GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sesuatu yang terasa hilang


__ADS_3

Masih di


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Kamar Sanders.


Swiss.


"Kamu bilang apa, Om?"


Airin jelas tercekat mendengar apa yang diucapkan oleh Sanders Efron, dia membeku untuk beberapa waktu sembari mengedip-ngedipkan bola matanya, mencoba untuk memahami apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


mungkin bagi Airin dia terlihat membeku karena terkejut hanya gerakan refleks mengedip-ngedipkan bola matanya, namun siapa tahu ekspresinya yang seperti itu membuat Sanders Efron sedikit terganggu dan juga mematung menatapnya untuk beberapa waktu.


Oh shi.t.


Laki-laki tersebut mengumpat, dia pikir kenapa gerakan mata perempuan dihadapan nya mengganggu dirinya.


"Haruskah aku mengulangi nya lagi? pernikahan mu telah di Batal kan, sudah puas mendengar nya?"


Sanders Efron bicara dengan kesal, duduk dengan cepat disamping Airin, membuat gadis tersebut seketika terkejut dalam dua artian, pertama karena Sanders Efron bicara dengan mantan jika pernikahan dia dan Mike dibatalkan kedua bagaimana bisa laki-laki tersebut tiba-tiba langsung naik ke atas kasur dan tepat berguling di sampingnya, membuat Airin seketika terkejut dan mencoba untuk menggeser tubuhnya.


"Kau...mau apa, Om akhhh"


Dia mencoba bergeser gelisah, bertanya kesal kearah Sanders Efron, tapi begitu dia menggeser tubuhnya tiba-tiba saja dia merasa bagian intinya berdenyut nyeri dan sakit.


Airin meringis, memejamkan bola matanya sejenak.


Dia merasa ada yang aneh di milik nya, Airin terlihat gelisah.


Sanders Efron langsung menaikkan ujung alisnya, menatap kearah Perempuan tersebut dengan cepat.


"kenapa?"


Dia bertanya.

__ADS_1


Airin diam sejenak, menatap kearah Sanders Efron untuk beberapa waktu, dalam hitungan detik berikutnya dia membentak laki-laki tersebut.


"Ini karena mu, mengurung ku di ruangan pembeku, tubuhku sakit semua, Bahkan hingga keseluruhan persendian tulang otot luar dalam ku jadi kaku dan keram, dan Ohhhh..."


Airin pikir kenapa kedua pahanya terasa pegal dan kebas, dia seperti habis lari maraton keliling lapangan bola, begitu pegal dan sakit, tadi dia sama sekali belum menyadarinya karena dia tidak melakukan pergerakan pada seluruh tubuhnya dan saat ini ketika dia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya dia baru merasakan seluruh tubuh bagian bawahnya terasa aneh.


Airin sejenak memiringkan kepalanya.


Seluruh tubuhnya aneh, bahkan dia merasa dadanya pun sakit dan pegal seolah adanya sudah menggigitnya dan entahlah.


Airin terlihat bingung.


"Istirahat lah, kau masih butuh waktu membiasakan diri dengan semuanya"


bisa-bisanya sanders Efron berkata seperti itu, membuang air yang langsung membulatkan bola matanya.


"apa kau berencana untuk melakukannya lagi?"


pikiran Airin adalah apa kamu mungkin Sanders akan kembali memasukkannya ke dalam ruangan pendingin.


"Yeah tentu saja, aku ingin melakukan nya berulang-ulang kali"


Dia membayangkan suara seksi perempuan tersebut saat mereka melakukan sesi per.cinta.an dalam keadaan sadar, dia yakin teriakan Airin pasti begitu dahsyat, mampu membuat dia menggila di atas nya.


"Yakkkk"


Airin pikir Sanders benar-benar berniat membunuhnya di ruangan pendingin, Karena kesal dia mencoba untuk memukul kepala sanders dengan tangan kirinya sebab dia tidak bisa melakukan nya dengan tangan kanannya mengingat selang infus tertancap di sana.


namun alih-alih bisa melakukannya dengan tangan kirinya tiba-tiba saja Sanders Efron dengan cekatan menangkap pergelangan tangannya.


"Kau benar-benar berniat membunuh ku? aku punya salah apa pada mu hingga kamu tega sekali pada ku?"


Perempuan tersebut berusaha melawan, tapi dia tidak bisa banyak melakukan pergerakan mengigat banyak sekali bagian tubuhnya yang sakit terutama pada bagian intinya yang membuat dia sulit bergerak banyak karena sakit dan nyeri.


"Itu tidak akan membunuh mu, kau bahkan bisa menjerit nik.mat dibuat nya"


"what? apa kau seorang psikopat? kau sialan, kau pikir aku menikmati nya? aku bahkan hampir mati semalam"


"Kau menikmati nya, bahkan berkali-kali kau mengeluarkan suara indah mu dan mengencangkan genggaman mu"

__ADS_1


Oh my god, Airin pikir dia benar-benar bertemu dengan psikopat gila, Malaika maut mencabut nyawa, perempuan tersebut mendengus tidak percaya sembari menatap laki-laki yang ada di sisi kanannya tersebut.


"setelah apa yang kau lakukan padaku di mana aku kedinginan Dan hampir mati kalau bilang aku menikmatinya? kok bener-bener malaikat pencabutnya yang tidak memiliki perasaan, dan kau psikopat gila yang menjijikkan"


Airin berteriak histeris, mencoba meraih tangan Sanders Efron dan berusaha untuk menggigit nya.


Sanders Efron seketika menyadari pembicara mereka, dia bukan bicara soal lowongan pendingin tapi yang dia bicarakan adalah soal sesi panas yang mereka lewati semalam.


dia pikir mereka berdua mengobrol kan dua hal yang berbeda dengan seketika Hal itu membuat Sanders ingin tertawa terbahak-bahak.


"Oh god"


dia langsung diam dan berusaha untuk memijat-mijahan kedua beritanya dengan Jemari tangan kanannya.


namun baru saja dia melakukan hal tersebut tiba-tiba tangan kirinya diraih oleh Airin dan semua gigitan telak menghantam dirinya.


"Akhhh Oh shi.t...."


laki-laki tersebut terkejut setengah mati, rasa berdenyut-denyut ada di pergelangan tangan kirinya, dia cukup marah, ingin sekali membuat perhitungan pada Airin, Perempuan itu terlihat keterlaluan, rasanya Airin melampaui batasan nya, tapi belum juga bisa dia berhasil menampakkan kemarahan nya, Perempuan tersebut tiba-tiba meringis dan menangis.


Sanders Efron seketika membeku.


"Airin?"


"Rasanya sakit...."


Tiba-tiba Airin menangis, entahlah dia tidak tahu Kenapa, tapi rasanya ada sesuatu yang aneh dan hilang.


Sakit di sekujur tubuh, bagian bawahnya yang menyiksa, penikahan yang dibatalkan dan dia merindukan mommy nya.


Sebenarnya ada apa dengan semua nya? dia perempuan yang begitu kuat, mampu berdiri di kedua kakinya, tidak bergantung pada orang lain, tidak pernah menangis meskipun keadaan sulit dan rumit.


tapi tidak tahu kenapa hari ini tiba-tiba saja dia ingin menangis, rasanya seperti ada sesuatu yang hilang, seakan-akan membuatnya tidak ikhlas dengan keadaan, sesuatu yang tidak dia ketahui apa dan kenapa di mana tiba-tiba dia merindukan mommy nya.


Sanders Efron seketika membeku, menatap Airin yang menangis terisak tapi mencoba untuk menahan suaranya.


Berapa puluh tahun dia hidup? ini kali pertama dia melihat seorang perempuan Menangis dan dia tiba-tiba tersentuh, dan percayalah untuk pertama kalinya dia merasa bersalah karena meniduri seorang gadis dengan cara picik nya.


"Apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


Dan ini untuk pertama kalinya dia menurunkan oktaf suara nya, mencoba untuk tidak berani bicara banyak saat seorang perempuan menangis dihadapan nya.


__ADS_2