GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Bukan aku tapi dia


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan di hotel malam-malam begini?"


Satu wajah muncul dihadapan Anka, jelas aja gadis tersebut membulatkan bola matanya karena terkejut, menatap wajah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan ekspresi yang begitu luar biasa tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


",Kak?"


Dia tercekat dan wajahnya langsung memucat.


itu adalah kak fransnya dia pikir bagaimana bisa laki-laki itu ada di sini saat ini.


"Aku Mencoba mengejar Karla, maksud ku aku melihat Karla masuk kedalam...."


gadis tersebut bicara dengan cepat berusaha untuk menjelaskan pada Frans jika dia melihat Karla masuk ke dalam hotel.


"Apa kamu sedang berusaha membuat alibi dan melindungi dirimu sendiri dengan menjual nama Karla? kau ingin berkencan dengan kekasihmu di dalam sini?"


demi apapun kalimat Frans benar-benar memojokkan dirinya dan mengintimidasi dirinya, Anka jelas saja gelagaban dan bingung setengah mati, dia tidak menyangka masuknya ke hotel tersebut membuat dia tersudutkan, bahkan perbuatannya menjadikan dirinya tersangka di hadapan laki-laki dihadapan nya tersebut.


Dia mencari mati untuk dirinya sendiri.


"Kak tentu saja tidak, bagaimana mungkin..."


"Apa kau sering melakukan nya?"


Laki-laki tersebut kembali bertanya, dia mengeluarkan handphonenya kemudian berkata.

__ADS_1


"Aku akan menghubungi Paman dan minta seseorang membawa mu pulang, kita akan memeriksa dirimu apakah kau masih seorang perawan"


"What...no...kak... kenapa?"


Anka jelas gelagapan, dia pikir bagaimana bisa kakak sepupu nya berpikiran seperti itu.


"Tentu saja aku tidak pernah melakukan nya, apa kakak gila? aku masih perawan"


Anka jelas panik, dia mengoceh dan berteriak kesal, bagaimana bisa Frans menuduh nya yang tidak-tidak.


jangankan harus kehilangan keperawanan nya, dia bahkan belum pernah pacaran, mengenal laki-laki saja dia tidak berani bagaimana bisa dia kehilangan harta berharga nya.


Nasehat mommy nya Begitu mengerikan soal laki-laki.


Jangan percaya laki-laki, mereka buaya akut tingkat tinggi, bahkan setelah coba dan cicip mereka akan membuang mu seperti sampah.


Anka berusaha merebut handphone dari Frans, tapi karena tubuh Anka tidak lebih tinggi dari Frans dia menjinjit berkali-kali untuk mendapatkan nya, membuat orang-orang disekitar nya menantap ke arah Frans dan Anka.


"Jangan hubungi daddy, aku tidak masuk kesini untuk berkencan, aku benar-benar melihat Karla masuk kedalam sana"


Anka terus melakukan pembelaan diri,mana Sudi dia dituduh yang tidak-tidak oleh kakak sepupunya tersebut.


"Seharusnya kakak mencurigai Karla, dia bersikap aneh Belakangan, bahkan aku berkali-kali melihat sesuatu yang aneh di dada dan lehernya, jangan mengintimidasi diriku, tapi kakak seharusnya memperhatikan Karla dengan baik, dia mencurigakan"


Anka terus menyerang Frans dengan rentetan perkataan dari balik bibir nya.

__ADS_1


Sejenak Frans membeku, pikirannya berkacamuk menjadi satu, dia pikir Karla dan Lucas benar-benar cari masalah.


Ditengah keadaan, tiba-tiba saja satu suara mengejutkan mereka.


"apa yang kalian lakukan disini?"


Suara seorang gadis mendominasi, secepat kilat mereka menoleh.


"Airin?"


Anka mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu ada disini?"


Demi apapun Anka bingung, Kenapa ada si bungsu Alexander di sini.


"Tentu saja untuk menemui Karla, kami punya janji temu di atas, membicarakan sedikit urusan bersama"


Gadis cantik itu bicara dengan cepat.


Itu adalah adik bungsu Lucas.


mendengar ucapan gadis tersebut seketika Anka terdiam, dia merasa sedikit malu.


"Ahhhh? dia benar-benar masuk kedalam dan aku pikir..."

__ADS_1


Anka bicara serba salah.


__ADS_2