Gairah Pria Patah Hati

Gairah Pria Patah Hati
Siapa Dia?


__ADS_3

Hari ini pagi menyambut cerah. Dave dan Ronald sudah membulatkan niatnya untuk mengakhiri kelamnya dunia hitam yang pernah mereka lewati bersama.


Sekalipun mereka akan menempuh hidup yang lebih baik. Namun perasaan sedih tetap ada dalam hati mereka.


Setiap sudut kota meninggalkan kenangan yang berbeda. Memberikan pelajaran yang sangat berharga.


Memandang jauh ke segala arah, membuat sudut netra mengeluarkan ketulusannya. "Ahh, selamat tinggal dunia gelap semoga hari esok terbangun dengan kenyataan yang lebih indah." Gumam Dave menghembuskan napas dengan kasar.


Sedangkan Ronald masih tidur di kamarnya. Dave menunggu beberapa waktu, namun Ronald tidak menunjukan tanda-tanda akan bangun.


Tidak ada waktu lagi begi mereka. Pesawat yang mereka tumpangi akan berangkat 1,5 jam lagi. Tidak ada waktu lagi, akhirnya Dave membangunkan Ronald di kamarnya.


"Ronald, kamu mau mati di sini hah?" Kata Dave.


Ronald menggosok matanya, ia mengumpulkan kesadarannya yang belum sempurna. Dave menepuk pundak Ronald yang baru bangun.


"Iya Kak, sudah jam berapa ini?" Tanya Ronald.


"Satu jam lagi pesawat kita akan berangkat." Kata Dave.


"Baiklah Kak." Kata Ronald.


Dave sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Ia sengaja memakai identitas orang lain untuk kepergian mereka agar tidak terlacak.


Ronald sudah menyiapkan bahan bakar di rumah itu sejak tadi malam. Mereka akan menghanguskan rumah itu sebelum pergi.


Dave ingin orang menyangka mereka sudah terbakar di dalam rumahnya sendiri. Pembakaran memang dilakukan di ranjang kamar Dave.


Sebelumnya mereka telah melepas semua CCTV. Dave juga membeli mobil yang harganya untuk orang menengah kebawah.


"Ronald, ayo lakukan!" Perintah Dave.


"Tapi Kak, nama kita benar-benar akan mati." Kata Ronald.


"Nama boleh mati, namun kita tidak bisa hidup dalam kekelaman seperti ini. Kita hidup dalam kecemasan selama ini Ronald." Kata Dave.


Ronald menyalahkan korek dan melemparnya ke tempat tidur Dave. Setelah itu mereka keluar lewat belakang rumah dan menaiki mobil.


Karena di belakang rumah ada jalan yang agak kecil. Dan tidak ada CCTV dari rumah tetangga. Mereka juga telah merusak CCTV gardu komplek.


Untuk mengelabui satpam komplek, Dave membuat kerusuhan dulu di rumah tetangganya. Dengan seperti itu mereka pergi tanpa meninggalkan jejak.


Mereka menaiki pesawat menuju ke negara Haris. Dave sudah menelponnya sebelum berangkat tadi.

__ADS_1


Sesampainya di bandara negara Haris, mereka melihat berita bahwa kediaman Dave George terbakar dan di duga penghuni rumah ikut terbakar.


Karena tempat tidur sudah menjadi abu. Dan di lihat dari CCTV terakhir Dave masuk kedalam rumah.


"Kak, semoga kita aman." Kata Ronald.


"Pasti aman, saya telah menyusun rencana ini sedemikian rupa. Agar kita tidak terlacak." Kata Dave.


"Setelah ini apa rencana mu Kak? Apa Kakak masih tidak ingin menikah?" Tanya Ronald.


"Apa menurutmu saya sudah tidak normal?" Tanya Dave balik.


"Tidak tau juga." Jawab Ronald acuh.


"Hem... Mulai cari perkara ni. Kalau anak buah sudah pasti saya pelajaran." Kata Dave.


"Hehe, tapi benar saya tanya. Apa rencana Kakak setelah ini? Tidak mungkin kan kita selamanya menumpang di rumah Kak Haris." Kata Ronald.


"Saya akan mencari cinta sejati saya." Kata Dave.


"Terus kamu apa rencana mu setelah ini? Tanya Dave.


"Sebenarnya saya sudah nyaman tinggal di sana Kak. Hanya saja dunia hitam kita dan wanita tidak akan bisa di pisahkan jika kita tetap tinggal di sana." Kata Ronald.


Kedatangan mereka berdua tidak di ketahui siapapun kecuali Kakaknya Haris. Namun Haris sedang di luar negeri.


Ia akan pulang besok, tapi Haris sudah menyiapkan hotel untuk kedua adiknya itu. Karena ada hal yang belum di jelaskan kepada keluarganya.


Ronald dan Dave segera menuju hotel tersebut. Di depan hotel Dave melihat dua orang gadis sedang asik memungut sampah.


"Hey, kemari." Panggil Dave.


"Ada apa Tuan?" Tanya Milka.


"Ini ada sampah rokok saya. Silahkan ambil nanti saya kasih uang." Kata Dave.


Ica mengambil puntung rokok bekas Dave yang sudah di jatuhkan ketanah. Kemudian Dave menghamburkan uang di depan mata Milka.


Tiba-tiba Ica mengambil lembaran uang itu, dan menyobeknya. Ica tidak Terima Milka di perlakukan seperti itu oleh tamunya.


"Maaf Tuan, sikap anda tidak sopan kepada teman saya. Tuan silahkan pergi dari hotel ini." Kata Ica.


"Biarlah Ca. Nanti hotel ini sepi pengunjung." Bisik Milka.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Milk, rejeki sudah ada yang atur. Kita tidak bisa di hina seperti ini." Kata Ica.


Ica yang sudah emosi benar-benar menahan amarahnya. Ia tidak rela jika sahabatnya yang baik hati bisa menerima perlakuan tamu hotel seperti ini.


"Maaf Tuan, apa anda tidak mendengar saya? Tuan-Tuan silahkan pergi." Kata Ica.


"Iya-Iya kami mendengar. Tapi salah satu ruangan kamar di tempat ini sudah di boking Kakak saya." Kata Dave.


"Baiklah, silahkan telepon saudaranya Tuan. Biarlah nanti saya yang ganti rugi." Kata Ica.


Dave terlihat menelpon seseorang, menanyakan tentang hotel yang telah di pesanan oleh Haris.


"Halo, Kak ada hal yang mau ditanyakan. Apakah hotel tadi sudah Kakak boking untuk kami?" Tanya Dave.


"Iya tadi sudah saya suruh keponakanmu menunggu di sana." Kata Haris.


"Tapi ada dua orang pegawai hotel tidak memberikan kamu masuk." Kata Dave.


"Masuk saja, Kakak sudah bayar." Kata Haris.


"Baik Kak." Jawab Dave.


Setelah sambungan terputus, Dave memandang kepada Ica dan Milka dengan tajam. Ia tidak berani pindah dari hotel ini karena ia takut ada orang melihatnya. Karena di negara seberang nama Dave George sedang gencar di beritakan


"Kakak saya sudah membayar lunas, jadi tidak ada alasan Nona menahan saya tidak boleh masuk." Kata Dave.


"Baiklah kalau begitu, silahkan masuk. Pastikan Tuan besok pergi dari hotel ini." Kata Ica.


"Yah, tergantung Kakak saya." Kata Dave.


Ica dan Sera kemudian memutar badan ingin pergi. Namun tiba-tiba kaca mata Milka terjatuh dan sengaja di injak oleh Dave.


"Yeah Mil, kacamata pecah." Kata Milka.


"Ya, udah Ca. Biarlah mungkin mereka tidak sengaja menginjaknya. Tolong bimbing saya Ca." Kata Milka.


"Awas yah, Saya akan laporkan kepada Papa." Ancam Ica.


"Di tunggu ya, tapi berkat saya temanmu lebih kelihatan pesonanya." Kata Dave.


"Awas Kak, nanti jatuh cinta loh." Kata Ronald.


"Gadis ini, ahaa tidak mungkin. Lensa kacamatanya pun tebal sekali, nanti tidak bisa melihat kegantengan kita." Kata Dave.

__ADS_1


"Tapi di lihat-lihat boleh juga Kak." Kata Ronald memandang Milka.


__ADS_2