Gairah Pria Patah Hati

Gairah Pria Patah Hati
Putriku Terhina


__ADS_3

"Saya minta tolong Bos." Kata Pak Alex.


"Tolong apa lagi Bulex? Untuk biaya perawatan kan sudah saya transfer." Kata Pak Adrian.


"Saya minta izin mengatakan uang yang Big Bos suruh berikan pada keluarga Wiraarga adalah dari saya, agar anak itu mau menikahi anak saya, Sean." Kata Pak Alex.


"Maaf Bulex, saya tidak bisa memutuskan. Soalnya uang itu titipan teman saya. Kalau saya apa hubungannya dengan keluarga Wira arga." Kata Pak Adrian.


Bukan Adrian namanya kalau ia tidak bisa mengendalikan orang seperti Alex. Ia tau Alex akan berambisi kepadanya, jika ia mengatakan tidak boleh kepada Alex.


Ia juga tidak ingin mengambil resiko. Kalau sampai keluarga Wiraarga tau ia bersekongkol membuatnya bangkrut. Bisa saja sampai mati Ia tidak akan bersenda gurau dengan keluarga sepupunya Lusiana.


"Siapa Om?" Tanya Beni.


Beni pura-pura tidak tau bahwa yang menelpon adalah Alex. Ia ingin Pak Adrian bercerita kepadanya.


Kalau masalah perusahaan Beni selama ini tidak pernah mengecek. Ia sangat percaya kepada teman Ayahnya itu.


Sebenarnya Beni tidak ada hubungan darah dengan keluarga Mehana. Ia juga tidak terlalu mengenal orang tua Redi tersebut.


Tapi menurut Mama Diana. Kakek dan Nenek Redi dulu tinggal dengan keluarga Kakek Adikara. Waktu Pak Adrian masih kecil, mereka di villa dan menjaga kebun durian keluarga Adikara yang sangat luas.


Saat itu Kakek Adikara sakit keras, sebelum beliau meninggal. Beliau meminta keluarga Kakek Merhan untuk tetap bekerja pada keluarganya, walaupun ia tidak ada lagi.


Beliau berpesan, setelah Diana berumur dia puluh tahun. Kakek Merhan bisa menyerahkan perusahan dan rumah serta aset-aset milik keluarga Adikara.


Tetapi mengenai perkebunan durian dan villa itu adalah hak milik Adrian penuh. Agar Adrian juga bisa terjamin sekolahnya.


Tapi Kakek Merhan tidak ingin menerima pemberian itu. Ia hanya minta agar Adrian di sekolahkan sampai perguruan tinggi.


Mama Diana dan Nenek menepati janjinya, Adrian di sekolahkan di luar negeri. Berkat perjuangan Diana, perusahaan mereka bertambah bahkan ada yang di luar negeri.


Adrian yang sudah lulus kuliah dan izin ingin menikah memberitahukan kepada Kakek Merhan dan Nenek. Juga memberitahu Mama Diana juga.


sebenarnya antara Diana dan Adrian hanya terpaut dia tahun lebih tua Diana. Tapi Adrian sangat menghormati Diana layaknya seorang Kakak.


Sebagai hadiah ulang tahun, Diana memberikan sebuah perusahan di luar negeri sebagai miliknya. Tapi sampai saat ini keluarga Adrian tetap mengatakan perusahaan itu milik Diana.


Diana yang sudah tajir sejak dari orang tuanya. Ia juga mendapat suami blasteran yang memiliki banyak aset di luar negeri. Membuat keluarga Adikara semakin kaya.


Walaupun demikian Arbeni tidak pernah menganggap Redi dan Sera di bawah dirinya. Ia tetap menghormati seperti saudaranya.


Oleh karena itulah, Beni sebenarnya segan mendekati Sera. Tetapi perasaannya tidak bisa di bohongi.


"Bule Alex, Ben." Kata Pak Adrian.


"Mau apa dia?" Tanya Beni.


"Dia ingin agar uang yang di berikan oleh Pak Hendro atas nama dia." Kata Pak Adrian.


"Kalau masalah itu tidak bisa Om." Kata Arbeni.

__ADS_1


"Pokoknya masalah ini saya percayakan sama Om Drian." Kata Beni.


"Baik Nak." Jawab Pak Adrian.


"Jangan sampai kita di manfaatkan keluarga itu." Ingat Beni.


Selesai pembahasan Beni berniat untuk pamit. Ia memperhatikan bahwa Sera tidak keluar dari kamarnya.


"Redi panggilkan Sera, Beni mau berpamitan pulang." Kata Pak Adrian.


"Iya Pi." Jawab Redi.


Redi memutar badannya menuju kamar Sera. Ica mencoba membangunkan Sera yang sedang tertidur pulas.


"Dek, bangunlah Kakak kesayanganmu mau pamitan tuh." Kata Redi.


Sera yang samar mendengar bahwa Beni akan berpamitan. Ia segera melompat turun dari tempat tidur. Segera menuju ruang tamu.


"Seraaa. Liat mulut mu celemotan." Kata Redi.


Sera mengabaikan teriakan Abangnya. Tidak lama kemudian Sera sudah sampai di ruang tamu. Ia duduk disamping Papinya.


"Kakak mau pulang?" Tanya Sera sambil menggosok matanya.


"Iya Ser, Kakak pulang dulu ya. Jangan lupa belajar, besok ujian loh." Kata Beni mengingatkan.


"Kakak, Sera yang sekolah Kakak yang ingat." Kata Sera nyengir.


"Papi, juga mau buat Sera mati nih?" Tanya Sera.


"Bukan begitu, Papi ingin kamu menjadi orang hebat tanpa bantuan Mami Papi." Kata Pak Adrian.


"Iya Pi." Sera menunduk.


Sera merasa bahwa sia-sia mereka menasehatinya. Ia sangat susah dalam menerima pelajaran.


"Yah sudah, antarkan Nak Beni ke halaman rumah." Kata Pak Adrian.


"Baik Pi." Jawab Sera.


Sera membuntuti Beni sampai depan rumah. Ia dengan ragu menggandeng tangan Beni.


"Kak,kapan main lagi ke rumah Sera?" Tanya Sera manja.


"Besok sayang, Kakak gak pulang lagi." Kata Beni.


"Kakak akan menikahi mu." Kata Beni.


Ia menggoda Sera karena tidak mau melepas tangannya. Sera tersenyum bahagia.


"Sekarang belum halal nih, Kakak pulang dulu ya sayang." Kata Beni.

__ADS_1


Sera melepas tangan Beni pelan. Beni memberikan kecupan di kening sebagai gantinya.


"Daah sayang, Kakak pulang dulu." Kata Beni.


"Dahh Kak." Jawab Sera.


**********


Tuan Alex sedang murka setelah tidak berhasil memohon kepada Big Bos. Ia akan berunding dengan anak dan istrinya tentang rencana selanjutnya.


Ia segera keluar dari kantor. Masuki mobil dan membanting pintu mobil dengan kasar. Ia melajukan mobilnya dengan cepat.


Setelah sampai ke kediamannya. Alex memanggil istrinya.


"Tres, Tres...." Panggil Pak Alex.


"Kenapa? Ini minum dulu Dad." Kata Nyonya Theresia.


Pak Alex duduk di sofa ruang makan. Ia sangat tidak tenang pada hari ini.


Sean keluar dari kamarnya, setelah mendengar orang tuanya berbicara keras.


"Ada apa Mom, Dad?" Tanya Sean.


Kedua orang pasangan suami istri itu melirik ke arah putri mereka. Pak Alex sedang memutar otak bagaimana nasib putrinya, kalau ia tidak bisa ikhlas melepas Marvin.


"Sean, bagaimana kalau Marvin tidak bisa menikahi mu?" Tanya Pak Alex.


"Tapi Dad, Sean hanya mau Marvin." Kata Sean Merajuk.


"Iya, Dad. Putri kita terhina kalau seperti ini." Kata Nyonya Theresia.


Pak Alex memang mudah di pengaruhi istrinya. Pikirnya benar juga yang di katakan mereka. "Putriku terhina atas penolakan ini." Kata Pak Alex dalam hati.


"Lalu apa rencana Mommy?" Tanya Pak Alex.


"Kalau Bos mu gak bisa menolong masalah kecil ini, lebih baik kita bekerja sama dengan Tuan Dave George di luar negeri." Kata Theresia.


"Apa hubungan ya Mom?" Tanya Sean tidak mengerti.


"Jelas ada dong sayang. Kita akan menghancurkan perusahaan Wiraarga sekalian Mehana group itu bubar." Kata Theresia berapi-api.


"Lalu apa hubungannya dengan Marvin Mom? " Tanya Sean.


"Sean, Sean. Biarlah mereka menjadi gembel, apa kamu masih mau kalau Marvin sudah jadi gembel?" Tanya Nyonya Theresia.


"Mommy jahat." Kata Sean.


"Kok Mommy yang jahat? Marvin tuh sama keluarganya yang jahat, beraninya menolak putri cantik Mommy." Kata Theresia.


"Sudah, sudah. Jadi Kapan kita terbang keluar negeri?" Tanya Tuan Alex.

__ADS_1


__ADS_2