
Airin masih tidak paham kenapa dirinya bisa berada di tempat ini, di tengah pemikiran nya yang berkacamuk menjadi satu, gadis yang ada di hadapannya dan juga laki-laki yang ada di ujung pintu tiba-tiba bergerak secara perlahan untuk keluar hingga membuat Airin menaikkan ujung alisnya kemudian mengerutkan keningnya.
"Kenapa malaikat nya kabur?"
saat gadis tersebut bertanya seperti itu ketika membuat Sanders langsung memijat refleks kening nya karena rasa pusingnl yang tiba-tiba mendera.
"Kau apakah terkena penyakit gangguan mental?"
bisa-bisanya laki-laki tersebut langsung bertanya pada poinnya, tidak peduli bagaimana pandangan gadis yang ada di hadapannya tersebut.
Airin yang mendengar pertanyaan tidak masuk akal itu seketika langsung menatap ke arah Sanders dengan tatapan tidak suka.
"aku baru tahu di neraka ada malaikat yang sangat tidak bersahabat, seharusnya seorang malaikat menyambut seorang gadis dengan cara yang manis, kau benar-benar malaikat tampan yang sangat menyebalkan"
gadis tersebut berucap sembari menggeleng-gelengkan kepalanya merasa sangat tidak beruntung bertemu dengan malaikat yang dia tidak ketahui sebenarnya malaikat apa yang ada di hadapannya.
"Dia Malaikat kematian"
Batin gadis itu kemudian.
Setelah membatin seperti itu Airin buru-buru langsung tempat tidurnya dan berusaha untuk kabur dari sana, gadis tersebut mencari pintu keluar dengan perasaan panik sambil terus mengoceh sejak tadi.
Airin pikir sebenarnya dia berada di neraka yang mana saat ini?!.
"Oh god, apakah mati semengerikan ini?"
Bayangkan bagaimana bisa gadis tersebut mengoceh dengan konyol, dia mencoba untuk meraba di sekitar sana sembari mencari jalan keluar dari tempat yang dia pikir seperti neraka itu.
Sanders jelas mengerutkan keningnya, tidak paham dengan apa yang terjadi pada gadis yang ada dihadapan nya Tersebut, laki-laki itu berusaha untuk mengejar langkah Airin, cukup pusing mengikuti jalan gadis tersebut.
Gwen hanya bisa menghela nafasnya pelan, seperti yang dia duga, benar sekali ini jelas tidak akan menjadi gampang.
__ADS_1
"yakkkk"
Sanders mulai kesal, menarik kasar lengan Airin hingga membuat gadis tersebut tersentak kaget.
"Ini bukan alam mimpi, ini nyata dan aku akan mengatakan nya pada mu soal kenyataan, kau dibawa kemari karena diculik"
Hah?!!!.
Seketika Airin terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Di culik?"
Airin langsung menelan ludah.
"Penculikan? oh god, Apakah...maksud ku...kau...mafia? Hah apa kau komplotan penjual organ tubuh manusia?"
Entahlah dari mana pikiran itu muncul begitu saja dari kepala Airin, seketika dia bergidik ngeri. dia pikir bukankah saat ini sedang marak pemberitaan di televisi tentang sindikat penjual organ tubuh manusia? mereka yang menculik orang-orang
mendengar pertanyaan konyol Airin Seketika
membuat Sanders langsung mengerutkan
dahinya.
What? Mafia? oh god apakah gadis ini
benar-benar terserang penyakit gila akut?.
Batin Sanders.
"Tunggu dulu, apakah ini penculikan acak? atau sudah direncanakan sejak jauh-jauh har? kau sebenarnya siapa? Dan tunggu dulu aku kenapa bisa disini?"
__ADS_1
Seketika Airin bergidik ngeri, entahlah seketika dia menjadi takut, apalagi melihat penampilan laki-laki dihadapan nya yang terlihat terlalu aneh dan mewah membuat Airin Seketika berpikir mungkin laki-laki dihadapan nya tersebut merupakan laki-laki gila dan juga mafia penjual organ tubuh manusia.
"Yakkkk Aku ini seorang pengusaha yang memiliki kekayaan berlimpah. bahkan kekayaan ku jauh di atas kekayaan Alexander ataupun Hillatop group, kau pikir aku aku ini kekurangan uang dan tertarik untuk menjual organ tubuh tidak berguna mu? bahkan dada tepos mu seperti nya tidak berharga lebih dari harga mobil paling murah di garasi milikku"
Sanders seketika tersinggung atas tuduhan gadis dihadapannya, dia bicara dengan sombongnya membandingkan harta yang dimiliki nya.
Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya Seketika membuat Airin ternganga, dia tidak percaya mulut laki-laki dihadapan nya benar-benar sangat tidak terpelajar.
Sanders pikir Airin pasti terkejut mendengar kekayaan nya, realitanya tidak seperti yang dia bayangkan, tiba-tiba saja gadis dihadapannya nya menaikkan telapak tangan nya dan...
Pletakkkkk.
Satu pukulan menghantam kepala Sanders dengan kencang, hal tersebut seketika membuat Sanders terkejut setengah mati, dia langsung melotot dan mulai naik darah, tidak percaya ada yang berani memukul kepalanya.
"Kau..."
Sanders mengeram, darahnya terasa mendidih, selama hidup dalam kegelapan dan berkutat dalam dunia mafia, tidak ada yang berani memukul kepalanya.
"Ja...lang"
Dia mengumpat dan ingin menarik rambut Airin, tapi tahu-tahu.
Pletakkkkk.
Sekali lagi kepalanya di pukul oleh gadis tersebut.
What?!.
Oh shi.t.
Sanders mengumpat tidak percaya.
__ADS_1