GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Dia memiliki kekasih


__ADS_3

Mansion utama Grandma dan Grandpa Alexander.


"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga"


Laki-laki tua keluarga Alexander bicara cepat, rambut ber'uban dengan usia yang jelas tidak lagi muda, sebuah tongkat ajaib menemani nya, dia tidak punya masalah kesehatan apa-apa, meskipun sudah cukup jauh melewati kepala 8 percayalah dia masih sangat segar bugar, di jaman sekarang usia 50'an banyak yang sudah tepar.


Jika ada yang bertanya apa rahasia awet muda dan tetap sehatnya?! makan makanan yang sehat, gaya hidup bebas, tidak ada kolesterol, olah raga cukup dan... berhenti marah-marah tidak jelas karena bisa menyebabkan serangan jantung, darah tinggi dan stroke akut.


Tidak percaya? coba ke tiga hal tersebut jika ingin mencoba mempercepat kunjungan ke surga dan neraka nya milik tuhan, Malaikat akan mempercepat proses kematian dengan sangat sempurna.


Lucas memeluk erat tubuh Grandpa nya begitu laki-laki tua Alexander menyambut kedatangan mereka dengan antusias dan penuh kebahagiaan, laki-laki tersebut merangkul erat Grandpa nya tanpa banyak bicara.


"Kenapa cukup terlambat kemari?"


laki-laki tua tersebut kembali protes dengan cepat karena merasa cucunya terlalu lama datang berkunjung.

__ADS_1


Lucas hanya bisa mengulang senyumannya sembari berkata pelan.


"ada banyak sekali pekerjaan yang harus aku urus selama di Paris, belum lagi menunggu Karla menyelesaikan seluruh tesisnya"


dia bercerita menjabarkan alasan kenapa mereka terlambat untuk pulang.


laki-laki tua itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, dia tidak lagi melanjutkan kata-katanya untuk protes atas keterlambatan Lucas dan Karla.


"kita akan pergi mengambil makan malam bersama, istirahatlah dulu karena aku pikir perjalanan jauh kalian pasti melelahkan"


sejenak Lucas mendongakkan kepalanya ke atas, cukup gelisah dan keberatan atas kamar yang nyatanya dipisah untuk mereka, namun apalah daya dia hanya bisa diam dan tidak bicara, tidak memiliki hak untuk protes atau bahkan berkata bolehkah mereka ditempatkan di kamar yang sama.


dia cukup tau diri untuk menjaga keadaan menjadi lebih kondusif, tidak ingin menampilkan kecurigaan atau bahkan membuat semua orang berpikir dan bertanya-tanya soal kedekatannya dan Karla.


Karla memilih bergerak menjauhi Lucas, mendekati grandmanya dan memeluk wanita tua tersebut yang duduk di atas kursi roda, wanita itu jelas masih sehat hanya saja cukup bermasalah dengan kakinya yang sering pegal-pegal dan bahkan pinggangnya yang sering bertingkah.

__ADS_1


"katakan pada grandma apakah kamu sudah berkencan saat ini?"


wanita tua tersebut bertanya dengan penasaran, sebab hingga hari ini cucu perempuannya tersebut belum pernah membawa pasangannya dan memperkenalkannya kepada mereka.


Karla baru saja akan menjawab ucapan dari Grandmanya, tapi dari atas tangga Lucas langsung berkata.


"dia berkencan dengan seorang laki-laki selama di Paris, jangan khawatir Soal apapun Grandma"


ucap laki-laki tersebut sembari terus menaiki anak tangga satu persatu.


bayangkan bagaimana terkejutnya Karla saat mendengar Lucas berkata seperti itu, bahkan Grandma nya tidak kalah terkejut daripada Karla.


"benarkah? itu artinya kamu harus memperkenalkan kepada kami"


wanita tua tersebut menjawab begitu antusias melirik ke arah Karla yang terlihat gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2