GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Laki-laki yang rumit


__ADS_3

SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Swiss.



Kamar utama Sanders Efron.



Didalam kamar mendominasi berwarna hitam, satu sosok tubuh tergeletak di atas kasur berukuran king size tersebut dimana sosok itu sama sekali tidak memiliki pergerakan sama sekali.


Entahlah sudah berapa lama waktu berlalu Airin sama sekali tidak menampilkan sedikitpun pergerakan pada tubuhnya.


Disisi kanan Sanders duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna hitam, menatap tajam tubuh gadis yang tergeletak tersebut.


Berkali-kali Sanders melirik kearah jam tangan nya, menunggu gadis tersebut terjaga dari tidurnya.


"Oh shi.t apa yang kalian berikan pada gadis ini? kenapa dia jadi babi guling yang siap di mutilasi?"


Sanders Efron bertanya dengan kesal kearah salah satu anak buah nya di ujung pintu, berdiri disana menunggu perintah laki-laki tersebut.


Bayangkan bagaimana bisa dia membandingkan Airin yang sempurna dengan babi guling yang siap di mutilasi, benar-benar penghargaan yang begitu tinggi.


"Obat bius xxxxxxx cair yang biasa digunakan oleh anggota dalam aksi mereka"

__ADS_1


Laki-laki berusia sekitar 30 tahunan tersebut menjawab cepat, mencoba mengehala nafasnya karena pusing memikirkan gadis yang di bawa tuannya, dosis yang diberikan standar saja, tapi efek tidurnya kenapa jadi luar biasa pikirnya.


"Apakah dia baik-baik saja? mati sebelum berperang benar-benar menakutkan, jangan bilang kamu mati karena obat bius nya nona, aku ini hampir bujangan tua karena belum menikah, kalau anda mati bisa dipastikan Terong Belanda ku akan dimutilasi, oh sungguh terkutuk aku yang harus bekerja dengan laki-laki gila penerus Efron."


Laki-laki tersebut mulai mengeluh didalam hatinya, terlalu galau dengan kehidupan nya saat ini, boro-boro bisa menuntaskan masa lajangnya, hidup nya saja tidak baik-baik saja dibawah tekanan Sanders Efron selama hampir 7 tahun belakangan, bos nya laki-laki yang terlalu rumit.


"Benar-benar menghabiskan semua waktu ku dengan sia-sia,apa aku harus menggulingkan nya dari lantai atas ke lantai bawah?"


Sanders mulai mengoceh.


"Itu bisa membunuh nya"


Tiba-tiba dari arah pintu seseorang masuk dan bicara, berusaha untuk mengingatkan Sanders, itu adalah Gwen.


melihat gadis tersebut datang membuat mood booster Sanders jadi tidak baik-baik saja.


"Ambilkan air, siram tubuhnya dengan air dingin"


Dia memerintahkan dengan tidak sabaran pada laki-laki di ujung pintu tersebut.


Aihhhh?!.


Laki-laki yang diperintahkan tercekat.


"Kasur mu pasti basah semua"


Gwen kembali mengingatkan.


Sanders memejamkan Sejenak bola matanya.

__ADS_1


"Bisa karungkan dia sekarang? buang kejalanan dengan cepat"


Mendengar ucapan Sanders, Gwen langsung membulatkan bola matanya, menatap Sanders dengan tatapan tidak percaya.


"Lalu untuk apa kamu menangkap nya?"


Dia terlihat kesal.


"Aku harus kembali memikirkan nya, untuk apa sebenarnya aku menangkap gadis babi guling ini?"


Laki-laki tersebut menjawab dengan enteng.


"Gila"


Gwen terlihat memijat kepalanya.


Sanders bergerak mendekati Airin, menyenggol bahunya dengan kasar.


"Yakkkk bangun ja.lang"


Laki-laki tersebut mengguncang-guncang bahu Airin beberapa kali, memaksa gadis yang dia culik untuk bangun dengan cepat.


Yang dibangunkan seolah-olah tuli, terlalu lelap dalam tidur panjangnya, bermimpi indah jika dia berada di surga ke 7, bertemu dewa Yunani yang membuat galau dirinya, tapi....


seketika dia merasa terganggu saat dia mendengar Malaikat kematian tiba-tiba datang memanggil namanya.


Tuhan, apa aku sudah mati?!.


Airin berguman didalam mimpi nya.

__ADS_1


__ADS_2