GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sedikit terganggu


__ADS_3

Mereka melewati makan malam bersama, menghabiskan waktu sambil bercerita, terkadang terdengar suara cekikikan mereka, seolah-olah melepaskan kerinduan dan beban di dada.


Lucas memperhatikan tiap kebutuhan Karla, menuangkan minuman atau bahkan mengambil beberapa hidangan untuk diletakkan di piring istri nya.


Mereka menikmati makan malam berdua tanpa hambatan sedikitpun Sembari sesekali bercerita soal banyak hal lainnya.


"Kita akan kembali ke Indonesia di akhir bulan ini, setelah menyelesaikan kuliah kamu, daddy minta aku dan Noah memutar posisi diperusahaan, Noah kembali ke Paris, aku ke Indonesia, ini mungkin akan menyulitkan hubungan kita"


Lucas mulai membuka suaranya, dia sebenarnya agak gelisah, perpindahan yang dilakukan oleh daddy Alexander membuat dia beberapa hari ini tidak tenang, kembali ke Indonesia jelas bukan perihal baik untuk hubungan mereka.


Kemarin rencananya bukan begini, jika dia tetap mengelola perusahaan di Paris, begitu menyelesaikan kuliahnya Karla akan dia masukkan ke perusahaan Alexander di Paris, itu akan mempermudah akses mereka untuk terus bersama, tinggal di mansion dan menjalani kehidupan normal, mencari timing waktu yang tepat menyusun rencana untuk membicarakan hubungan mereka.


Tapi perputaran posisi tiba-tiba dilakukan oleh daddy nya, kata nya atas permintaan mommy nya, membuat Lucas cukup gelagapan.


Mereka akan kesulitan untuk terus bersama, tinggal bersama bahkan tidur di kamar yang sama, menyusun rencana akan jauh lebih sulit setiap kali berhadapan dengan mommy nya.


Nyonya Alexander tidak semudah yang dibayangkan oleh orang-orang


"Aku tahu, kita bisa melakukan nya saat aku memiliki waktu luang, mengatur rencana untuk bicara dengan Tante lebih dulu"

__ADS_1


Saat Karla berkata begitu Lucas menggelengkan kepalanya.


"No... kita tidak bisa memulai nya dari mommy, untuk membuka jembatan penghubung kita harus memulainya dari orang yang paling mudah untuk didekati dan paling mudah untuk diajak berkompromi, pilihan yang jelas adalah daddy mu, kamu paling tahu bagaimana paman, paling gampang untuk diajak bicara dan bertoleransi"


"Tapi tidak untuk anak-anak nya Lucas"


Karla protes.


dia tahu bagaimana sifat daddy nya, betul-betul semua memang sosok yang gampang untuk diajak berkompromi, selesai melakukan kesalahan daddy nya jelas tipe orang yang gampang memaafkan, bahkan laki-laki itu tidak pernah marah kecuali baginya sesuatu tersebut memang melampaui batasan.


tapi dia tidak yakin jika daddy nya akan tenang-tenang saja, bayangkan ayah mana yang akan diam dan menerima jika putrinya menikah sembunyi-sembunyi di belakang semua orang selama 3 tahun lebih bahkan dengan keponakan nya sendiri, putra dari saudara istri nya sendiri.


Karla menghela pelan nafasnya.


"jangan khawatirkan soal apapun bukankah sudah kubilang aku akan mengatasi semuanya?"


Lucas bicara sambil menatap dalam bola mata Karla.


"Yah aku tahu itu"

__ADS_1


perempuan itu kemudian mencoba menikmati minumannya, meneguk wine yang ada di hadapannya secara perlahan.


Hingga pada akhirnya setelah mereka menyelesaikan makan malam, Lucas membawa sang istrinya menuju ke arah beranda samping, mereka duduk di kursi sudut yang merupakan persis santai untuk mereka berdua sembari menatap pemandangan langit malam yang cukup menyenangkan mata.


Entah siapa yang memulai lebih dulu mereka tidak tahu, tapi secara perlahan bibir mereka bertahun antara satu dengan yang lainnya, ciuman yang begitu hangat dan dalam dinikmati oleh mereka berdua di bawah indahnya langit malam.


Seolah-olah waktu berhenti dengan sendirinya dan memberikan waktu yang paling indah untuk mereka berdua melepaskan perasaan.


Suara sesapan demi sesapan terbawa angin, di mana tangan dicas secara perlahan mulai bergerak merayap dari arah perut masuk menuju ke arah dada Karla, umur perempuan tersebut seketika memejamkan bola matanya dan menikmati digemari-jemari indah tersebut yang mulai bermain di ariola nya.


Namun siapa sangka dalam perjalanan permainan ciuman yang belum menghangat tiba-tiba saja satu suara mengejutkan mereka.


"Upsss...God"


Itu suara Airin, entahlah kapan gadis itu masuk, dia langsung membalikkan tubuhnya saat menyadari soal sesuatu.


"Oh shi.t sayang ada apa dengan mu?"


Lucas buru-buru melepaskan ciuman nya saat Karla mendorong dada nya, rasa malu menyeruak di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2