
Disepanjang perjalanan Karla memilih untuk tidak bicara sama sekali, dia tidak ingin menoleh ke arah Lucas dan memilih untuk menatap ke arah kaca jendela yang ada di sisi kirinya sejak tadi.
Entahlah jangan ditanya apa alasan nya, Karla hanya tidak ingin bicara, dia sulit untuk mengatakan bagaimana perasaan nya saat ini, semua terasa kacau balau untuk dirinya.
Mereka berjalan memutar menuju kerumah paman lain nya, mengambil beberapa barang titipan yang harus diberikan kepada nenek mereka, hal itu jelas memakan waktu jauh lebih lama dari Anggota keluarga lainnya untuk tiba ke tujuan.
Lucas terlihat menghela nafas nya untuk beberapa waktu, melirik kearah Karla sejenak, laki-laki tersebut memilih untuk diam dan sama sekali tidak membuka percakapan terlebih dahulu, membiarkan Karla larut dalam pemikirannya terlebih dahulu.
hingga pada akhirnya laki-laki tersebut berkata.
"tidak bisa kah kita kembali seperti kemarin?"
tanya laki-laki tersebut kemudian, ada Rona kesedihan dibalik wajahnya tersebut saat ini di mana dia berpikir jika Karla memang mungkin masih marah besar pada nya dan masih memasang jarak besar di antara mereka dimana Perempuan tersebut seolah-olah tidak ingin lagi mereka kembali seperti dulu.
"jangan membenciku dan jangan berpaling dariku, jangan juga mengabaikanku hingga berbulan-bulan seperti ini Karla, kau membuatku seolah-olah akan mati dengan cepat, apa kau tahu betapa tersiksa nya aku selama ini dengan perlakuan kamu"
laki-laki tersebut terus bicara panjang lebar, Lucas terlihat benar-benar tidak bisa menahan perasaan nya saat ini.
alih-alih mendapatkan perhatian dari Karla atau bahkan perempuan itu ingin mendengarkannya, realita yang sangat sepupunya itu terus memalingkan wajahnya dan mengabaikan dirinya, seolah apa yang dia bicarakan dan apa yang dia ucapkan sama sekali tidak ada gunanya.
perempuan itu benar-benar menganggapnya tidak ada.
seolah-olah tidak ada dirinya disekitar Karla saat ini dan bayangkan bagaimana perasaan Lucas saat ini, hingga akhirnya membuat Lucas benar-benar mulai kehilangan kesabaran nya.
"Berhentilah memalingkan wajahmu, tatap aku ketika aku bicara Karla, aku benci melihat nya"
Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.
Karla terlihat memejamkan bola matanya sejenak, hingga akhirnya perempuan tersebut membuka bola matanya dan berkata.
"hubungan kita tidak mungkin lagi seperti dulu kak, dan aku tidak bisa lagi memangkas jarak diantara kita, semua benar-benar terasa menyakitkan dan aku tidak sanggup untuk melihat wajah kakak lagi"
pada akhirnya gadis tersebut menjawab dengan cepat, suaranya sedikit meninggi seolah-olah dia meluapkan semua kemarahan nya saat ini.
__ADS_1
"Aku membenci mu, apa tidak cukup jelas? aku membenci mu"
Teriak Karla dengan penuh kemarahan, dia menatap Lucas dengan tatapan yang sangat berbeda dari selama ini, seolah-olah ada luapan emosi tersendiri dibalik bola mata indahnya tersebut.
mendengar ucapan dari sepupunya tersebut seketika membuat Lucas terkejut, dia jelas langsung menghentikan mobilnya secara mendadak, kemudian Lucas menatap gadis di sampingnya itu dengan tatapan tidak percaya.
Bisa dia lihat bola mata Karla saat ini diliputi kemarahan yang benar-benar membuncah, seolah-olah gadis tersebut meluapkan segala kemarahan nya kepada dirinya.
"Kamu menyalahkan ku?"
Lucas bertanya sambil menatap Karla dengan tatapan yang begitu menyedihkan.
Yah dia bisa melihat jika laki-laki tersebut membencinya dan juga menyalahkan dirinya atas kejadian malam beberapa bulan yang lalu di Jepang.
"Berhentilah memaksa hubungan kita akan bisa kembali seperti dulu lagi, ini membuat ku tidak bisa berpikir dengan jernih, bagaimana bisa aku menatap kakak dan memperlakukan kakak seperti dulu sedangkan aku telah hancur ditangan kakak ku sendiri"
kini perempuan tersebut benar-benar meluapkan emosinya, dia tidak lagi bisa menahannya selama berbulan-bulan ini dan amarahnya benar-benar pecah kali ini.
Lucas bertanya mencoba untuk menetralisir kemarahannya, meskipun dia kecewa dengan ucapan yang dilontarkan oleh sepupunya tersebut, dia berusaha untuk tidak bicara di luar akal warasnya, bayangkan saja, dia mana mungkin melakukan hal di luar batas normal nya, dia masih cukup waras untuk berkata jika dia mana mungkin melakukan hal malam itu, menghancurkan Karla dan memangkas jarak di antara mereka jika dia masih malam itu tidak meminum afrodisiak dan dibawah kendali obat tersebut.
Bahkan bagaimana mungkin dia terpancing jika Karla tidak memaksa dan memancing nya juga.
"Kamu tahu bukan? Luna menjebak ku persis seperti Daniel menjebak mu, lalu apa mungkin aku akan kehilangan kendali ku jika aku tidak mengkonsumsi minuman menjijikkan itu"
lanjut Lucas lagi.
Mendengar ucapan Lucas, seketika membuat Karla diam, dia pada akhirnya berkata.
"Lupakan saja"
Ucap Perempuan tersebut kemudian, dia mencoba memalingkan wajahnya dan berusaha untuk tidak meluapkan kembali kemarahan nya.
Dia mungkin terlalu egois, menuntut Lucas agar memahami perasaan nya, menekan laki-laki tersebut jika malam itu Lucas lah yang salah dan tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri, andaikan laki-laki tersebut bisa mengendalikan diri mungkin semua tidak akan terjadi.
__ADS_1
dia naif dan lupa, jika kakak sepupunya juga dijebak oleh seseorang.
"Berhentilah seperti ini Karla, mari bicara dan cari pemecahan persoalan nya"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
mendingan ucapan laki-laki tersebut Karla mendengus kasar, tanpa menoleh sama sekali perempuan itu berkata.
"Pemecahan persoalan? Memangnya kita punya solusi apa dengan semua hal yang telah terjadi? aku telah hancur dan kehilangan harta paling berharga Ku, tidak ada solusi yang tepat di antara saudara sepupu ketika kita melewati malam mengerikan itu dulu"
Ucap Karla sambil memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
"Bahkan aku tidak lagi bisa menatap masa depan ku dengan baik saat ini"
Lanjut nya lagi kemudian.
Yah dia tahu kehidupan nya saat ini telah hancur, memangnya mereka memiliki solusi bagaimana atas semua yang telah terjadi?.
Diam, pura-pura tidak pernah terjadi apapun, mengembalikan hubungan mereka seperti dulu, tetap akrab dan melakukan banyak hal bersama seolah-olah mereka tidak pernah melewati malam pertama.
mungkin yang diuntungkan hanya Lucas dan bagaimana dengan dirinya? dirinya hancur, hancur tanpa sisa bahkan tidak berani melangkah kan kakinya kedepan dan menyambut uluran tangan laki-laki lain karena dia kehilangan harta paling berharga nya.
Mendengar ucapan Karla Lucas menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja ada, mari diam-diam kita menikah"
Ucap laki-laki tersebut kepada Karla.
mendengar ucapan Lucas seketika Karla membuka bola matanya, dia jelas terkejut dan secara refleks Langsung menoleh ke arah Lucas.
"Apa?"
Tanya Perempuan tersebut dengan nada tidak percaya.
__ADS_1