
Airin masih sibuk berkutat di dapur sembari sesekali dia bersenandung ria, mengeluarkan suara emasnya bernyanyi memenuhi seluruh ruangan dapur di mana beberapa orang pelayan terlihat tersenyum mendengar gadis tersebut menyanyi saat ini sambil sibuk menyiapkan sarapan.
Grandma nya tampak menunggu dengan penuh kesabaran, menatap punggung cucunya yang Sejak tadi tersibuk dengan kegiatannya.
terkadang terdengar obrolan di antara mereka tentang tanya jawab normal antara Grandma dan cucunya lalu obrolan mereka menghilang untuk beberapa waktu karena fokus Airin pada apa yang ada di hadapannya.
"hari ini kamu berencana untuk pergi setelah melewati makan siang?"
Grandma nya bertanya sembari menatap punggung cucunya tersebut.
"aku pikir akan pergi sebentar setelah jam makan siang untuk melakukan sesuatu, ada berkas yang tertinggal dan harus aku serahkan kepada kak Frans hari ini, tapi aku masih melihat situasi karena aku takut di weekend biasanya keluarga besar akan berkunjung semua ke sini, mengingat kak Luca dan juga Karla ada di rumah grandma"
gadis tersebut bicara dengan cepat kemudian melirik ke arah grandma-nya.
"Jika Grandma tidak ingin aku pergi aku juga tidak mungkin pergi"
__ADS_1
lanjut Airin lagi sambil mengembangkan senyumannya.
"tidak perlu memaksakan diri, malam masih ada, aku harus menyerahkannya pada kapan karena itu masalah proyek baru yang harus dilakukan oleh Abraham company, aku tidak boleh mengacaukan nya Grandma"
mendengar ucapan cucunya wanita tua itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya, dia tidak melanjutkan pertanyaannya hanya menatap Airin untuk beberapa waktu.
tidak tahu kenapa tapi hatinya gelisah seolah-olah ada hal yang akan terjadi dan dianggap tidak baik-baik saja.
namun wanita tua tersebut mencoba untuk menepis perasaannya, dia pikir itu hal yang wajar dan normal terkadang manusia sepertinya akan mendapatkan satu firasat yang tiba-tiba padahal sebenarnya paling hanya perihal kecil sebenarnya mungkin tidak penting.
"jika pergi malam jangan lupa bawa teman, kamu bisa meminta Anka untuk menemanimu"
"Baiklah"
dan Airin menjawab dengan cepat sembari membalikkan tubuhnya dan kembali berputar dengan kegiatannya.
__ADS_1
gadis tersebut tidak pernah berkata tidak atau menjawab dengan cara yang kasar, meskipun terkadang dia tidak setuju dengan saran seseorang atau tidak ingin menjalani apa yang dikatakan oleh orang lain, yakinlah dia selalu menjawab dengan ramah dan berkata baiklah.
meskipun mungkin dia tidak akan melakukan seperti apa yang disarankan oleh orang lain, dia selalu berusaha menghargai pendapat orang lain yang penting menyakiti perasaan mereka.
dan Airin tidak bermaksud untuk tidak melakukan apa yang disarankan oleh orang-orang, karena terkadang di berikutnya itu hanya hal kecil dan sepele yang tidak perlu merepotkan orang lain.
gadis tersebut kembali menggerakkan jemari-jemari tangannya dengan lincah untuk menyiapkan sarapan pagi semua orang di dalam mansion tersebut, hingga entah berapa lama waktu berlalu dia berhasil menyelesaikan semuanya.
Dibantu oleh salah satu pelayanan rumah, mereka mulai menghidangkan makanan sarapan pagi untuk semua orang di atas meja makan.
"Sebaiknya Grandma minta pelayan membangunkan kedua orang tersebut, hari sudah terang tapi mereka tidak kunjung turun untuk mendapatkan sarapan mereka"
tiba-tiba saja Grandma nya bicara dengan cepat kemudian melirik ke arah atas.
mendengar ucapan wanita tua tersebut seketika membuat Airin membulatkan bola matanya.
__ADS_1
'biar aku saja yang membangunkan mereka"
gadis tersebut buru-buru membuka afronnya, dia bikin cukup serakah jika orang lain yang membangunkan kedua orang tersebut, dia tahu kakaknya dan Karla tidak mungkin tidur di kamar terpisah.