
Kembali ke
SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)
markas besar mafia
Istana utama Sanders Efron
Kamar utama Sanders
Pagi
Swiss.
Airin sejenak menghela kasar nafasnya, tampak kesal dengan keadaan, dikurung berhari-hari disini membuat kepalanya berdenyut-denyut tidak menentu, dia yang biasa bebas bergerak kesana-kemari harus berada di neraka jahanam yang menjijikan.
Setelah mandi dia memutuskan untuk bersemedi, siapa tahu dapat sedikit hidayah atas dosa-dosa nya saat ini kenapa bisa masuk neraka belum waktunya, namun sayangnya semedi nya sia-sia karena tidak ada sedikitpun petunjuk yang bisa dia dapatkan kenapa dia berada di tempat terkutuk ini.
Apa alasan laki-laki tersebut menculik nya?!.
Bahkan dengan kurang ajarnya membatalkan pernikahan nya.
Bahkan sejak kemarin Airin sedang berpikir dengan sangat keras, bagaimana caranya melarikan diri dari sana, tapi dia belum pula menemukan cela terbaik untuk bisa kabur saat ini.
"Bola mata laki-laki sialan tersebut terlalu jeli"
Batin Airin.
__ADS_1
sejenak dia menghela kasar nafasnya mencoba untuk menetap ke arah di sekitarmu gimana bola matanya saat ini mengitari ruangan kamar tempat dia berada.
Sanders Efron, itu nama laki-laki yang telah dia lihat dalam beberapa hari ini, bagi Airin kehidupan laki-laki tersebut dipenuhi kekelaman dan juga kegelapan, di mana dia tidak melihat ada cahaya sedikit pun di sekitar nya. bahkan dia jarang terlihat tersenyuman, ahhhh tidak tidak tidak dia tidak pernah melihat senyuman di balik wajah laki-laki sialan itu.
Airin cukup iba melihat laki-laki tersebut yang kehidupannya dia pikir pasti dipenuhi dengan penuh kesedihan yang tidak ada kejelasannya, dia pikir kehidupan laki-laki tersebut pasti sangat menyedihkan dan juga tidak sama seperti orang lain, mata nya menyiratkan sebuah kesepian dimana laki-laki tersebut sebenarnya membutuhkan seorang teman,tapi dia tidak menemukan nya sehingga untuk menutupi rasa sepi nya laki-laki tersebut mengcover nya dengan sifat buruknya, berusaha untuk menolak orang-orang di sekitarnya serta terus menutupi dirinya dari berbagai macam rasa sedih yang ada di dalam hatinya dengan ke arogansi'an nya.
Benar-benar laki-laki yang kasihan.
Batin Airin pelan.
Gadis tersebut beranjak dari posisi nya, berusaha untuk bergerak mendekati jendela kaca yang bisa melihat seluruh akses bagian samping bangunan besar tersebut, ada puluhan pengawal yang berjaga di setiap sudut bangunan yang disinyalir sebuah Villa tersebut.
Gila.
Airin menghela kasar nafasnya.
Dia harus memikirkan cara lebih tenang dan halus untuk bisa keluar dari sana.
di tengah pemikirannya yang berkacang menjadi satu suara pintu kamar coba dibuka oleh seseorang.
Kletakkkkk.
kletakkkkk.
Buru-buru Airin menoleh ke arah pintu kamar tersebut, seketika dia memutar bola matanya saat dia menyadari siapa yang ada di depan pintu saat ini.
Sang pemilik neraka.
__ADS_1
Katakan pada nya, apa lagi mau nya laki-laki itu saat ini?!.
Airin mencoba membuang pandangannya.
"Cuaca sangat bagus, aku pikir apa tidak sebaiknya kau membiarkan aku berjemur? aku sangat suka berjemur di halaman samping rumah jika di tempat asal ku"
Dia membuka suara, menaikkan ujung bibirnya sedikit Mengejek kearah Sanders Efron yang kini bergerak disamping nya.
Alih-alih menjawab ucapan nya, laki-laki tersebut melemparkan pakaian pada dirinya tepat di wajah Airin, membuat perempuan tersebut seketika terkejut dan memejamkan bola matanya.
"Gunakan ini kemudian turun untuk makan pagi bersama"
Kalimat mutlak yang merupakan perintah tersebut tidak bisa di ganggu gugat saat ini, membuat Airin buru-buru meraih pakaian tersebut dan membuka bola matanya.
Rambut berantakan dimana poni Airin menutupi matanya membuat perempuan tersebut membuang nafas nya dengan gaya bibir bawah ke atas membuat poninya langsung tersingkir dengan cepat, bola matanya menatap Sanders Efron dengan tidak baik-baik saja, cukup sebal dibuatnya.
"Apa kau tidak bisa lebih manusiawi saat memerintah seseorang?"
Dia mengoceh dan menatap Sanders Efron sedikit melotot, kemudian memperhatikan pakaian yang ada di tangan nya kini.
Seketika bola mata Airin membulat, dia menatap pakaian ditangan nya dengan ekspresi tidak percaya.
What?.
"Yakkkkkk"
Perempuan tersebut seketika langsung membentak kesal Sanders Efron.
__ADS_1