Gairah Pria Patah Hati

Gairah Pria Patah Hati
Dave George


__ADS_3

Sehari setelah penolakan itu. Pak Alex dan istrinya membawa serta putri mereka ke negara B. Mereka takut kalau putri semata wayang mereka melakukan hal yang di luar nalar.


Mereka berangkat pagi hari sekitar pukul 07.00WIB. Dari bandara SH menuju negara B sekitar 6,5 jam perjalanan transit.


Tuan Alex akan menemui Dave George, seorang yang sangat berpengaruh di negara tersebut maupun di luar negeri. Ia di nilai Alex bisa mengalahkan keluarga Mehana yang sombong itu.


"Mom, apa kita akan lama tinggal di negera B?" Tanya Sean.


"Belum tau sayang. Sampai urusan Daddy selesai." Kata Nyonya Theresia.


"Hem. Sepertinya akan membosankan." Kata Sean.


"Sabar ya sayang." Kata Nyonya Theresia.


Nyonya Theresia mengelus rambut putrinya. Setelah kecelakaan itu terjadi Sean lebih suka menyendiri di banding bertemu orang lain.


Sedangkan Pak Alex bingung memikirkan, kata apa yang harus di sampaikan kepada Tuan Dave.


Sebenarnya Dave adalah seorang pengusaha. Tetapi ia juga sebagai mafia yang sudah diakui kehebatannya.


Pada suatu pertemuan, melihat kepintaran Alex. Dave George pernah menawarkan untuk mengajaknya bergabung. Ia meminta Alex menggabungkan perusahaan mereka.


Tapi saat itu Alex menolaknya. Ia sudah memutuskan untuk bekerja kepada satu Big Bos.


Namun saat ini, nampaknya Big Bos tidak menghiraukan permintaannya. Ia tidak ingin putrinya terhina.


Setelah menempuh perjalanan 6,5 jam. Mereka tiba di apartemen dengan selamat.


Pak Alex sudah tidak sabar ingin memberitahu Tuan Dave tentang kedatangannya.


*********


"Tuan Dave, ada telepon dari Tuan Alex. Beliau menanyakan apa Tuan bisa bertemu nanti sore?" Kata Agres.


Agres adalah sekretaris Dave di kantornya. George group adalah aset warisan dari Aris George ayahnya.


Dave belum beristri, ia tidak tertarik untuk mengikat janji dengan seorang gadis. Ia setiap harinya bekerja dan bersenang-senang menikmati masa muda.


Padahal, kalau di perhatikan Dave adalah pria yang tampan. Memiliki tinggi sekitar 180cm, bermata biru, berkulit bening kuning langsat.


Namun setelah keinginannya untuk menjadi orang nomor satu di negaranya tercapai. Ia mengesampingkan keinginannya untuk berumah tangga.


Sibuk dengan pekerjaan setiap harinya. Menurut orang lain saat menilainya, apalagi para rekan. Ia adalah casanova. Namun itu tidak berlaku dalam dirinya pribadi.


"Katakan padanya, Saya bisa menemuinya besok pagi." Kata Dave.


"Baik Tuan, akan saya sampaikan." Jawab Agres.

__ADS_1


"Apakah tidak ada lagi Tuan?" Tanya Agres.


"Bilang dengan Tuan Alex, siapkan gadis segar untuk kencan singkat dengan seseorang." Kata Dave.


"Baik Tuan." Jawab Agres.


Agres keluar dan menutup kembali ruangan Bos nya. Ia sendiri tidak heran jika direktur muda itu mengatakan persyaratan bekerja sama dengannya secara gamblang.


Seperti pelicin saja wanita baginya, sungguh miris sekali. Dalam hal ini Agres lah yang punya kewajiban menyampaikan kepada para rekan yang akan bekerja sama. Tidak terhitung lagi jumlahnya Dave mengajukan syarat seperti itu.


"Halo, selamat siang Tuan Alex." Sapa Agres dari sambungan telepon.


"Halo, bagaimana Nona? Apa Tuan Dave George bersedia bertemu?" Tanya Pak Alex.


"Bisa Tuan, tapi Tuan Dave bisa menemui mu besok pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat." Kata Agres.


"Baik, saya akan datang tepat waktu." Kata Pak Alex.


"Tuan Dave juga memberi persyaratan untuk Tuan Alex." Kata Agres kemudian.


"Apa itu Nona?" Tanya Pak Alex.


"Tuan Dave meminta agar di bawakan wanita segar untuk menemani seseorang dengan kencan singkatnya." Kata Agres.


"Baiklah Nona, saya setuju." Kata Alex.


Setelah sambungan telepon terputus. Alex bingung, jika ia mencari seorang wanita dan memberi imbalan. Tentu saja wanita itu sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


Dalam keputusasaan Alex bercerita kepada istrinya Nyonya Theresia. Pak Alex menyampaikan keluh kesahnya.


Setelah bercerita dengan sang istri. Ia malahan di tertawakan oleh istrinya sendiri.


"Begitulah ceritanya Mom." Kata Pak Alex.


"Daddy... Kamu tau ini berkah? Kita akan menjadi orang berpengaruh." Kata Theresia.


"Memangnya kenapa Mom?" Tanya Pak Alex.


"Sean loh pa, mungkin ini jalan untuk kita." Kata Nyonya Theresia.


"Ada apa dengan Sean Mom?" Tanya Pak Alex.


"Kita bisa menjadikan Sean, untuk mendekati Dave itu." Kata Nyonya Theresia.


"Ide yang bagus. Daddy setuju, jika Sean mau." Kata Pak Alex.


Suami istri itu merasa bahwa kalau Sean bisa mendekati, apalagi bisa menikah dengan Tuan Dave. Mereka akan hidup berkecukupan.

__ADS_1


Selama ini mereka berusaha seperti itu. Tuan Alex akan membuat Sean melupakan Marvin.


Mereka berencana memberikan Sean untuk Tuan Dave.


"Panggil dulu Sean Mom!" Kata Tuan Alek.


"Baik Dad." Jawab Nyonya Theresia.


Nyonya Theresia segera memanggil putrinya. Karena ia juga ingin agar kehidupan mereka semakin layak. Tanpa berusaha tetapi menghasilkan uang.


Nyonya Theresia keluar dengan membawa putrinya. Sean dengan bajunya yang masih pakai baju berangkat.


"Sebenarnya ada apa Mom?" Tanya Sean.


"Duduk dulu Nak." Kata Pak Alex.


"Jadi begini Nak, Tuan Dave menginginkan gadis fresh untuk menemaninya." Kata Tuan Alex.


"Maksud Daddy agar Sean, menjadi teman dari Tuan Dave?" Tanya Cover.


"Ia Nak, siapa tau bisa sampai nanti dan Tuan Dave ingin menikah dengan anak gadis Daddy." Kata Tuan Alex.


"Bagaimana kalau ia tidak mau Dad?"


"Kamu harus berusaha, agar mendapatkan simpati dari Tuan Dave. Tidak usah memikirkan Marvin lagi." Kata Nyonya Theresia.


Akhirnya mereka sepakat untuk menyerahkan Sean ke pada Tuan Dav besok pagi. Pak Alex akan pura-pura tidak mengenal Sean.


Sean juga memikirkan hal yang sama, yaitu jika Ia mendapat uang yang sangat banyak. Ia akan merendahkan keluarga Wiraarga.


Keesokan harinya, Sean sudah siap. Ia menggunakan Rok Biru di atas lutut dan memakai baju warna putih.


"Selamat pagi Dad. Yuk kita langsung jalan." Kata Sean bersemangat.


"Iya sayang, Daddy selesaikan sarapannya dulu." Kata Sean.


Setelah selesai menikmati sarapan. Sean dan Ayahnya Tuan Alex segera berangkat menemui Tuan Dave di kantornya.


Tidak sampai setengah jam, mereka sudah tiba di halaman kantor. Mereka segera masuk, menghadap pegawai resepsionis.


Setelah selesai menghadap pegawai resepsionis. Mereka dipersilahkan bertemu Tuan Dave karena direktur sudah menunggu Tuan Alex.


Dalam ruangannya Tuan Dave hanya duduk. Tuan Dave akan membahas tentang kerja sama pagi ini.


Mendengar ketukan dari luar, Dave segera menyuruh mereka membuka pintu sendiri.


"Selamat pagi Tuan Dave." Sapa Pak Alex.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan, terimakasih sudah bertandang di tempat kami." Kata Tuan Dave.


"Ini Tuan, saya sudah menyiapkan seorang gadis sesuai permintaan kalian." Kata Tuan Alek.


__ADS_2