
Beberapa waktu sebelumnya.
Masih di hotel xxxxxxx.
Ketika Karla masuk ke dalam hotel dimana dia berada kini, Perempuan tersebut secepat kilat bergerak mendekati Lucas, senyum mengambang di balik wajah cantiknya kemudian mereka naik menuju ke arah lantai atas.
Sejenak Karla mematung saat dia melihat apa yang ada dihadapan nya saat ini ketika mereka sudah tiba di lantai atas.
"Ohhhhh?!"
Gadis tersebut menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
"Ini dalam rangka apa?"
Jelas dia bertanya bingung.
"Sesibuk itukah kuliah mu baby? hingga kamu lupa tanggal kelahiran mu sendiri"
Tanya Lucas kemudian kepada dirinya.
Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Karla berpikir dengan keras.
"Oh my god"
dia benar-benar lupa jika hari ini adalah tanggal lahirnya.
__ADS_1
"aku benar-benar lupa Lucas"
Karla langsung bicara, dengan cepat menepuk jidatnya secara spontan, kesibukan belakangan ini benar-benar menyita waktunya bahkan jangankan mengingat tanggal ulang tahunnya, dia saja mungkin terlalu banyak mengabaikan Lucas dalam 1 hingga 2 belakangan.
Meskipun Lucas tidak mengeluh hanya menampilkan kecemburuan atas teman-teman kampus laki-laki nya, dia tahu sebenarnya laki-laki tersebut mungkin diam-diam menyimpan perasaan penuh beban, seharusnya dia banyak memperhatikan Lucas, tapi demi apapun dia benar-benar tidak bisa mengontrol kesibukannya belakangan ini.
dia selalu berkata pada laki-laki itu agar jauh lebih bersabar, Sedikit lagi hingga semuanya selesai.
"Maafkan aku, aku benar-benar lupa bahkan dengan ulang tahunku sendiri honey"
sejuta sesal terpancar dibalik wajah cantik Karla, dia menatap Lucas dengan perasaan yang sulit diungkapkan, meminta laki-laki tersebut tidak marah karena keadaan.
"Aku benar-benar lupa"
dan malam ini dia begitu bahagia, di tengah kesibukannya yang menggunung dan menggudang, suaminya menyiapkan kejutan manis untuk dirinya di hari ulang tahunnya tanpa harus menunggu diri Karla.
"Terimakasih banyak"
ucap perempuan tersebut dengan bola mata berkaca-kaca, tanpa menunggu lama dia langsung memeluk Lucas dengan perasaan penuh bahagia.
perempuan itu memeluk orang sang suami sembari mencium pipi kiri dan kanan Lucas untuk beberapa waktu.
"aku memakluminya, kamu cukup sibuk belakangan ini, begitu kembali dari perjalanan dinas dari perusahaan aku menyiapkan semua ini dalam satu malam, berusaha untuk tidak membuatmu curiga menyusun semuanya meskipun mungkin tidak sempurna"
ucap Lucas sambil menyentuh pipi Karla.
__ADS_1
"ini mungkin ulang tahun yang paling sederhana"
lanjut lagi tersebut lagi sembari mengelus lembut wajah istrinya.
"tentu saja tidak, ini jelas terlihat sangat istimewa dan juga indah"
Karla memuji dengan cepat kemudian kembali mengucapkan terima kasih pada laki-laki tersebut.
"Kemarilah"
Lucas bicara sembari mengulurkan tangannya, menunggu istrinya menerima uluran tangan laki-laki tersebut, begitu Karla menyerahkan tangannya dia membiarkan laki-laki tersebut menggenggam erat telapak tangan miliknya kemudian membawanya menuju ke arah meja makan di mana telah tersusun berbagai macam kejutan di sana dan juga barisan makanan-makanan yang menjadi kesukaannya.
"aku berharap setelah semuanya selesai kita akan kembali hidup berjalan dengan normal, aku akan mulai bicara dengan mommy Bianca soal hubungan kita"
laki-laki tersebut kembali membuka suaranya saat mereka telah duduk saling berhadapan di depan meja makan yang telah tertata indah mendominasi berwarna merah.
"aku masih khawatir jika bibi tidak akan mungkin merestui hubungan kita"
Gurat kekhawatiran tampil di balik wajah perempuan tersebut.
Lucas menggenggam erat telapak tangan Karla kemudian dia berkata.
"jangan khawatir soal apapun, aku akan mengurus semuanya"
Yakin laki-laki tersebut sembari menatap bola mata istrinya.
__ADS_1