GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Masukkan dia ke ruangan Lotus


__ADS_3

Disisi lain.


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Swiss.


Sanders mencoba mengehela kasar Nafas nya saat dia merasa di permain kan oleh gadis muda yang ada di hadapannya tersebut, kepalanya masih terasa berdenyut-denyut sejak tadi, ia terus mengelus kepalanya dengan perasaan yang dongkol dan jengkel, tidak percaya jika dia bisa dianiaya seorang gadis muda yang usianya sama seperti keponakannya.


Bagaimana bisa.


"Kau .."


"Keluarkan aku dari sini, sialan"


Airin bicara, menatap tangan Sanders Efron yang menggenggam dagunya, dengan rasa kesal garis tersebut langsung mencengkram tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu kemudian tanpa berpikir dua tiga kali dia langsung menggigit tangan Sanders Efron dengan giginya.


"Akhhhhh Oh god...oh...gid...bit.ch sialan"


laki-laki itu berteriak cukup histeri saat tangannya digigit oleh gadis yang ada di hadapannya, seketika dia menatap Airin dengan tatapan tidak percaya.


kamar Sanders Efron sesungguhnya kedap suara, tapi saat keluar Gwen sengaja tidak menutup rapat tamat tersebut, karena dia cukup takut jika hal yang buruk terjadi pada gadis yang dibawa oleh Sanders.


seketika gadis itu membeku ketika dia mendengar suara Sanders Efron berteriak histeris entah karena apa, bola mata gadis itu seketika langsung menatap ke arah kanan sembari dia mengerutkan keningnya, dan dalam hitungan detik dia langsung masuk ke dalam kamar itu kembali tanpa berpikir dua tiga kali.


bola mata Gwen seketika membulat saat dia melihat Sanders Efron mengumpat dan memakai sembari mencoba untuk mengibas-ngibas tangan kanannya, sedangkan gadis yang ada di hadapan Sanders Efron malah duduk di pinggiran kasur sambil melipat kedua belah tangannya, menatap laki-laki yang ada di hadapannya dengan tatapan tanpa dosa.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Gwen bertanya dengan nada yang begitu panik, mencoba mendekati laki-laki yang ada di hadapannya itu sembari melihat apa yang terjadi pada tangan Sanders Efron.


laki-laki tersebut pada akhirnya terlihat begitu marah dan kesal sembari jari tangan kanannya langsung menuju ke arah Airin kemudian dia berkata.


"masukkan dia ke dalam ruangan Lotus , aku ingin lihat bagaimana cara dia bertahan karena macam-macam dengan ku"

__ADS_1


suara laki-laki tersebut naik dengan tinggi dan melengking keluar dengan perasaan kesal, tidak ada yang berani membantah ucapannya tanpa terkecuali bahkan tidak ada yang berani berbuat semena-mena kepada dirinya, tidak ada perempuan satupun di muka bumi ini yang bahkan berani membuat dia harus bertekuk lutut atau bahkan memukul kepalanya, tiba-tiba dia merasa harga dirinya jatuh hanya kerasa orang gadis kecil yang ada di hadapannya.


Gwen seketika membulatkan bola matanya saat laki-laki itu berkata agar dia memasukkan gadis di hadapannya ke ruangan Lotus.


"Apa? Sanders, kau bisa membunuhnya"


Gwen langsung bicara dengan cepat kemudian mencoba untuk mengingatkan laki-laki di hadapannya itu.


Sanders Efron tidak peduli dengan apapun, baginya dia mana pernah peduli jika seseorang mati karena perbuatan nya, ruangan Lotus akan memberi pelajaran pada gadis yang ada di hadapannya, mati atau tidak dia tidak peduli, jika manis itu masih bisa hidup maka dia bisa dan patut mengacungkan jempol nya.


Tidak ada satu orang pun yang akan berhasil melewati siksaan di ruang Lotus, mereka akan menderita secara perlahan dan juga mati secara perlahan.


"aku tidak peduli apa yang akan terjadi padanya, bahkan saat dia mati sekalipun itu bukan menjadi urusanku, itu adalah pembelajaran berharga untuknya karena dia telah berani macam-macam kepadaku"


setelah berkata seperti itu Sanders Efron menatap tajam bola mata Gwen.


"bawa dengan cepat menuju ke arah ruangan Lotus"


itu adalah perintah mutlak di mana katakan tajam itu mampu membunuh siapapun bahkan suara Sanders Efron itulah dipenuhi dengan penekanan-penegaran di mana dia tidak mau bernegosiasi sama sekali tentang ruangan Lotus.


"Sanders...?!"


"kau tahu dia masih anak-anak, dia masih terlalu muda, dia hanya melakukan respon normal padamu yang menangkap nya, kak seharusnya berpikir dua tiga kali sebelum membawanya, dia masih terlalu anak-anak Sanders"


"usianya tidak jauh dari Sabrina"


"Dan dia bukan Sabrina, kau bisa mencelakainya"


"aku sama sekali tidak peduli, itu ada pembelajaran untuk dirinya karena dia telah berani berbuat macam-macam padaku"


"apa yang dia lakukan padamu?"


Gwen menaikkan ujung alisnya, menatap Sanders Efron bingung.


"apa kamu lupa di mana tujuan awal mu? kau hanya menginginkan Sabrina dan ditukar dengan dirinya, lalu bagaimana bisa kamu ingin memasukkannya ke ruangan Lotus?"


gadis tersebut jelas protes setengah mati kepada Sanders Efron.

__ADS_1


"karena dia berani macam-macam padaku"


"dan kau mengulangi kalimat yang sama seperti tadi aku tanya apa yang dia lakukan padamu?"


Gwen jelas Bertanya bingung.


Sanders mana mungkin menurunkan harga dirinya mengatakan apa yang dilakukan gadis tersebut pada dirinya.


Pada akhirnya meskipun panjang lebar Gwen bicara, laki-laki itu sama sekali tidak peduli kemudian dia menatap ke arah Airin gimana gadis yang tengah duduk di atas kasur tersebut menaikkan ujung alisnya dan menatap balik ke arah Sanders dengan tatapan tidak mengerti.


"Sanders?"


"Kau punya nyali membantah ku, bibi?"


Sanders Efron menaikkan ujung alisnya.


Dan Gwen hanya bisa menghela kasar nafasnya.


Airin sendiri terlihat menatap kedua orang tersebut sejak tadi.


Ruangan Lotus? ada apa dengan Lotus?.


Dia pikir itu bunga Seroja atau lotus (Nelumbo nucifera Gaertn.) dimana spesies tumbuhan air tahunan dari genus Nelumbo yang berasal dari India. Di Indonesia tanaman ini sering kali disebut teratai (Nymphaea) walaupun sebenarnya keduanya tidak berkerabat.


Gadis tersebut mengerutkan keningnya, menatap Sanders Efron yang melotot tajam kearah nya, alih-alih takut, gadis tersebut melotot balik kearah Sanders Efron.


Laki-laki tersebut seketika mendengus.


"Kau benar-benar bernyali besar dan sangat pemberani"


Sanders Efron bicara sedikit mengeram, dia mengeratkan rahang nya sambil mencoba menetralisir kemarahan nya.


Dia tidak pernah bertengkar dengan seorang perempuan, bahkan tidak mau membunuh Perempuan dengan tangan nya langsung, jadi dia pikir biar gadis kecil dihadapan nya ini mati secara perlahan agar tahu bagaimana rasanya berhadapan dengan sosok Sanders Efron yang sesungguhnya.


"Bawa dan masukkan dia sekarang kesana, aku mau lihat apa dia masih memiliki nyali besar untuk menjawab ku, membuat ku marah dan macam-macam dengan ku"


laki-laki tersebut bicara pada Gwen tanpa menatap wajah Gwen, tatapan nya tetap tertuju pada gadis yang ada di hadapannya itu, di mana Airin jelas mata balik dirinya sambil menaikkan ujung alisnya.

__ADS_1


setelah berkata seperti itu Sanders Efron langsung memundurkan langkahnya, Gwen seketika langsung menelan salivanya sembari dia mencoba untuk menetralisir perasaannya.


__ADS_2