GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sejuta kemarahan


__ADS_3

Jangan ditanya bagaimana perasaan Alexander saat ini, laki-laki tersebut langsung mengeratkan rahangnya saat dia mendengar cerita tentang Asmara putra mereka dan putri Bianca.


"Kau bilang apa?"


Bayangkan bagaimana ekspresi laki-laki tersebut saat ini, wajah nya langsung memerah dan kemarahan langsung menghantam dirinya.


"Berani-berani nya?"


Dia jelas sangat marah, mencoba untuk berdiri dari posisinya saat ini, tidak dihiraukan jam malam kini, yang ada di pikirannya adalah mencoba untuk mendatangi Lucas.


"di mana anak itu sekarang?"


dia pikir dia harus membuat perhitungan dan menghajar laki-laki tersebut, bayangkan bagaimana bisa seorang sepupu menikahi sepupunya sendiri, bahkan Lucas menikahi Karla tanpa sepengetahuan mereka.


"bayangkan hati ya ayah mana yang akan menerima berita seperti itu, padahal jelas-jelas dirinya menganggap karena sebagai putri kandung nya sendiri, tidak pernah terpikirkan jika gadis itu akan menjadi menantunya"


"Lucas pasti sudah gila"


dia mengeratkan genggaman tangannya dan mencoba untuk keluar dari kamar tersebut, tapi Bianca mencoba untuk menahan gerakannya, dia tahu saat suaminya marah laki-laki itu bisa melampaui batasannya.


"ini masih cukup malam untuk kamu mencari Lucas, jangan tersulut emosi dan langsung membuat keputusan di waktu yang tidak tepat"


Pinta perempuan itu dengan cepat.


"ini bukan masalah waktu yang tidak tepat, tapi ini soal harga diri yang diinjak-injak oleh Lucas"

__ADS_1


Alexander jelas saja terlihat begitu marah, dia mencoba untuk bicara kepada Bianca soal hal memalukan yang telah diperbuat oleh putra mereka.


"aku tahu itu bukankah kamu tadi telah berjanji tidak akan tersulut emosi dan melakukan hal yang melampaui batasan?"


perempuan itu berusaha untuk mengingatkan.


Alexander ingin menjawab namun seketika dia mencoba untuk memejamkan sejenak matanya, laki-laki itu pada akhirnya berusaha untuk menghela kasar nafasnya.


"aku benar-benar sedikit tersulut emosi, tidak pernah aku bayangkan Lucas melakukan hal yang ada di luar batas pemikiranku bersama Karla, tidak karena jelas tidak salah, jika Lucas tidak merayunya lebih dulu bagaimana mungkin karena bisa menyerahkan dirinya pada Lucas"


ada jutaan pemikiran di dalam dirinya saat ini, seolah-olah laki-laki tersebut yakin putranya lah yang telah menggoda Putri dari Wilona dan Mark.


tidak bisa dibayangkan bagaimana nanti mereka menjelaskan hubungan kedua orang tersebut, dia benar-benar akan mati karena disalahkan oleh kedua orang tersebut.


Wilona dan juga jelas menitipkan Putri mereka pada Lucas dan mempercayai Karla kepada putranya selama gadis tersebut menyelesaikan kuliahnya di Paris, tapi sekarang?!


jelas saja dia langsung bertanya dan ingin tahu sejak kapan semua hubungan ini berubah.


bola matanya menatap istrinya sembari melesatkan tanya, dia ingin tahu sejak kapan Lucas menikahi Karla.


mendengar pertanyaan dari suaminya seketika membuat Bianca sedikit menghela nafasnya dengan kasar, rasanya begitu berat untuk menjelaskan sejak kapan kedua orang tersebut telah menjalani ikatan pernikahan.


"Sayang?"


Alexander kembali bertanya, menunggu jawaban dari istrinya dengan perasaan tidak sabaran.

__ADS_1


bisa dia lihat keraguan tercetak jelas dari wajah istrinya saat ini, seolah tidak siap untuk mengatakan telah berapa lama Lucas menikahi Karla.


laki-laki itu mengurutkan keningnya dan berusaha untuk menebak sendiri setelah melihat ekspresi dari istrinya tersebut.


"jangan katakan padaku alasan karena pergi kuliah ke Paris karena memang mereka telah merencanakan untuk menikah setelah pertengkaran yang terjadi di antara mereka pada masa 3 tahun lebih silam?"


laki-laki itu sama orang mencoba mengingat pada masa itu di mana Lucas dan Karla sama sekali saling tidak bicara tanpa alasan yang tidak pernah mereka ketahui bahkan hingga hari ini.


apakah mungkin kemarahan kala itu adalah keinginan untuk menikah belum dikabulkan?!.


"apakah tebakanku salah?"


laki-laki tersebut kembali bertanya pada istrinya.


biarkan tanpa dia sembari mencoba untuk memejamkan bola matanya.


"Oh Shi.t"


Alexander langsung mengumpat dengan perasaan kesal.


Brakkkkkkk.


dan dalam hitungan detik tangan kanannya menuju dinding yang ada di samping kanannya dengan cara yang begitu kasar.


"bagaimana bisa aku tidak menyadarinya"

__ADS_1


ucap laki-laki tersebut lagi dengan jutaan kemarahannya.


__ADS_2