GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Kehilangan harapan


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta.


Lucas terus membiarkan bola matanya menatap ke arah luar sejak tadi, sudah hampir 2 jam dia menunggu dan percayalah sebentar lagi akan menjadi waktu keberangkatannya, tapi meskipun begitu dia tidak kunjung melihat keberadaan Karla.


di mana sepupunya tersebut dia bahkan tidak tahu, dan sejak pagi setelah dia mengirimi pesan kepada Karla untuk yang terakhir kalinya, dia memang sengaja sudah tidak lagi ingin menghubungi perempuan tersebut.


dia ingin perempuan itu memikirkannya sendiri keputusannya, tidak ingin memaksa perempuan itu untuk mencari keputusan atas apa yang diinginkannya untuk masa depannya.


meskipun dia berkata dia ingin bertanggung jawab maka benar-benar ingin menikahi karena dia memang mencintai perempuan tersebut sejak lama, tapi dia tidak ingin menampilkan sikap egoismenya untuk mendapatkan perempuan tersebut dan dia terus menekan rasa dan juga ego tingginya agar tidak menghancurkan perasaan perempuan tersebut.


sebenarnya dulu bukan seperti itu rencana yang dia ingin lakukan, mungkin dia akan perlahan mengungkapkan perasaannya kepada perempuan itu, secara perlahan sedikit demi sedikit menampilkan perhatiannya dan juga membuka semua kenyataan tentang perasaannya pada Karla, tidak memaksa perempuan itu untuk jatuh cinta dengannya tapi membuat perempuan itu secara perlahan bisa menerima perasaannya dan juga cintanya.


tapi realitanya apa yang direncanakan tidak berjalan sesuai keinginan, malam tragedi di Jepang benar-benar telah mengubah seluruh hubungan mereka berdua di mana perempuan tersebut mati-matian untuk terus menghindarinya.


laki-laki itu tidak menyangka jika semua akan menjadi seburuk ini, dan dia pikir mungkin sepertinya dia telah menambah kebencian di hati Karla secara perlahan karena telah merampas harga diri dan juga masa depan perempuan tersebut.

__ADS_1


Bola mata laki-laki tersebut kini melirik kearah jam di tangannya, dia menghela nafas nya untuk beberapa waktu.


Lucas berdiri dari posisi duduknya, dia mendengar pengumuman yang mulai mengatakan jika para penumpang pada penerbangan mereka sudah bisa bergerak untuk masuk.


Laki-laki itu masih mencoba untuk mengela nafasnya sembari melirik ke arah belakang, berharap jika perempuan itu berlarian dari ujung sana menghampiri dirinya, masih berharap jika Karla akan meneriaki namanya dan berkata jika dia ingin ikut bersama dirinya.


tapi meskipun berkali-kali dia menoleh ke arah belakang realitanya dia tidak juga kunjung melihat batang hidung perempuan tersebut.


"Apa semua baik-baik saja?".


"Anda baik-baik saja tuan?"


laki-laki tersebut kembali bertanya menatap ke arah Lucas dengan tatapan sedikit bingung, sebab sejak tadi dia menunggu hujan untuk segera masuk ke dalam namun laki-laki tersebut selalu berkata tunggu sebentar lagi.


waktunya sudah sangat terjepit dan dia pikir jika mereka terlambat masuk takutnya mereka akan ketinggalan penerbangan, mengingat sang tuannya harus mengejar jam jadwal tayang untuk berbagai macam kegiatannya selama di Paris.

__ADS_1


laki-laki itu tidak bisa meninggalkan perusahaannya terlalu lama, sudah mengambil cuti beberapa hari dan mewakilkan semuanya kepada bibi dari pihak ayah nya disana.


"kita akan terlambat jika tuan tidak bergerak sekarang"


laki-laki tersebut kembali mengingatkan Lucas, menunjukkan jam di lengan tangannya, berkata jika waktu benar-benar sudah tidak memungkinkan untuk menundanya lagi.


Lucas tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya secara perlahan, kemudian laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah depan dan mulai melepaskan pandangannya ke arah belakang.


dia pikir perempuan itu memang benar-benar tidak akan datang.


laki-laki tersebut mulai meraih handphonenya kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang, dia pikir dia harus bicara pada dirinya soal rencana perjodohan nya dengan Luna.


begitu panggilannya tersambung Lucas langsung berkata.


"Dad ini soal perjodohan itu.."

__ADS_1


__ADS_2