GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Hubungan sehat


__ADS_3

Mansion utama Grandpa dan Grandma Alexander.


"Lucas sudah bangun?"


Airin terlihat mulai turun dari atas tangga Ketika Grandma nya bertanya soal kakak laki-laki nya, gadis tersebut bersiap untuk bergerak menuju kearah dapur, menerima afron(Celemek masak) dari salah satu pekerja rumah tangga Grandma nya yang menunggu dia sampai pada anak tangga terakhir bawah.


"Aku pikir belum, Grandma kakak masih cukup lelah, dia berkutat berbulan-bulan dengan urusan perusahaan, bahkan lupa dengan waktu liburan nya, terakhir di Swiss kembali lagi ke Paris, kini harus lari lagi ke Indonesia, aku pikir biarkan kakak menghabiskan weekend nya dalam tidur panjangnya sejenak"


Airin bicara cepat, menggunakan afron yang diberikan pelayan rumah kepada dirinya, dia mendekati grandmanya yang duduk di kursi roda dan mencium wanita tua tersebut dengan cepat.


"Morning grandma, I love you dan semoga panjang umur selalu"


Barisan harapan diberikan gadis tersebut pada Grandma nya.


"Aku selalu berdoa agar aku panjang umur karena ingin melihat mu menikah"


wanita tua tersebut menjawab dengan cepat, Airin terlihat mengulumkan senyuman nya saat mendengar jawaban dari Grandmanya.


"Yeah biarkan dia tidur hingga sedikit siang, dia dan Karla benar-benar serupa tapi tidak sama"

__ADS_1


Wanita tua tersebut kembali bicara.


"Perjalanan panjang Paris-indonesia lumanyan melelahkan, Grandma tahu rasanya.


Airin bicara lagi sambil terus mengembangkan senyuman nya.


"Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Mike?"


wanita tua itu bertanya saat Airin yang kini berjalan memutar ke bagian belakang nya dan mendorong kursi roda yang dia duduki menuju ke arah dapur.


"tentu saja baik, setelah lamaran kemarin pihak keluarga sedang berusaha untuk mencocokkan tanggal dan mencari tanggal pernikahan terbaik kami"


meskipun dia tahu rasa cinta Mike kepada dirinya begitu besar, bahkan laki-laki tersebut rela melakukan apapun untuk dirinya, tidak dipungkiri terkadang ada sedikit pertengkaran yang acap kali terjadi pada mereka, baginya itu hubungan yang normal untuk sepasang kekasih.


"aku harap kamu tidak hamil lebih dulu sebelum pernikahan, itu akan mempersulitnya untuk menggunakan pakaian"


grandmania berucap dengan cepat sembari melirik ke arah dirinya.


Airin seketika tertawa terkekeh ketika mendengar ucapan Grandma nya.

__ADS_1


"oh my God, tentu saja tidak grandma, Mike tidak pernah menyentuhku hingga melampaui batasannya, ketika dia hampir kebablasan aku mengingatkannya begitu juga sebaliknya dengan diriku"


mereka benar-benar menjalani pacaran sehat ala anak muda zaman dulu, ingat di mana mereka tinggal, Indonesia!. Yah Indonesia masih banyak menjunjung kata gadis perawan, cukup berbeda dengan dunia luar yang keperawanan jelas sudah tidak dipertanyakan lagi.


mendengar ucapan cucunya wanita tua tersebut jelas merasa lega, dia cukup takut jika Airin ikut pergaulan anak-anak muda zaman sekarang di mana mereka bebas melakukan sek...s sebelum menikah dan itu sangat mengkhawatirkan sekali baginya.


"Mungkin ini prinsip, aku tidak suka sek..s sebelum menikah, daddy terus memperingatkan ku soal itu, bahkan bibi Wilona selalu mengingatkan ku, jangan sampai menyesal, ahhh aku suka gaya bibi yang cukup cerewet menasehati ku"


Airin menghentikan gerakannya, dia membiarkan Grandma nya melihat dirinya yang akan mulai mempersiapkan menu makanan untuk sarapan pagi, seorang pelayan perlahan bergerak untuk membantu dirinya.


Wanita tua Alexander tersebut sejenak menatap punggung cucunya, entah kenapa tapi Seolah-olah ada perasaan tidak enak menghantam nya.


"Jika pergi keluar berhati-hati lah, perasaan Grandma sedikit tidak enak"


Ucap wanita tua itu pelan.


"Baiklah Grandma"


Airin menjawab cepat sambil mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


__ADS_2