Game World With System

Game World With System
Part 100 : Dendam


__ADS_3

PART 100


Rey akan segera memulai balas dendamnya, tetapi kali ini dia dari rumahnya langsung menggunakan sebuah mobil menuju ke perusahaan menjadi tuan muda.


Rey sudah bisa mengendarai mobil sendirian dia dengan santai menikmati kekayaan yang dialami, di tengah perjalanan demi Sebuah gaya akhirnya dia mengenakan kacamata hitam.


Mobil yang dia pakai pun laju dengan cukup cepat, dan dia sudah sampai di depan perusahaan,rey memutar mobilnya untuk memasuki sebuah basement menyimpannya.


Untuk itu Rey sudah paham juga,ia segera memarkirkan mobilnya dengan aman.


Kacamata yang dia pakai pun segera disimpan kembali di sakunya, sebenarnya aturan menjadi direktur adalah menggunakan setelan jas dan juga sepatu yang rapi.


Tapi Rey dia adalah pemimpin perusahaan muda dengan gaya yang berbeda dari pemimpin yang lainnya.


Satu langkah dua langkah hingga beberapa langkah Dia menuju ke dalam perusahaan, sambil menikmati pemandangan di dalam perusahaan dia tidak sengaja menemukan sebuah puntung rokok.


"Lah, kenapa di sini ada puntung rokok? bukannya di perusahaan itu tidak boleh merokok? jangan-jangan ada orang yang merokok secara diam-diam,"Rey memegangi puntung rokok itu dan melihatnya dengan teliti apakah ini baru atau sudah lama.


Tapi ketika dia mengambil puntung rokok di sebuah sudut ruangan dekat lorong menuju ke lantai 2, dia dilihat seorang pemuda lainnya yang bekerja di perusahaan itu.


"Eh eh.... kamu bukannya si....Rey ? Rey kan?"kata pemuda itu menghampiri Rey.


"Iyah aku Rey,kamu si Naiji?"sambil mengingat-ingat nama temannya di waktu sekolah.


"Iya aku naiji, ngomong-ngomong Kamu ngapain Di sini? jangan-jangan kamu kerja sebagai service ya di sini? itu lho tukang bersih-bersihkan?"baru saja bertemu sudah mengejek Rey , memang semua orang selalu memandang satu sama lain.


Bahkan status seseorang selalu saja dikatakan mengenai kejelekannya.


"Ouh sebenarnya aku datang ke sini cuman main-main saja sih,"balas Rey.

__ADS_1


"Wowhh.... Apakah kamu tidak tahu ini adalah perusahaan yang sangat diinginkan semua orang, dan aku sangat beruntung bisa masuk ke sini setelah lulus kuliah, ya aku bisa ke sini karena pamanku adalah manajer, dan aku sebenarnya sih nggak kerja cuman main-main doang,"hujannya menyombongkan diri karena pamannya adalah manajer di perusahaan ini.


Rey yang melebar dan memberikan selamat karena pamannya telah menjadi manajer di perusahaan.


"Duh .... aku dengar kamu itu masih miskin ya? kalau kamu butuh uang bilang aja aku sama aku".


"Iya terima kasih banyak,"Rey setelah mengadakan itu menghindar beberapa langkah untuk melanjutkan jalannya, tapi dia dihentikan oleh naiji.


"Eittss.... enak banget ya kamu datang ke sini terus cuman jalan-jalan doang, ini adalah tempat kerja tahu bukan tempat lain, tadi kamu belikan aku minuman karena aku haus nih nanti aku bayar deh,"kata Naiji seenaknya menyuruh seseorang untuk membelikan minuman.


Wajah rey mulai mengkerut, diam mulai melirik dengan mata yang sangat sinis.


"Maaf aku sibuk lain kali saja,Kamu kan punya kaki silakan beli sendiri,"kata Rey.


Naiji tetap saja tidak ingin melepaskan Rey, dia ingin mempermalukan di depan semua orang.


Lengan Rey di dengan erat oleh Naiji, cengkraman semakin erat sehingga Rey yang sudah maju beberapa langkah kembali lagi menghadap naiji .


"Eh miskin! kamu tidak tahu siapa saya! di sini tidak ada yang berani membentak saya! mending kamu pergi saja dari sini daripada muak ,"usir naiji.


Justru Rey lah yang menyuruh Naiji untuk pergi dari hadapannya,Rey sudah dialami dan tidak menyangka kalau sifat remaja akan seperti itu.


Naiji yang mendengar bentaran dan juga perintah untuk mengusir sangat marah, karena dia merasa berkuasa dia langsung menampar ke arah wajah Rey.


Rey awalnya tidak terima ingin memberi anak ini pembelajaran yang setimpal, namun di saat itu sekretarisnya datang dan meleraikan perkelahian mereka.


"Ada apa ini?"Tanya sekretaris Slavina.


"Eh Ny.Slavina, anak baru yang tidak tahu diri malah ingin main-main datang ke sini, dia sudah saya usir untuk pergi dari tempat ini tetap saja ingin masuk ke dalam padahal mereka semua sedang bekerja, tolong usir dia ya Jangan buat rusuh,"ucap Naiji memegang kedua pinggang dengan lengan.

__ADS_1


Sekertaris Slavina menjadi bengong Dia kemudian menjelaskan apa yang terjadi, dan sekretaris slavina menjelaskan Kalau tuan muda Rey adalah pemimpin baru yang ada di perusahaan ini.


"Apa? Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, Kamu pasti bohong kan, kamu cuman main-main aja kan,"kata Naiji yang mulai panik mendengar apa yang dikatakan oleh sekretaris.


"Tidak, yang saya katakan itu benar, Karena perusahaan ini baru saja dibeli oleh Tuan muda Rey ,"dengan sangat jelas sekretaris itu menjelaskan kepada Naiji .


"Cih..!".


Rey di saat itu hanya mengatakan ingin menemui pamannya yang menjadi manajer di tempat ini, karena atas perilaku dari keponakannya maka akan ada sanksi pada pamannya..


Naiji yang mendengar ini tentu saja meminta maaf, bahkan dia langsung menjadi baik dan mengatakan kalau dia adalah temannya dari kecil.


Namun sayangnya perilakunya tidak baik dari awal ketemu bahkan merendahkan martabat Rey, Rey yang sudah kesal hanya bisa menjadikan dan menurunkan pangkat pamannya.


Walau naiji sudah memohon dan bersujud kepadanya tetap saja tidak ada ampun yang setimpal bagi dia.


Kini Rey telah menjadi tuan muda di perusahaan ini, satu langkah menuju ke dalam ruangan karyawan tiba-tiba semua orang bangun dan tertunduk mengatakan hormat.


"Selamat pagi !"karyawan dengan sarentak kepada mereka semua ada yang lebih tua dari Rey.


"Pagi, untuk kalian bekerjalah dengan baik, Jangan lupa jaga kesehatan kalian oke,"sambil mengedipkan matanya sebelah dan membuat para wanita yang ada di tempat kerja itu menjadi baper karena Rey yang sudah berubah seperti ini menjadi sangat tampan.


Untuk itu Rey memasuki ruangan pribadinya, itu adalah ruangan khusus yang dimilikinya sekarang, walaupun bagaimana dia masih teringat dengan ibunya yang sudah telah tiada.


Dan Semua karyawan bahkan sekretarisnya juga merasa simpati kepada Rey, mereka semua sebenarnya sudah mengetahui kematian ibunya tetapi melihat Rey menutupi kesedihannya mereka juga hanya bisa berdiam.


Duduk di sebuah kursi putar, Rey melihat ke samping jendela dan membayangkan wajah mantan ayahnya yang akan dia balas.


Kali ini akan dibalaskan semuanya dan dipermalukan, dan mantan ayahnya akan bekerja sama di perusahaan ini sekarang juga.

__ADS_1


Sekertaris Slavina memberikan dokumen mengenai perjanjian kerjasama dengan mantan ayahnya, mengatakan kalau mereka akan segera datang.


__ADS_2