GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Hati seorang ibu


__ADS_3

Disisi lain.


Mansion utama Alexander.


begitu pesan masuk ke dalam email sejenak Bianca menaikkan ujung alisnya, dia pikir dia tidak sedang menunggu email penting dari seseorang karena itu dia berusaha untuk mengabaikan dan sama sekali tidak berniat untuk membukanya.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Tuan Alexander bertanya pada istrinya, menatap khawatir Bianca, seolah-olah tahu jika Bianca menyimpan beban soal Lucas dan Karla.


Istrinya terlihat diam, mencoba untuk menikmati teh hangat di pagi ini.


"Kamu sudah tahu soal mereka lebih dulu? karena itu begitu marah saat dirumah mommy?"


Laki-laki tersebut bicara sambil menatap kearah istrinya, yang ditanya mencoba untuk menghela pelan nafas nya.


"Maaf aku menyembunyikan nya"


ucap Bianca pelan.


Sang suami terlihat diam.


"dulu aku pikir saya anak-anak dewasa kita akan terlepas dari beban besar dan berat, berpikir saat mereka dewasa mereka akan Mandiri menemukan pasangan yang baik dan menikah, tapi rupanya terkadang saat anak-anak mulai dewasa berbagai masalah menghantam, Dan aku malah berharap kita bisa kembali ke masa anak-anak masih kecil, tanpa persoalan yang serius hanya terdengar tangisan atau pertengkaran-pertengkaran manis dan kita bebas kemana-mana berdua bertiga atau berempat"


Tuan Alexander bicara pelan, dia meraih cangkir kopinya kemudian laki-laki tersebut menyesap kopinya secara perlahan, sebenarnya kopi di pagi ini begitu nikmat tapi rasanya begitu hambar karena keadaan yang dia anggap tidak baik-baik saja.


"aku pikir Lucas hanya khilaf"


Bianca bicara pelan, dia tidak ingin suaminya berpikir terlalu berat.


mari membuat pertemuan dengan keluarga azzura, aku pikir dia cocok dengan putri bungsu mereka Hayat"


Ucap tuan Alexander lagi kemudian.


Mendengar ucapan suaminya, Bianca terlihat menganggukkan kepalanya.


"aku khawatir jika Lucas tidak menyukai perjodohan ini"


Ucap Bianca kemudian.


"kalau begitu biarkan karena membujuknya sebelum perempuan itu kembali ke Paris, aku akan bicara pada Wilona dan Marck, menjodohkannya pada salah satu putra dari relasi bisnis Ku, memastikan jika Karla juga akan menikah dalam waktu dekat"


Alexander kembali bicara, dia menyesap sisa kopi nya secara perlahan.


Bianca terlihat diam, tidak mengeluarkan suaranya lagi sama sekali.

__ADS_1


Entah kenapa Seolah-olah ada terlalu banyak beban yang menghantam dirinya, dia bahkan merasa seolah-olah akan ada kecemasan lainnya yang akan datang menghantam mereka.


"Apa Airin mengubungi mu?"


Suami nya tiba-tiba kembali bertanya, menatap Bianca sejenak.


"Aku akan menghubungi nya setelah jam makan siang, dia biasanya punya waktu luang di Jam tersebut"


Ucap Bianca kemudian.


Alexander mengangguk kan kepalan nya, dia menghabis kan sisa kopi miliknya kemudian berdiri dari posisi nya, mendekati Bianca kemudian mencium puncak kepala istrinya.


"aku harus segera ke perusahaan sekarang"


ucap Laki-laki tersebut dengan cepat.


mendengar ucapan laki-laki tersebut Bianca langsung bangun dari posisinya kemudian dia mensejajarkan dirinya tepat di hadapan sang suaminya.


secara perlahan kedua tangan wanita tersebut membenahi dasi suaminya untuk beberapa waktu, sembari dia berkata.


"aku akan pergi dan tidak menunda penerbangan ku lagi besok, aku akan menemui Airin di sana dan aku akan menyelesaikan beberapa urusan, berjanjilah padaku kamu tidak akan begitu keras pada Lucas, putra kita memiliki hati yang begitu lembut, aku lama bersamanya dan aku menjadi satu-satunya wanita yang mengasuh nya tanpa mengerahkan baby sister, aku paham betul bagaimana perasaan Lucas, jadi jangan terlalu keras menghadapi dirinya"


wanita itu bicara dengan panjang lebar sembari dia menatap bola mata suaminya, dia berpesan seperti itu pada suaminya karena dia tahu Alexander akan berlaku sedikit keras kepada Lucas, karena laki-laki itu jelas cukup keras kepala.


mendengar pesan istrinya tuan Alexander hanya mampu menerawang bola mata wanita di hadapannya tersebut.


meskipun dia sedikit protes bicara pada istrinya tapi dia masih berusaha untuk mengontrol intonasi kata-katanya jangan sampai menyinggung perasaan istrinya.


"aku bukan memanjakan mereka hanya saja aku melakukannya sebagai seorang ibu, anak-anak kurang mendapatkan perhatian darimu karena kamu selalu sibuk di perusahaan, aku menjadi satu-satunya wadah untuk mereka dalam banyak hal baik berbagi maupun bercerita, menjadikan aku sosok ayah dan ibu sekaligus sebelum kamu dirumah, jadi aku bukan memanjakan mereka melainkan memberikan kasih sayang yang utuh untuk mereka menggantikan sosokmu yang rela banting tulang untuk menafkahi kami"


setelah berkata seperti itu Bianca mengembang kan senyuman nya.


"karena itu saat aku tidak ada, belajar lah untuk menjadi sosok diri ku saat bicara dengan Lucas hmmm"


Lanjut nya lagi.


Alexander terdiam, memilih untuk menatap dalam wajah istrinya.


******


Beberapa waktu setelah Alexander pergi ke perusahaan.


Bianca menggenggam erat handphone nya, dia gemetaran, mencoba untuk mencari pegangan pada sisi manapun dia mampu berpegangan.


"Oh god"

__ADS_1


Bianca merasa hancur lebur menjadi satu, dia tidak tahu bagaimana cara nya dia berdiri saat ini? Sanders Efron.


"Oh...ya Tuhan"


dia menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


"Ini masih belum setimpal dengan apa yang kamu lakukan dulu bukan?"..


begitu tulisan yang diberikan oleh Sanders Efron pada pesan Vidio yang dikirim nya.


bola matanya menatap rekaman video yang ada di hadapanmu, begitu menjijikan dan juga terlalu menyakitkan untuk dirinya, apa yang sanders Efron lakukan pada putrinya dia tidak tahu, yang jelas dia pikir laki-laki itu telah gila memperlakukan putrinya dengan tidak manusiawi.


Ba.jingan.


Dia Mencoba menahan suaranya.


Bianca dengan tangan gemetaran mencoba untuk mencari nomor putrinya, dia berusaha untuk menghubungi perempuan tersebut bagaimanapun caranya.


Berkali-kali dia mencoba menghubungi nya tapi gagal, bahkan menghubungi email Sanders Efron dimana laki-laki tersebut mengirimkan nya pesan pun tidak bisa.


Dia kehilangan akses komunikasi untuk bisa terhubung dengan Sanders Efron.


"No..."


Bagaimana hancurnya seorang ibu Ketika putri nya hancur ditangan seorang laki-laki yang tidak diharapkan nya, bahkan laki-laki tersebut menculik dan menjamah putri nya, berikutnya dia tidak tahu apa Lagi yang akan dilakukan oleh laki-laki tersebut para Airin nya, putri kesayangannya.


"Please .."


Dia masih berusaha membuat panggilan, menangis dalam diam sambil berusaha menahan sesak di dada nya.


Dia pikir penyamaran nya tidak akan pernah ditemukan, dia pikir dia telah tenang dengan kehidupan baru nya,dia pikir bisa melindungi anak-anak nya.


realitanya dia sama sekali tidak bisa melakukan nya.


Dia telah kehilangan satu putri nya, Sanders Efron mendapatkan nya.


Dia tidak mungkin kehilangan Lucas juga.


Satu-satunya cara melindungi Lucas, membawa laki-laki tersebut tenggelam pada keluarga berpengaruh dan terlibat pada bagian dunia gelap dan Mafia.


Hillatop tidak mungkin dia masuki, dan Azzura menjadi pilihan akhir.


Alexander memang memiliki kekuasaan akan materi, tapi Alexander bukan penguasa yang juga bergerak di bidang dunia gelap secara sembunyi-sembunyi, karena uang saja tidak cukup untuk melindungi diri seseorang.


wanita tersebut secepat kilat mengubah panggilan nya, mencoba menyambungkan pada seseorang, cukup lama hingga akhirnya panggilannya tersambung pada seseorang.

__ADS_1


"Halo?"


Bianca mulai membuka suaranya.


__ADS_2