GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Jutaan keterkejutan


__ADS_3

"Sudah 3 tahun kami bersama, kami saling mencintai"


Lucas bicara mantap, kata-kata nya seolah-olah sedang menentang mommy nya saat ini, tidak mempedulikan hubungan yang terjadi di antara mereka.


Ikatan kata sepupu tidak menjadi penghalang untuk dirinya bergerak hingga sejuah ini, dia telah bicara jujur pada mommy nya, hanya tinggal bicara pada daddy nya dan keluarga lainnya.


"Apa kau gila?"


Nyonya Bianca jelas tercekat, bola matanya membulat dengan sempurna dan bisa dilihat wajahnya saat ini memerah, dia mengepalkan tangan kanannya dengan erat, jangan ditanya bagaimana perasaan dan juga ekspresi wanita tersebut saat ini.


"Lucas... candaan mu kali ini keterlaluan"


Mommy Karla masih berpikir jika Lucas sedang bercanda dengan mereka, dia tahu laki-laki tersebut sering melemparkan kata yang terdengar seperti candaan di balik sifat dinginnya dan juga datarnya.


mendengar ucapan dari untie nya, Lucas jelas langsung menggelengkan kepalanya.


"aku sedang dalam keadaan tidak bercanda, untie"


ucap laki-laki tersebut kemudian.


nyonya Wilona seketika berusaha untuk berdiri dari posisi duduknya, dia mencoba untuk mencari pegangan dan mencoba mencapai tubuh putrinya.


"sayang jangan membuat mommy takut dengan candaan kalian berdua, kamu tahu Mami tidak biasa bercanda, maksud mommy kalau mommy tidak bisa bener-bener diajak bercanda dengan cara seperti ini"


wanita tersebut berusaha untuk terus bicara dan meyakinkan diri apa yang diucapkan oleh keponakannya adalah sebuah kebohongan, dia berharap putrinya meralat ucapan Lucas saat ini.

__ADS_1


bola matanya menatap dalam bola mata putrinya, menunggu jawaban perempuan tersebut untuk beberapa waktu.


Alih-alih mendapatkan jawaban dari Karla, bisa dia lihat bola mata perempuan itu terlihat berbinar-binar , bibir putri nya bergetar dan dalam hitungan detik air matanya tumpah.


"Maafkan aku Mom"


Suara putri nya seketika bergetar.


Dia tidak perlu penjelasan lain lagi, cukup tahu jawaban akhir dari pernyataan yang dilontarkan Lucas, nyonya Wilona hampir jatuh dari posisi nya, tapi Frans secepat kilat menyambar tubuh wanita tersebut.


"Mom?"


Frans berusaha untuk menahan tubuh mommy nya.


Nyonya Wilona berusaha kuat, menatap kearah Frans kemudian berkata.


dia bertanya dengan bola mata berkaca-kaca, menatap ke arah putranya tersebut dengan perasaan hancur, bagaimana kedua orang itu telah menjalin kasih hingga 3 tahun lamanya?!.


"Yah aku tahu"


Dan frans menjawab secara perlahan apa yang menjadi pertanyaannya.


seketika hal tersebut membuat nyonya Wilona langsung menelisik bola mata putranya tersebut.


"apa kau juga sudah tahu?"

__ADS_1


wanita tersebut jelas langsung bertanya sembari menatap curiga ke arah putranya.


Frans mengangguk kan pelan kepalanya.


"Oh my god, oh my god"


bayangkan bagaimana perasaan nyonya Wilona saat ini ketika dia tahu jika Frans telah mengetahui hubungan putrinya dan juga keponakannya.


"Sejauh apa?"


kini terdengar suaranya nyonya Bianca, dia bertanya kepada Lucas dengan jutaan kekecewaan.


menunggu jawaban putranya sudah sampai mana hubungan mereka berdua, dan dia berharap tidak bergerak terlalu jauh seperti apa yang dia takutkan.


bola matanya terus menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu, menunggu Lucas menggerakkan bibirnya dan menjawab pertanyaannya.


"Kami sudah menikah"


sebaris kata itu lancar diucapkan oleh Lucas, dan hal itu sontak membuat semua orang terkejut.


Plakkkkkkk.


dan siapa sangka satu tamparan kencang mendarat di pipi kiri laki-laki tersebut yang diberikan oleh mommy Bianca.


"Mom?"

__ADS_1


"Untie?"


__ADS_2