
bagaimana pada akhirnya ketegangan terjadi pada semua orang, ancaman nyonya Bianca benar-benar sangat mujarab, tidak ada yang berani berkutik mendengar ucapan dari wanita tersebut, Frans menarik lengan adik nya, mencoba membawa Karla untuk menjauh dari sana.
Bayangkan bagaimana terluka nya Karla dan Lucas saat ini, mencoba berdiskusi dan mencari solusi namun nyata nya malah mendapat penolakan dan juga pertentangan besar yang menyakiti hati mereka.
Mommy Bianca masih memegang pisau di lehernya sembari dia menatap tajam ke arah Karla dan Lucas secara bergantian, nyonya Wilona memaksa membawa Karla secepatnya dimana Frans merangkul adiknya dengan cepat.
Sedangkan Lucas berusaha untuk menahan tangan mommy nya, menggelengkan kepalanya sambil berkata.
"Jangan lakukan ini mom"
Ucap nya pelan dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Kamu membuat mommy kecewa"
Nyonya Bianca menjawab cepat, dia benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan putranya.
"bagaimana bisa kau menyakiti hati semua orang padahal semua orang jelas-jelas mempercayai dirimu untuk menjaga Karla, bayangkan betapa memalukannya ini dan kau mencoreng wajah mommy dengan cara yang begitu menjijikkan"
wanita tersebut bicara dengan cepat ke arah putranya, menatap Lucas dengan tatapan penuh kekecewaan.
Padahal dulu mereka membiarkan Lucas menjaga Karla dengan baik, mempercayai putranya untuk menjaga Karla dengan baik hingga akhir, tapi siapa sangka apa yang mereka harapkan malah menjadi seperti ini, putranya menipu semua orang, mencintai Karla dan menikahi gadis tersebut diam-diam.
__ADS_1
3 tahun? yang benar saja.
"Maafkan aku, mom"
Lucas hanya bisa berkata begitu, mencoba melepas kan pisau di tangan mommy nya.
"Aku tidak bisa menahan perasaan ku, aku benar-benar mencintai Karla"
Dia bicara sambil menatap mommy nya dengan tatapan berkaca-kaca.
"Berulang kali aku berusaha menepis nya tapi semakin aku mencoba menghindari Karla, aku semakin tersiksa, aku mencintai nya mom, sungguh, aku bersumpah tidak akan mengecewakan semua orang, aku bersumpah akan bersikap baik dan patuh selama mommy dan semua orang merestui hubungan aku dan Karla"
laki-laki tersebut berusaha menyakinkan mommy nya, menelisik bola mata wanita dihadapan nya, menyakinkan wanita tersebut jika dia tulus mencintai Karla, tidak akan pernah mengecewakan perempuan tersebut.
"Kau jangan bermimpi mommy akan merestui hubungan Kalian"
Ucap Wanita tersebut lagi.
"Bahkan sampai mati sekalipun mommy tidak akan pernah merestui hubungan Kalian, tidak peduli apapun yang terjadi, lepaskan Karla dan jangan pernah Mengingat hubungan ini lagi"
Kata-kata wanita tersebut terdengar sedikit mengerikan, menantang seluruh ucapan putra nya dan tidak akan pernah memberikan ruang untuk Lucas dan Karla.
__ADS_1
"Mom... kenapa? bukankah..."
Lucas belum bisa melanjutkan kata-katanya tapi nyonya Bianca langsung menjawab.
"Ada alasan khusus aku melakukan nya, aku tidak peduli soal apapun, berhenti membicarakan soal ini dan jangan pernah bicara soal hubungan kalian berdua lagi apalagi didepan semua orang, jika tidak kau akan melihat mayat mommy tanpa hitungan waktu lama, camkan itu baik-baik"
Ancaman yang diberikan tidak main-main, tidak peduli bagaimana perasaan putra nya yang jelas dia tidak akan pernah mengizinkan hubungan tersebut.
"Mommy ingin kamu mengikat hubungan dengan Hayat putri Azzurra, mommy akan bicara pada tuan Zuu dan memutuskan semuanya"
Lanjut wanita tersebut lagi.
Lucas jelas saja membulatkan bola matanya.
"Jika kamu tetap bersikeras mempertahankan Karla, maka mommy Pastikan kau tidak akan melihat mommy dalam seumur hidup kamu lagi"
"Mom"
"Diam dan dengarkan, atau mommy akan meminta Uncle Mack mu menyeret Karla untuk keluar dari Indonesia"
Setelah berkata begitu, mommy Bianca langsung bergerak menjauhi Lucas tanpa kata-kata.
__ADS_1
Lucas membeku, dia hanya bisa menggenggam erat telapak tangan nya dengan penuh kekecewaan dan kemarahan.
Entah apa yang sebenarnya disembunyikan Nyonya Bianca, tapi dia punya alasan khusus untuk tidak merestui hubungan kedua orang tersebut.