
Saat mendengar kata-kata Hayat seketika Karla tercekat.
"Lu..na meminta daddy nya menjodohkan dirinya dengan Lucas?"
Tenggorokan Karla terasa tercekat, dia menatap kearah Hayat dengan pandangan yang sulit diartikan, cukup tidak percaya mendengar ucapan gadis tersebut.
tidak berbaur selama berbulan-bulan pada keluarga besar, membuat dia kehilangan berita besar diantara semua orang.
Bahkan orang tuanya sama sekali tidak pernah membicarakannya kepada dirinya soal itu.
"Oh come Karla kamu bicara seolah-olah kamu juga tidak tahu? bukankah informan pertama di keluarga Alexander dan Winter itu adalah kamu? bagaimana kamu malah balik bertanya pada ku?"
Hayat bertanya sambil mengerutkan keningnya, menatap bingung kearah sahabat baiknya itu.
"jangan bilang kamu sedang bertapa untuk menjadi seorang biksu atau biarawati, menghindari semua Orang dan mengurung diri dikamar hingga berbulan-bulan lamanya?"
Lagi gadis tersebut bicara sambil menatap tidak percaya pada Karla.
melihat Karla sama sekali tidak menampik apa yang diucapkan olehnya seketika membuat gadis tersebut menggelengkan kepalanya.
"gila kau benar-benar melakukannya?"
tanya hayat kemudian dengan tatapan tidak percaya.
tidak paham apa yang terjadi di Jepang kala itu tapi yang dia tahu hubungan Karla dan Lucas tidak baik-baik saja setelah pagi di mana mereka bertemu.
dia pikir biasanya kedua sepupu itu akan bertengkar kemudian akan akur kembali setelah beberapa waktu tapi sepertinya pertengkaran kali ini benar-benar menjadi luar biasa dan cukup menyita waktu dan juga pikiran.
pertengkaran kali ini seolah-olah berada di batas ambang wajar di mana kedua-duanya tiba-tiba menjadi begitu aneh antara satu dengan yang lainnya, bahkan Karla benar-benar menghindari Lucas dengan berbagai macam cara.
"pertengkaran kalian kali ini membuatku cukup curiga"
tiba-tiba hayat bertanya sembari menaikkan ujung alisnya.
"aku bertanya-tanya kesalahan besar apa yang telah dilakukan oleh Lucas pada dirimu pada hari itu, ini sangat membuatku cukup frustasi untuk memikirkannya"
__ADS_1
Lanjut gadis itu lagi sembari terus menatap Karla dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan, dia terlalu curiga dengan keadaan.
mendengar ucapan Hayat yang terus mengoceh dan menatapnya dengan kecurigaan, seketika membuat Karla menjadi sedikit panik, perempuan itu buru-buru membuang pandangannya kemudian dia langsung menarik handuk yang ada di atas kursi sofa di sudut kamar tersebut.
"aku pergi mandi dulu setelah itu mari kita menghabiskan sarapan"
seolah-olah sengaja menghindari tatapan sahabat baiknya itu, perempuan tersebut bergerak dengan cepat pergi menuju ke arah kamar mandi.
Hayat menatap punggung sahabatnya untuk beberapa waktu, dia memicingkan sedikit bola matanya, entah apa yang dipikirkan oleh gadis tersebut saat ini.
******
Meja makan
keluarga besar Karla.
"Mommy pikir kamu tidak akan bangun lagi dari tidur lelapmu"
nyonya Wilona bicara cepat sembari menghidangkan menu sarapan pagi untuk Karla dan Hayat, wanita itu melirik ke arah putrinya untuk beberapa waktu kemudian dia membuang pandangannya.
sejenak wanita itu menatap Curiga ke arah putrinya, dia tidak pernah berpikiran yang tidak-tidak atau bahkan mencurigai Lucas akan berbuat hal yang tidak tidak pada putrinya mengingat bagaimana cara laki-laki tersebut memperlakukan Karla selama ini.
"jangan berpikiran yang macam-macam mom"
perempuan itu menjawab dengan cepat tapi tidak ingin menatap wajah mommy nya sama sekali, dia memilih mengambil Sandwich yang ada di atas piring, enggak untuk bicara atau berdebat saat ini.
"So? jika dia tidak berlaku yang tidak tidak padamu lalu kemarahan apa yang berlaku? apa kamu benar-benar marah saat malam itu dia menyeretmu untuk keluar dari klub malam dan membawamu pulang? kamu tahu kamu yang cukup keterlaluan karena pergi ke Jepang tanpa diketahui oleh semua orang lalu pergi ke klub malam tanpa izin dari mommy dan daddy, itu benar-benar mengerikan"
dan wanita itu terus mengoceh, mulai marah saat ingat Karla bergerak melampaui batasannya tanpa izin dari semua orang mengingat usia karena jelas masih sangat muda.
"kamu bahkan baru mendapatkan kartu tanda pengenalmu, bagaimana bisa kamu keluar masuk klub malam tanpa izin dari kami"
setelah berkata seperti itu wanita itu menghela nafasnya dengan kasar, sepertinya dia benar-benar kesal dengan keadaan.
Karla sama sekali tidak menjawab ocehan dari mommynya, dia mencoba untuk menghabiskan Sandwich yang ada di tangannya, sejujurnya selera makannya tidak baik-baik saja saat ini, selain karena mendengarkan ocehan dari mommynya, mengingat soal Luna yang meminta perjodohan sendiri kepada Lucas membuatnya semakin gelisah.
__ADS_1
"Mommy ingin memberitahukanmu tentang sesuatu"
tiba-tiba nyonya Wilona bicara, dia menghentikan gerakan tangannya yang sibuk menyusun berbagai macam sayuran di dalam bagian kap-cap kaca yang akan disusun ke dalam lemari pendingin.
"Mommy dengar Luna meminta untuk dijodohkan dengan Lucas, tapi Lucas berkata dia tengah menunggu seseorang untuk membuat keputusannya, apakah laki-laki itu memiliki seorang kekasih? keputusannya katanya berdasarkan perempuan yang ditunggu tersebut"
wanita itu bicara dengan cepat sembari menatap ke arah Karla yang tengah mengunyah sandwich terakhirnya.
mendengar ucapan mommynya seketika perempuan itu menghentikan kunyahannya, dia buru-buru mendongakkan kepalanya lantas menatap ke arah mommy nya.
"Ya?"
"Lucas bilang dia menyukai seseorang, jika perempuan itu menerima cintanya dia bilang dia akan menolak Luna, tapi jika perempuan itu menolaknya maka dia bilang dia memutuskan untuk menikah dengan Luna"
nyonya Wilona jelas mengurutkan keningnya dan cukup tidak setuju jika Lucas menerima Luna sebagai calon istrinya, mengingat perempuan tersebut tidak memiliki hal yang baik menurut dari segi sudut pandangnya.
Luna hanya tidak sepadan dan tidak pantas untuk Lucas dengan karakter yang sangat berbanding terbalik pada ponakannya itu.
"apa kamu tahu siapa kekasih Lucas saat ini? bibi Bianca mu dibuat galau dan penasaran olehnya"
lanjut wanita itu lagi kemudian.
Karla terlihat membeku untuk beberapa waktu kemudian dia melirik ke arah handphonenya yang ada di atas meja yang kini berdering dengan sempurna.
perempuan itu meraih handphonenya untuk beberapa waktu sembari dia masih menatap mommy nya sambil menggelengkan kepalanya.
"Lucas tidak pernah bercerita padaku tentang perempuan yang dia cintai"
jawab perempuan tersebut secara perlahan kemudian bola matanya menatap ke arah layar handphonenya untuk beberapa waktu.
sebuah pesan Tampak muncul di layar handphonenya, perempuan itu mengintip isi dari pesan tersebut.
Aku menunggu mu malam ini, jika kamu tidak datang kemungkinan besar aku akan menikah dengan Luna.
Barisan demi barisan kalimat tersebut tertulis di layar handphone nya, Hayat mencoba untuk mengintip tapi Karla buru-buru membalikkan handphone nya dengan cepat n
__ADS_1