GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Tawanan nya


__ADS_3

Kembali ke


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Kamar Sanders.


Swiss.


Begitu sinar matahari menyeruak masuk mengenai kulit dan cahayanya menerpa wajah, sejenak Airin tersentak dari tidur nya, dia seolah-olah terkejut karena rasa nyeri yang menghantam dirinya dibawah sana.


Airin masih memejamkan bola mata nya, membiasakan diri atas sinar matahari yang menempa kulit wajahnya gimana caranya tersebut mampu menyilaukan bola mata nya yang perlahan terbuka.


Dikala dia berusaha untuk membuka bola matanya, dia masih merasa otot-otot tubuh kaku nya di sekitar kaki, tangan dan beberapa titik badan, Airin mencoba mengingat-ingat, ini mungkin karena efek membeku setelah di kurung dalam lemari pendingin oleh setan terkutuk itu.


Dia mencoba beringsut dari posisi nya tapi...


"Akhhh"


Airin mengeluh, karena ada dua rasa nyeri menghantam dirinya, satu dibawah sana, di bagian milik nya dan kedua.


"Kamu tidak apa-apa sayang?"


Tiba-tiba terdengar sebuah suara, Airin buru-buru membuka bola matanya, baru sadar dia dalam kondisi di infus, seorang perempuan yang jelas tidak asing untuk nya bertanya dan menyentuh lembut wajah Airin, menatap Airin dengan pandangan yang sulit di artikan.


Gwen bertanya lembut, begitu gelisah dan khawatir dengan keadaan gadis yang disempurnakan oleh Sanders Efron semalam menjadi seorang perempuan sejati.


"Kau benar-benar gila, Sanders Efron"


Gwen berguman didalam hati nya.


"Bagaimana kau bisa melakukan hal terkutuk pada bocah kecil yang usia nya bahkan mungkin belasan tahun dibawah mu, kau sudah tua, Airin bahkan baru seusai Sabrina, kau pantas menjadi paman nya bukan teman tidur nya"


Gwen terus mengutuk sanders atas perbuatannya semalam.

__ADS_1


Airin merasa pergelangan tangan nya berdenyut-denyut, mungkin efek infus yang ditancapkan disana, meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi dibawah sana, apa mungkin orang kedinginan bisa merasakan sakit hingga ke sendi-sendi bagian bawah sana?!.


Karena Airin belum pernah melewati hiportemia, jadi dia tidak tahu ada apa dengan dirinya, rasanya begitu nyeri, tidak nyaman dan seolah-olah ada yang terkoyak.


Dia pikir semalam dia memimpikan dirinya.....????.


Airin pikir mungkin dia berhalusinasi karena efek kedinginan.


Dia belum menjawab pertanyaan Gwen, melirik kearah kanan nya dimana seorang laki-laki berusia di atas 35 tahunan sibuk membenahi infus nya, laki-laki itu seorang dokter, melihat dari seragam yang digunakan nya.


Kemudian beberapa pelayan terlihat hilir mudik membawa berbagai macam barang ke kamar tersebut, dari makanan dan barang-barang yang tidak dipahami, bahkan secara perlahan Gwen meraih piring makan dan siap untuk membantu menyuapi Airin sekarang juga.


"Aku merasa tubuh ku masih kram"


Airin mulai membuka suaranya, dia masih belum leluasa menggerakkan tubuhnya, masih terlalu kaku.


"Itu bukan masalah, aku akan membantu mu untuk beraktivitas hingga seluruh otot-otot tubuh kamu kembali seperti semula hmm"


Gadis tersebut bicara ke arah Airin, masih mencoba mengembang kan senyuman nya pada perempuan dihadapan nya itu.


"Aku pikir aku tidak akan selamat, kenapa makhluk mengerikan seperti itu bisa hidup di muka bumi ini?"


"Kakak apa aku punya kesalahan pada kalian? katakan pada ku, sebenar nya kalian siapa dan kenapa membawa ku? kita sebenarnya ada di mana?"


Airin mulai memberikan pertanyaan demi pertanyaan pada gadis yang ada di hadapannya itu, kekhawatiran berantem dirinya dan dia ingin tahu kenapa dia berada di sana saat ini, bahkan kenapa dia ditangkap, dikurung juga disiksa.


"aku tidak pernah memiliki musuh, sejak kecil hingga dewasa selalu mencoba menjaga cara bertemanku dan juga mencoba untuk menjaga tata Krama ku agar tidak menyakiti orang lain, lalu kenapa aku dibawa ke tempat yang tidak aku pahami? kemudian kenapa manusia kejam itu tega sekali membekukan diriku semalam?"


dia terus melesatkan tanya ingin tahu ada apa, bahkan dia tidak tahu sebenarnya mereka ada di mana saat ini karena laki-laki brengsek itu berkata jika mereka ada di surga kerajaannya orang kaya.


dia tidak peduli itu surga atau neraka bahkan dia tidak peduli apakah itu kerajaan milik orang kaya, yang dia pedulikan di mana dia dan dia ingin pulang.


"aku pikir kalian salah menangkap orang, maksudku aku tidak mengenal kalian dan kalian pasti tidak mengenalku, biarkan aku keluar dari sini dan kembali ke rumahku"


perempuan itu terus berucap menatap wajah Gwen yang menatap kearah dirinya.


Mendengar ucapan Airin membuat Gwen serba salah, dia bingung bagaimana harus menjelaskannya dan dia tidak tahu jawaban apa yang paling tepat untuk dia katakan pada Airin.

__ADS_1


belum lagi rasa iba yang menghantam dirinya ketika sandres menghancurkan perempuan di hadapannya itu, Airin jelas-jelas akan menikah pada waktu dekat, bagaimana bisa Sanders Efron tanpa menggunakan hatinya merusak anak gadis orang, bagaimana jika tunangan Airin tahu gadis tersebut sudah tidak perawan lagi.


Bayangkan apa yang akan terjadi pada nya? dia tidak berani untuk membayang kan hal tersebut.


Airin masih menatap gadis yang ada di hadapan nya itu, menunggu jawaban atas pertanyaan demi pertanyaan yang ada di seluruh kepala nya. Dia khawatir mommy nya akan mencari nya, dia khawatir daddy nya akan mencarinya juga, dia khawatir Mike berusaha menghubungi diri nya dan gagal.


Lalu pernikahan mereka?!.


"Aku bahkan akan menikah dalam waktu dekat, tolong lepaskan aku saat ini kak"


Dia memohon.


Tapi Gwen tidak berani menjawab,dia tidak memiliki keberanian untuk menjawab satu pun pertanyaan Airin, karena....


"Kau tidak akan keluar dari sini tanpa izin dari ku"


Sanders Efron tiba-tiba muncul dari arah balik pintu.


Dokternya tampak mulai menyuntikkan sesuatu ke selang infus Airin, beberapa cairan obat masuk kesana.


Para pelayan buru-buru bergerak pergi dari sana, terlihat takut melihat tuan nya. bagi mereka berurusan dengan tuan mereka jelas sama dengan mencari mati, tidak ada yang berani membantah ucapan laki-laki berkuasa tersebut, apapun yang diinginkan oleh Sanders Efron harus bisa didapatkan, dan laki-laki itu setiap kali marah bisa melampaui batasannya dan bisa melenyapkan siapapun yang ada di hadapannya.


laki-laki itu seperti malaikat pencabut nyawa, tidak pernah mengampuni siapapun yang dia anggap mengganggu, mereka hanya tahu bekerja dan tidak ingin berurusan dengan tuan nya, pastikan tidak melakukan sedikitpun kesalahan karena jika tidak satu kesalahan sama dengan satu nyawa yang harus menghilang.


itu karena Sanders Efron adalah sang ketua Efron mafia.


mendengar ucapan Efron seketika Airin menoleh ke arah laki-laki yang kini bergerak masuk dari arah pintu depan menuju ke arah mereka, perempuan itu mengerutkan keningnya dan menetap Sanders Efron dengan perasaan kesal.


dia pikir apa yang dilakukannya kemarin pada laki-laki tersebut tidak membuat laki-laki itu jera.


"kau pikir aku ini tawananmu?'


Airin bicara dengan kesel ke arah Sanders Efron, dia kemudian membuang pandangannya dan enggan menatap laki-laki tersebut sama sekali.


"Tentu saja, mulai hari ini kamu akan jadi tawanan ku, dan jangan pernah bermimpi bisa lepas dari tangan Sanders Efron"


begitu laki-laki tersebut berada tepat di tepian kasur di mana Airin berada, tiba-tiba saja Sanders Efron meraih dagu Airin dengan tangannya, membuat perempuan tersebut terkejut dan membulatkan bola matanya dan sepersekian detik kemudian hal tidak terduga terjadi laki-laki itu mencium Airin secara paksa hingga membuat perempuan tersebut seketika langsung terbelalak kaget.

__ADS_1


Gwen seketika mematung menatap reaksi tak biasa Sanders Efron.


Sang dokter mengumpat didalam hati.


__ADS_2