GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Begitu merindukan nya


__ADS_3

Indonesia


Mansion utama keluarga Karla.


"Aku pikir akan berkunjung ke Paris"


Nyonya Wilona bicara sambil melirik kearah suaminya dengan cepat, sudah beberapa hari ini ingin sekali pergi ke Paris, merindukan Karla yang pulang ke rumah hanya di acara perayaan besar saja.


Tahun ini bahkan belum pulang sama sekali, berkata hanya akan pulang di tahun baru nanti.


Bayangkan ibu mana yang tidak merindukan putrinya setelah sekian lama tidak bertemu?!.


Dia masih menyiapkan tas juga sepatu suaminya yang bersiap pergi ke perusahaan.


"Ada Anka disana, Karla sedang sibuk-sibuknya dengan kegiatan kuliah nya, kita hanya akan mengganggu nya jika pergi sekarang"


Daddy Karla bicara dengan cepat, melanjutkan aktivitasnya membaca majalah yang ada di hadapannya, laki-laki tersebut cukup cuek dengan keadaan, dia tahu istrinya tengah rindu berat pada putri kesayangannya, tapi keadaan cukup memaksa mereka bersabar, Karla tengah dalam masa sibuk mengejar sidang skripsi nya disana.


"sebentar saja mungkin satu atau dua hari, setelah itu kita bisa pulang dan kembali beraktivitas seperti biasanya"

__ADS_1


wanita itu meminta kepada suaminya untuk mau menuruti kemauannya, sedikit memaksa karena gelisah.


Membawakan sebuah dasi untuk laki-laki tersebut, berdiri menatap Mack dalam beberapa waktu.


Mack akhirnya meletakkan koran di tangan nya, memilih berdiri dari posisi nya dan bergerak mendekati istri nya itu, dia membiarkan wanita tersebut mulai memasangkan dasi ke kera pakaiannya.


"Begitu merindukan nya hingga seperti ini hmmm?"


Laki-laki tersebut menelusuri wajah istrinya, menatap kearah sosok wanita tersebut yang terlihat gelisah.


"Kamu tahu sendiri bagaimana gelisah nya aku hmm"


Ucap Wilona kemudian.


Dia bicara sambil membenahi dasi suaminya, tangan nya bergerak begitu lembut, membiarkan semua gerakan Jemari nya menuntun bahan berwarna hitam tersebut melingkari leher suaminya dan membentuk simpul indah disana.


Tuan Mack Abraham terlihat mengulumkan senyuman nya, menatap wajah istrinya untuk waktu yang cukup lama.


"Sudah lebih dari 15 tahun sejak kejadian hari itu, aku bahagia perasaan kamu pada Karla tidak berubah"

__ADS_1


Tiba-tiba laki-laki tersebut bicara seperti itu, menaikkan sedikit kepalanya saat nyonya Wilona meminta nya untuk mendongakkan kepalanya.


Mendengar ucapan suaminya sejenak wanita tersebut menghentikan gerakan tangannya, kata-kata Mack seketika membuat wanita tersebut terdiam.


Entah apa yang ada didalam pikiran nya, wanita tersebut memejamkan sejenak bola mata nya.


Ingatan yang mengoyak hati nya kembali menyeret Dirinya pada pusara ingatan mengerikan masa lalu, melibatkan banyak orang didalam nya yang bahkan menyeret 4 penerus kerajaan bisnis besar hampir pada hari kematian mereka.


Dia merasa marah tapi juga merasa bersalah.


"Bagi ku dia tetap Orang yang sama"


Ucap nya kemudian, tidak ingin menatap suaminya sama sekali.


"Tentu saja sama, tidak ada yang berubah, hanya tubuh mereka, tapi tidak hati dan juga kebiasaan nya, meski bagaimanapun Karla tetap lah bagian yang sama di antara kita"


Laki-laki tersebut memeluk lembut tubuh istrinya,menghela nafasnya secara perlahan sambil memejamkan bola matanya, tangan kanan laki-laki tersebut mengelus lembut puncak kepala sang istri nya itu.


"Ayo pulang ke Paris untuk melihat nya"

__ADS_1


Ucap Wilona lagi kemudian.


"Setiap kali kami berjauhan, seolah-olah pikiran buruk menghantam ku Mack, aku takut kehilangan dirinya untuk kedua kali nya"


__ADS_2