
Disisi lain.
Swiss.
Satu sosok bayangan perempuan terlihat bergerak dengan cepat menapaki langkah dari arah depan sebuah bangunan megah dan besar, berjalan begitu terburu-buru masuk ke dalam gedung tersebut tanpa berpikir dua tiga kali, raut wajahnya tidak menampilkan satu sisi yang menyatakan keadaan baik-baik saja.
dia langsung masuk ke dalam bangunan gedung besar tersebut di mana beberapa orang laki-laki bertubuh besar dan tinggi terlihat menundukkan kepala mereka pada perempuan tersebut, kemudian perempuan itu bergerak menuju ke arah lantai atas dengan cepat, seolah-olah tidak ada lagi waktu nanti atau besok di antara mereka.
perempuan tersebut bergerak cepat, dia menemukan sebuah pintu dan berniat untuk membuka pintu ruangan tersebut dengan cepat yang ada di sisi kanan nya.
Klatakkkkkk.
Kreetttttttttt.
Pintu tersebut terbuka secara perlahan, perempuan tersebut masuk kedalam dengan cepat.
"Kau sudah mendengar nya?"
Dia mengeluarkan suara nya cepat, menghempas kan tubuhnya keatas salah satu kursi sofa, sejenak berusaha memejamkan bola matanya.
Perempuan tersebut memijat-mijat kepala nya untuk beberapa waktu.
"Bianca dan penerus nya?"
Satu suara perempuan lainnya terdengar disana, satu siluet yang bertabrakan dengan cahaya lampu di ruangan tersebut membuat mata sulit melihat sosok perempuan yang bicara.
"Dan putri nya ada di tangan Sanders Efron"
Alih-alih menjawab Lawan bicara nya, perempuan tersebut mengeram sambil membuka bola matanya.
"Aku sudah merencanakan semuanya dengan matang, masuk kehidupan mereka secara perlahan, bergerak lamban agar Sanders Efron dan lainnya tidak menyadari nya, tapi lihat apa yang terjadi?"
Perempuan yang duduk di kursi sofa bicara penuh kekesalan, dia mendengus kemudian bergerak menuju ke sisi kirinya, disana ada meja bartender dan barisan lemari yang menyimpan berbagai macam botol minuman.
Perempuan tersebut bergerak meraih satu botol dan meraih sebuah gelas disana.
__ADS_1
"Sial"
Dia mengumpat, menuangkan minuman ke dalam gelas kaca yang ada di hadapannya, masih sembari mengeratkan rahangnya perempuan tersebut berkata.
"Seharusnya aku tidak perlu menunda pernikahan mereka kemarin"
Ucap nya lagi kemudian.
Entah siapa yang dia maksud, tapi Perempuan tersebut terlihat begitu marah dan kesal.
"Gadis tersebut menyimpan chip yang terbagi, ada 3 sosok lain nya yang memiliki nya, siapa? aku masih harus bersabar menunggu, menyusun rencana pernikahan mereka dan menggali informasi lebih dalam lagi, tapi lihat Helen? semua gagal karena Sanders Efron, dia benar-benar menyiapkan Bendera perang untuk kita saat ini"
Perempuan tersebut terus Bicara, menetralisir perasaan marah nya sambil menatap kearah perempuan yang dia panggil Helen, dia meraih gelas yang telah diisi minuman kemudian menghabiskan nya dalam waktu singkat.
"Mike terlalu lamban bergerak, seolah-olah dia mencintai gadis tersebut sungguh-sungguh dan takut melukai nya, seharusnya aku tidak memiliki putra selembut Dirinya"
perempuan itu terus mengoceh, kesal pada putra nya.
yang dipanggil Helen membalikkan tubuhnya, menatap sosok perempuan dihadapan nya Tersebut untuk beberapa waktu.
"Kapan sanders membawanya?"
"Sudah beberapa hari ini"
Perempuan tersebut menjawab cepat.
"ini aneh, kenapa Sanders membawa putri Bianca? apakah ada sesuatu yang terlewat di antara kita di masa lalu, jenny?"
Nyonya Helen Bertanya pada perempuan yang dia panggil Jenny tersebut.
"entahlah dan ini yang membuatku gusar"
pusat perempuan itu dengan cepat sembari kembali menuangkan minuman yang ada di hadapannya.
"aku bingung kenapa dalam kehidupan Bianca? kenapa dia membawa putrinya? adakah sesuatu terlewat di masa lalu dan masa kini di antara kita semua?"
__ADS_1
barisan ini barisan pertanyaan meluncur di balik bibir nyonya Jenny, perempuan itu adalah mommy Mike tunangannya Airin, ada benang kusut yang terhubung di antara mereka di mana perempuan itu sengaja membuat putranya mendekati Airin, dia mengingin kan sesuatu didalam diri Putri Bianca yang tertanam di dalam tubuhnya, dan dia menginginkan sisa yang tertanam di dalam tubuh anak-anak yang lainnya yang hingga kini masih di dalam penyelidikan mereka siapa-siapa saja yang terlibat di masa lalu yang ditanamkan chip rahasia di dalam tubuh anak-anak itu.
dia sengaja membuat Mike mendekati air dan menikahi gadis tersebut atas perintahnya.
mereka membutuhkan seluruh chip yang hilang dan mengumpulkan menjadi satu, ada sesuatu yang akan membuat mereka memperoleh keuntungan besar ketika mereka mendapatkan keempat benda tersebut di tubuh masing-masing anak yang terlibat pada peristiwa masa lalu.
namun sayangnya tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mencari para anak-anak hingga hari ini, karena semua orang terpisah dan dilindungi oleh orang tua mereka masing-masing.
perbuatan tersebut kembali menyesap minumannya dengan cepat setelah dia berhasil menuangkan segelas lagi Vodka di dalam gelasnya, perempuan tersebut menikmati minumannya sejenak, sembari pemikirannya berkelana entah ke mana.
pertanyaan terus menghantarkan dirinya kenapa Sanders Efron menculik Putri Bianca?! yang dia tahu laki-laki tersebut tidak tertarik pada chip nya, bagian daripada Efron sama sekali tidak tertarik dalam perihal tersebut, Sanders Efron Lebih tertarik pada dunia gelap nya dan penjualan marijuana, minuman, perempuan dan lain sebagainya, dia tidak kau berurusan dengan urusan pemerintah.
Karena keluarga besar Efron tahu, berurusan dengan pemerintah sama dengan mereka mencari mati untuk usaha gelap dan ilegal mereka.
dia tahu dan paham jelas sejak dulu dan sekarang tujuan mereka berbeda, lalu kenapa tiba-tiba Sanders mengambil sesuatu yang seharusnya bukan miliknya.
"Laki-laki itu seakan-akan sedang menantang kita karena berani mengambil tunangan putra ku"
ucap perempuan itu kemudian sembari dia mencoba untuk menetralisir kemarahannya.
Jenny sejenak memejamkan bola matanya.
"Apa Mike sudah tahu soal menghilangi Airin?"
Helen kemudian bertanya kepada jenny, dia bergerak mendekati Perempuan tersebut secara perlahan, memilih duduk disebuah kursi bartender. Perempuan tersebut meraih botol minuman yang di ambilnya dan menuangkan satu gelas kosong yang ada di hadapan.
dia ingin tahu apakah laki-laki itu telah mendapatkan kabar nya lebih dulu soal Airin. yang ditanya terlihat dia untuk beberapa waktu kemudian dia menggelengkan kepalanya.
"aku belum tahu pasti nya tapi aku pikir Mike tidak mungkin tidak mengetahui nya"
pada akhirnya perempuan itu menjawab dengan cepat.
sejenak keheningan terjadi diantara mereka di mana tidak ada satupun yang mengeluarkan lagi suaranya,. seolah mereka larut dalam pertanyaan besar di . Kepala mereka masing-masing
cukup lama hal tersebut terjadi hingga pada akhirnya Helen berkata.
__ADS_1
"bergerak untuk mencari Airin, dan Mari membiarkan Mike menyelesaikan urusannya sendiri"
mendengar ucapan Helen seketika membuat jenni menaikan ujung alis nya.