
Laki-laki tersebut tidak memiliki jawaban yang tepat dan pasti untuk dia jelaskan kepada Hayat, karena dia pun tidak tahu menahu soal segala rencana yang telah terjadi.
Lucas bahkan cukup terkejut ketika Hayat berkata keluarga Alexander telah mendatangi keluarga Azzurra, semua terlalu tiba-tiba dan bergerak dengan begitu cepat, seakan-akan memang sejak awalnya semua orang berniat memisahkan diri nya dan Karla.
tidak tahu siapa yang memecahkan berita ini terlebih dahulu sebelum nya, tapi begitu hubungannya dan Karla terkuak di permukaan, semua tiba-tiba berjalan sangat cepat dan dia berada di titik tersulit nya hingga sampai pada saat ini.
"aku tidak memiliki penjelasan yang pasti untuk segala sesuatu saat ini, semua juga terjadi begitu tiba-tiba bahkan semua orang mengatur ini semua tanpa diketahui olehku"
dia bicara dengan cepat mencoba untuk menjelaskan kepada gadis yang ada di hadapan tersebut, menelisik bola mata Hayat yang sejak tadi menatap dirinya sembari mengerutkan keningnya, gadis tersebut membutuhkan penjelasan yang masuk akal dari dirinya.
"bukankah sangat terlalu tidak masuk akal ketika kamu berkata tidak mengetahui semuanya? kau tahu Lucas?"
Pada akhirnya Hayat berkata, memangkas rasa hormat pada laki-laki yang dia anggap akan merenggut kebebasan nya, enggan memanggil nya kakak atas kemarahan nya.
"Aku tidak suka terikat,aku tidak suka dicintai apalagi mencintai, aku tidak tertarik berkencan sungguh-sungguh karena aku suka sebuah kebebasan, bibi Bianca sangat luar biasa dalam mempengaruhi orang tua ku, ibu mu berhasil membuat papa ku menyetujui perjodohan di antara kita"
Hayat bicara dengan cepat, menatap tajam kearah Lucas.
Dia type gadis somplak, sedikit lucu dan heboh dengan semua orang, tapi bicara soal laki-laki dan hati dia tidak suka, karena sejak dulu hidup nya tidak terbebani pada kata laki-laki, keterikatan, cinta dan lain sebagainya.
Dia bukan gadis gampang yang suka di atur atau bisa jatuh cinta dengan mudah, bahkan dia punya kualifikasi sendiri untuk pasangan ideal nya dan Lucas jelas bukan type nya juga bukan selera nya.
Lucas kembali menghela nafas nya saat mendengar ucapan Hayat, dia sejenak memejamkan bola matanya, membiarkan Jemari tangan nya memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu.
Yah dia tahu itu akan menjadi respon normal dari seorang ayah terhadap dirinya di mana garis tersebut selalu menganggapnya seperti kakak sendiri dan bagaimana dia selalu menganggap hayat seperti adiknya sendiri karena hanya sering hilir mudeng ke kediaman mereka di masa kuliah Karla.
sebenarnya mereka saling mengenal untuk waktu yang cukup lama mungkin sejak usia Hayat entah berapa, namun mereka sama-sama tipe orang yang cuek antara satu dengan yang lainnya jadi tidak begitu menghiraukan sesama.
hingga dia benar-benar mengenal gadis tersebut di sebuah pesta topeng kelulusan kuliah Karla, mereka benar-benar bicara bersama, menikmati keindahan malam tanpa berpikir jika pada akhirnya akan tiba pada titik salah seperti ini.
__ADS_1
"aku juga tidak tertarik dengan pernikahan ini sama sekali tapi..."
laki-laki tersebut pada akhirnya bicara sembari membuka bola matanya lantas menatap kearah Hayat, kali ini dia bicara dengan nada yang begitu serius, seperti keseriusan Hayat, Lucas juga ikut serius untuk pembicaraan mereka saat ini.
"kau paling suka sebuah kebohongan atau sebuah kejujuran?"
laki-laki itu bertanya dengan cepat ke arah lawan bicaranya, membuat gadis di hadapannya menaikkan ujung alisnya.
"aku lebih suka sama kejujuran karena bagiku harganya begitu mahal"
ucap gadis tersebut dengan cepat.
mendengar jawaban dari lawan bicaranya Lucas menganggukan kepalanya.
"Mari membuat kesepakatan bersama"
"sebenarnya ada persoalan rumit di dalam kehidupan keluarga kami saat ini, aku mencintai salah satu keluarga Alexander yang merupakan keluarga paling terdekatku dan juga sepupuku"
laki-laki itu bicara mencoba untuk menerangkan situasi yang terjadi saat ini sebenarnya, hal tersebut sontak membuat Hayat menaikkan ujung alisnya.
"kau bisa menebak kepada siapapun karena aku punya banyak sekali sepupu"
begitu laki-laki tersebut bicara seperti itu jelas saja membuat Hayat berusaha menerka-nerka.
Yah laki-laki dihadapan nya jelas memiliki banyak sepupu, mungkin bisa jadi Inka, Karla, Gabby, Karin, Regina dan ah entahlah terlalu banyak silsilah keluarga Alexander dan Cameron, dia enggan menghitung nya.
"aku dan dia saling mencintai antara satu dengan yang lainnya"
laki-laki tersebut kembali melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"tapi restu keluarga sangat rumit sekali, kami terpisah karena keadaan, memilih menahan perasaan, karena itu aku butuh bantuanmu untuk menyelesaikan keadaan ini, Mari jalani hubungan ini dan berkencan bersama, jika mereka meminta menikah mari lakukan, tapi jika pada akhirnya hubungan ini tidak mungkin, mari kita mengakhiri semuanya dengan cepat"
dan pada akhirnya Lucas menyelesaikan semua kata-katanya, berharap gadis yang ada di hadapannya tersebut paham dengan apa yang diharapkannya, mereka mungkin tidak akan pernah bersama karena Lucas memiliki kehidupan asmara sendiri dan....
sejenak laki-laki tersebut menatap wajah Hayat untuk waktu yang cukup lama.
Ada laki-laki lain yang sedang berusaha mencari keberadaan Hayat saat ini.
Laki-laki tersebut memejamkan bola matanya, mengingat satu laporan dari orang kepercayaannya.
"Putra Hillatop mencari gadis dimasa lalu nya, aku pikir itu ada sangkut pautnya dengan putri keluarga Azzurra dan tragedi di panti asuhan dimasa lalu, tuan"
Seseorang bicara cepat pada nya kala itu.
"Sekretaris laki-laki tersebut tengah bergerak mencari keberadaan nya"
Lucas diam, menatap laki-laki dihadapan nya untuk beberapa waktu.
"Buat dia semakin dekat dengan Hayat, aku pikir aku punya sebuah rencana untuk kedepannya"
Ucap Lucas kemudian.
Hayat masih menatap kearah Lucas, dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.
"Bukankah kamu butuh lebih banyak kebebasan untuk bisa kemana-mana tanpa di awasi papa mu? mari memulai hubungan ini dan meraih keuntungan masing-masing didalam nya"
Lanjut Lucas lagi kemudian sambil mengulurkan tangannya.
Hayat diam tak bergeming sejenak, menimbang keuntungan yang bisa dia dapatkan, hingga akhirnya entah kenapa gadis tersebut menerima uluran tangan tersebut secara perlahan.
__ADS_1