perusahaan jauh lebih awal dari biasanya sebab ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan, namun melihat istrinya seperti itu seketika membuat laki-laki tersebut langsung menghentikan keinginannya untuk pergi beristirahat jauh lebih awal.
dia langsung membenahi posisinya duduk di tepian ranjang.
"ini soal anak-anak"
Bianca bicara sembari melangkah berjalan mendekati suaminya, dia menatap Alexander dengan tatapan begitu dalam sambil menampilkan ekspresi sedikit cemas di balik wajah tua yang masih cantik tersebut.
mendengar kata anak-anak jelas saja membuat Alexander menaikkan ujung alisnya.
"Ada apa dengan anak-anak? apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui soal mereka belakangan ini? ini tentang siapa? Karla atau Frans?"
Bianca secara perlahan meraih telapak tangan suaminya, dia mencoba untuk bicara dengan setenang mungkin dihadapan laki-laki tersebut.
"aku tidak tahu bagaimana responmu tentang ini, tapi aku tidak mungkin menyembunyikannya dari kamu dan ini soal Lucas"
perempuan itu langsung bicara dan masuk pada poinnya, tidak ingin menutupi soal kejadian yang sebenarnya dan hal buruk tentang Putra mereka.
"Lucas?"
Alexander semakin mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ada apa dengan dia?"
dan percayalah kekhawatiran menghantam dirinya, ayah mana yang tidak mengkhawatirkan anak-anak mereka sendiri, seketika pemikiran buruk menyeruak masuk ke dalam isi kepalanya.
"tapi sebelumnya berjanjilah padaku kamu akan mengontrol emosimu dan mencoba untuk bersikap sedikit lebih tenang untuk memecahkan masalah ini"
perempuan itu terus bicara sembari menatap dalam wajah suaminya, mencoba untuk menetralisir kemarahan Alexander terlebih dahulu atas berita yang mungkin akan dia sampaikan.
dia tahu Alexander terkadang sedikit sulit mengantar emosinya sendiri jauh lebih buruk daripada dirinya.
mendengar permintaan istrinya jelas saja membuat laki-laki itu sedikit keberatan, kecurigaan semakin menghantam dirinya saat ini Bianca memintanya untuk bisa mengontrol kemarahannya.
"ini membuatku menjadi gusar dan tidak tenang"
ucap laki-laki itu kemudian.
"aku mohon berjanjilah kamu bisa mengendalikan kemarahanmu"
Bianca kembali meminta.
meskipun berat laki-laki tersebut berusaha untuk menganggukkan kepalanya.
"Ini soal Karla dan Lucas...."
dan pada akhirnya perempuan di hadapannya itu mulai bercerita tentang hubungan tidak normal antara putra mereka dan juga putri Wilona.
mendengar ucapan istrinya seketika membuat Alexander membulatkan bola matanya.
__ADS_1
"Apa?"
bayangkan bagaimana terkejutnya laki-laki tersebut saat mendengar cerita dari bibir istrinya.