
Kembali ke Karla dan Lucas
Restoran xxxxxxx
pusat kota.
"Bukankah ini terlalu kejam?"
Lucas bertanya pada Karla, menatap istrinya untuk beberapa waktu.
Karla sama sekali tidak menampilkan ekspresi nya, dia diam sembari menatap balik bola mata istrinya tersebut.
"Kenapa? aku bagaimana bisa hidup mendua? bagaimana bisa aku bertahan dalam keadaan? ini berat, aku tidak bisa mengikuti keinginan mommy Bianca, Karla"
Dia bicara, protes dengan apa yang di ucapkan oleh Karla agar dia berkencan dengan Hayat dan menikah dengan gadis tersebut.
__ADS_1
"Mari pergi dari kehidupan Alexander, kita bisa memulai semuanya dari awal, kita bisa melakukan apapun di luar sana sesuai keinginan kita, aku tidak perduli pada Alexander lagi saat ini, aku bisa melepas kan semuanya dan meninggalkan semua fasilitas ku untuk kita"
Saat Lucas bicara panjang lebar, Karla langsung memotong ucapan laki-laki tersebut.
"Tapi kita tidak bisa menutup realita, uang adalah segala-galanya, aku tidak akan bisa bertahan tanpa nya, dan saat Alexander mendepak kita dari mereka, kakak tidak akan mendapatkan pekerjaan apapun di luaran sana, kita akan berada di titik terbawah dalam kehidupan kita, aku tidak yakin bisa hidup di jalanan hanya bermodalkan kata Cinta"
Dan ucapan perempuan tersebut benar-benar membuat Lucas terkejut, dia menatap Karla untuk waktu yang cukup lama.
"kita tidak sedang tinggal di dunia dongeng, ini bukan film atau novel fiksi remaja, tapi ini kehidupan nyata kak, tidak ada satu orang pun yang mampu bertahan tanpa pekerjaan pasti dan uang, tidak ada satu perempuan pun yang mau hidupnya laki-laki yang tidak memiliki apa-apa"
Karla tahu ucapannya akan menyakiti Lucas, tapi realita nya siapa yang mau makan cinta?!.
Minyak, gas,beras, listrik, sewa rumah dan lain sebagainya jelas membutuhkan uang, tidak akan ada yang mampu bertahan hidup dalam lingkaran cinta, hanya menatap laki-laki yang kata nya cinta sejatinya tanpa semua kebutuhan yang mampu terpenuhi, segila-gila nya perempuan tidak akan ada yang mampu bertahan tanpa itu semua.
Minimal setiap hari mereka butuh makan, terkadang melihat pakaian di pajang di toko pakaian mereka juga menginginkan nya, jangan kan untuk beli skincare, untuk beli odol dan sabun mereka juga jelas membutuhkan uang.
__ADS_1
"Hidup dengan bermodalkan cinta saja itu tidak cukup, mungkin kita mampu bertahan di tahun pertama, tapi ditahun-tahun berikutnya aku tidak yakin diantara kita mampu bertahan, aku takut salah satu dari kita pada akhirnya berpaling, bahkan tidak dipungkiri aku yang lebih dulu berpaling saat laki-laki lain menawarkan kemewahan"
Dan dia tidak naif, bicara seperti itu sembari menatap dalam bola mata laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Alexander group mampu membuat kakak tidak bisa mendapatkan pekerjaan dimanapun, dan kita tidak akan bertahan dengan atas nama cinta"
Lucas terlihat diam, mencoba untuk memejamkan bola matanya.
"Pergilah berkencan dengan Hayat dan penuhi keinginan Untie Bianca, hingga tidak membuat kecurigaan semua keluarga besar Alexander dan Cameron, yakinkan semua orang kita tidak memiliki hubungan apa-apa, setelah kakak mendapatkan Alexander sepenuhnya, baru kakak mengambil ku kembali dan menentang semua orang"
Ucap Karla kemudian sambil menyentuh lembut telapak tangan Lucas.
"Itu artinya kita menyakiti gadis lain yang tidak berdosa"
Jelas saja Lucas berkata begitu, menatap keegoisan semua orang termasuk Karla pada putri Azzurra, Hayat Heim Hazal.
__ADS_1
Dia bagaimana bisa mempermainkan perasaan gadis yang tidak bersalah di antara kisah mereka.
Pada akhirnya akan ada banyak sekali yang terluka diantara mereka