GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Membawa nya ke satu tempat


__ADS_3

Karla mencoba menarik tangannya dengan cepat saat Lucas berusaha untuk menyeret langkahnya dimana mama laki-laki tersebut telah mengizinkan Karla untuk dibawa oleh putranya.


"jangan terlalu lama sebab mama ingin membawakanlah untuk berbelanja bersama Hayat"


itu adalah sebaris besar yang diberikan oleh Mama Lucas untuk laki-laki di sampingnya tersebut.


Persetan dan masa bodoh pikir Lucas, saat dia membawa Karla menghilang dari hadapan mamanya dia tidak pernah berjanji untuk membawa Karla malam lebih cepat daripada yang diinginkan oleh mamanya.


apapun yang dia lakukan mamanya tidak mungkin akan memarahinya selama dia yang membawa Karla dan bukan orang lain.


"No...kak"


perempuan itu berusaha untuk melepaskan diri nya dari cengkraman Lucas tapi laki-laki itu sama sekali tidak ingin melepaskannya, membawa langkanya semakin jauh menuju ke arah area parkiran, dia tidak tahu laki-laki itu ingin membawanya ke mana saat ini, gimana jelas hari masih pagi dan orang-orang belum memulai aktivitasnya dengan rapat.


"please lepaskan aku kak, apa yang telah kau lakukan? Jangan semakin mempersulit suasana dan membuatku harus kehilangan batas kesabaranku dalam menahan tangis"


Karla memberontak dan mulai meninggikan suaranya, dia begitu marah dan bingung harus melakukan apa.


tidak dia pedulikan sama sekali saat orang-orang menatap ke arah mereka, bayangkan bagaimana pandangan orang yang melihat apa yang terjadi di antara mereka berdua seolah-olah orang berpikir mereka adalah sepasang kekasih yang tengah bertengkar untuk hal yang tidak pernah diketahui alasannya.


lirikan demi lirik kan terjadi bahkan bisik-bisik terjadi di sekitar area parkiran dimulai dari luar hotel tadi.


Alih-alih peduli dengan ocehan sepupunya atau bahkan bisik-bisik orang-orang di sekitar juga tatapan mata orang-orang di sekitar Lucas langsung membuka pintu mobilnya dan memasukkan tubuh perempuan tersebut kedalam mobilnya dengan cepat.


hal tersebut sontak membuat Karla terkejut, karena tubuhnya diletakkan dengan cara di angkat dan dinaikkan ke atas mobil.

__ADS_1


Lucas jelas aja dengan gampang mengangkat tubuhnya mengingat tubuh Lucas yang cukup besar tinggi sedangkan dia memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi, dimana tingginya hanya sedagu laki-laki tersebut meskipun sudah menggunakan sandal hak tinggi.


Karla tersentak saat Lucas menutup pintu mobil tersebut dengan cepat, memutar jalan kemudian naik ke dalam mobil itu dengan cepat di bagian kursi kemudi selanjutnya laki-laki itu membawa mobil mereka entah ke mana.


"Kak?"


Karla bicara sedikit membentak.


"berhenti memberontak dan please Mari bicara dengan kepala dingin Karla, semua tidak akan selesai jika kita tetap seperti ini"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat ke arah sepupunya itu, dia masih melirik kearah Karla untuk beberapa waktu kemudian mulai memfokuskan matanya ke arah depan sembari satu tangannya terus memegang kendali setir mobil miliknya tersebut.


jika ada yang bertanya bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini dia tidak bisa mendeskripsikannya dan menjabarkannya kepada siapapun.


"aku tidak bisa menjelaskan apapun kepadamu karena apapun yang aku katakan saat ini kamu tidak akan pernah mempercayaiku Karla, sebab aku tahu kejadian semalam telah membuang seluruh kepercayaanmu padaku, tapi aku ingin kamu mendengar sendiri dan melihatnya sendiri sehingga tidak ada yang saling disalahkan di antara kita"


ucap laki-laki itu lagi kepada sepupunya tersebut.


karena awalnya ingin berteriak dan marah juga memberontak seketika langsung diam saat mendengarkan ucapan Lucas, meskipun sebenarnya dia tidak tahu apa maksud dari sepupunya itu, tapi dari nada bicara lu charge laki-laki itu jelas tengah dalam mode serius.


"Mari tidak memberontak atau saling berteriak antara satu dengan yang lainnya hingga kamu melihat sendiri kenyataannya saat ini"


lanjut laki-laki itu lagi kemudian sembari Lucas terus membawa mobilnya entah ke arah mana menembus jalanan pagi kota Tokyo yang mulai padat dengan orang-orang yang berlalu-lalang.


kota tersebut tidak seperti di Indonesia atau bahkan Paris yang dipenuhi oleh mobil-mobil di sekitarnya, Jepang jauh lebih asri dan sedikit kendaraan yang hilir mudik, orang-orang lebih suka berjalan kaki atau bahkan menggunakan bus atau kereta saat ingin pergi ke mana pun, alasan nya karena selain hemat juga mengurangi polusi untuk negara mereka.

__ADS_1


Karla ingin bicara namun pada akhirnya dia berusaha untuk menahan setiap ucapannya saat ini, pada akhirnya dia ingin tahu apa yang dimaksud oleh kakak sepupunya tersebut saat ini, dia ingin tahu laki-laki itu akan membawanya ke mana, karena itu karena membiarkan Lukas memacu mobilnya menuju ke arah jalanan memecah langit pagi kota Tokyo begitu saja.


sembari sesekali dia mengalah dan menarik nafasnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


ada jutaan ketakutan yang menghantam dirinya saat ini bukan hanya perihal soal tidur bersama, dia ingin tahu semalam apakah Lucas mengeluarkannya di luar atau di dalam, dan bahkan pemikiran-pemikiran buruk terus menghantam Karla saat ini.


dia bahkan tidak bisa mengeluarkan air matanya sama sekali, seakan-akan dia tidak tahu apa yang sebenarnya harus dia lakukan selanjutnya setelah hari ini dan bagaimana hubungan mereka yang notabennya adalah sepupu tidak terpisahkan.


pada akhirnya hubungan tersebut akan hancur secara perlahan sedikit demi sedikit dan mungkin juga akan memangkas jarak diantara mereka cepat atau lambat.


entah berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya saat Lucas membelokkan mobilnya menuju ke arah satu tempat yang jelas dia kenali seketika membuat perempuan tersebut menurunkan keningnya dengan cepat.


Karla sontak langsung menoleh ke arah kakak sepupunya tersebut, dia sedikit membeku dan menegang saat laki-laki itu membawanya kembali ke dalam klub malam di mana dia datangi semalam.


begitu laki-laki tersebut memarkirkan mobilnya Lucas langsung turun dari mobil tersebut dan diikuti oleh Carla secara perlahan Yang masih menatap bingung ke arah depannya.


dia tahu semalam dia terjebak di sana, dia paham dan tidak memerlukan penjelasannya lagi tapi yang dia ingin ketahui adalah soal Lucas yang katanya juga dijebak oleh seseorang, dia ingin tahu siapa yang menjebak laki-laki tersebut bukan membawanya datang ke dalam klub malam itu.


hingga pada akhirnya kedua orang tersebut masuk ke dalam klub malam yang jelas telah sunyi dan sepi tidak berpenghuni selain para beberapa karyawannya.


begitu mereka masuk ke dalam klub malam tersebut ada satu pemandangan yang membuat Karla terkejut setengah mati, perempuan itu langsung menghentikan gerakan langkah kakinya dan membulatkan bola matanya dengan sempurna saat dia menyadari siapa saja yang ada di hadapannya saat ini.


"Kau?"


perempuan itu bertanya dengan nada tercekat.

__ADS_1


__ADS_2