Game World With System

Game World With System
Part 123: Penjahat


__ADS_3

PART 123


Rey, dia menggunakan mobilnya sudah pulang terlebih dahulu, dan Dao, akan berinisiatif mengantarkan gadis yang dia kenal baru saja, gadis itu adalah Ane,dan karena dao tidak memiliki mobil maka hanya ada taksi yang dipesan oleh ane.


Dalam beberapa menit mereka menunggu di depan restoran sebuah taksi yang dimaksud sudah datang,taksi itu langsung datang dan mereka berdua bergegas masuk ke dalam taksi.


Ane langsung duduk di belakang di urutan kedua dan juga Dao, mereka berdua langsung naik taksi dan bersiap-siap untuk pulang, Dao masih tidak mengetahui kalau dirinya sedang dalam bahaya setelah memasuki mobil taksi itu.


"Emmhh..... aku antar kamu pulang aja ya ,"kata ane.


"Lah, Jangan gitu dong seharusnya aku antar kamu pulang dulu soalnya kamu adalah gadis yang sangat cantik dan tidak boleh pulang sendirian apalagi sopir taksi ini adalah lelaki, pokoknya kamu pulang duluan setelah itu baru aku karena aku adalah laki-laki yang bisa menjaga diri sendiri,"Ucap Dao memainkan kedua hadisnya menggoda ane.


"Emh..... Ya udah deh kalau itu mau kamu aku akan pulang duluan ya,"kata Ane tersenyum, Tetapi diam-diam dia membuka sebuah tas yang berada di sampingnya yang di mana tas tersebut berisi Sebuah alat bius dengan beberapa bahan.


Ane mulai berbincang-bincang satu sama lain tetapi kedua tangannya masih sibuk masuk ke dalam tas, akhirnya dia sudah selesai di saat Dao lengah, benar saja ane langsung membiusnya dan membuat pingsan dalam seketika.


Dan sopir pribadi yang mengendarai mobil itu tersenyum puas karena mengetahui itu adalah mangsanya.


"Oke,aman sekarang,"ane menandakan kalau dia sudah selesai dan dia juga bergegas duduk di depan untuk pergi ke suatu tempat yang tersembunyi.


"Nah, bagus banget kamu pintar kalau udah kayak, mau bawa kaya gak? nanti malah orang yang miskin lagi nggak bisa kita manfaatin,"kata sopir itu bertanya-tanya di saat sedang mengendarai mobil.


"Yap, tentu saja aku tidak akan memilih bangsa dengan sembarangan Karena aku tahu Dia memiliki teman yang sangat kaya raya, apalagi dia cerita kalau temannya itu adalah pemilik perusahaan yang sangat besar yang tidak memiliki kedua orang tua sudah jelas pasti bisa mengambil uang yang begitu banyak darinya,"ane mengatakan itu dengan puas merasa semua rencana yang akan berhasil seperti biasa.

__ADS_1


Jadi,ane adalah gadis yang suka mencari para pria untuk dijadikan Sandra dan meminta uang imbalannya, dia juga tidak sendiri tetapi ada orang lain yang mengikuti untuk hal ini.


Satu putaran terjadi mobil tersebut melewati sebuah gang yang kecil dan terlihat Dao yang masih berada di belakang mobil dalam keadaan pingsan tetapi tangannya tidak terikat membuat dirinya selalu terbentur kemana-mana.


Srett....


Mobil taksi tersebut akhirnya berhenti di sebuah gang yang kecil dan suasana yang begitu gelap, kanan kiri depan belakang ternyata adalah sebuah apartemen dan juga beberapa bangunan yang sudah lama ditinggalkan sehingga banyak orang yang tidak menghuninya.


Pria yang mengendarai mobil taksi tersebut keluar dan memanggku Dao,Dao akhirnya dengan terpaksa diseret dibawa ke sebuah ruangan yang di mana ruangan tersebut adalah bangunan yang sudah lama ditinggalkan, ternyata di sana juga ada beberapa orang yang sudah menunggunya


"Heyy ..... wah hebat sekali ya baru saja kalian pergi sudah mendapatkan mangsa,"ucap seorang pria botak dia duduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah tali.


Ruangan tersebut sangat gelap sekali hanya ada beberapa cahaya yang menyinari mereka, Dao dengan beberapa bantuan yang lainnya akhirnya diikat dan mulutnya ditutup dengan sebuah kain agar tidak mengeluarkan suara di saat sudah siuman.


Lalu anak buah lainnya langsung bergegas untuk membangunkan Dao.


Di sisi lain,Rey sudah sampai di rumahnya dia masih tidak mendapatkan pesan atau kabar dari sahabatnya, Rey seharusnya sahabatnya itu memberitahu kalau dirinya mendapatkan hal-hal yang gembira, sehingga sahabatnya atau Dao menceritakan kejadian di saat kencan tadi.


Rey ya nggak bisa mencoba untuk menenangkan dirinya mungkin saja hingga sudah larut malam membuat mereka lupa waktu, mungkin karena perkenalan pertama jadi terus aja mengobrol.


Karena Rey tidak ingin mengambil pusing maka dia mencoba merebahkan dirinya di sebuah sofa dan terlihat ada pembantu yang sedang membawakan makanan dari dapur.


"Tuan, makanan yang saya buat ayo dimakan dulu, dan juga di dapur sudah ada masakan yang sudah saya buat kalau mau makan malam tinggal ke dapur saja,"kata pembantu itu yang sudah seharusnya melakukan hal tersebut.

__ADS_1


"Oke bi, sebentar ya aku masih mau rebahan dulu,"Rey merebahkan dirinya meluruskan seluruh tubuhnya di atas sofa dan kepalanya ditindih dengan sebuah bantal untuk dirinya bisa tertidur lelap.


Lalu terdengar sebuah dari telepon di atas meja yang membuatnya tidak terjadi tidur.


Tettt....ttetttt...


"Hadeh..... siapa sih malam-malam gini bikin berisik aja deh,"Rey karena masa ngantuk cepat-cepat mengambil telepon itu dan mengangkatnya.


"Reyy!!!! Rey....hikss.... aku mohon tolong aku, aku mohon tolong kirimkan uang 100 juta untuk mereka,"ucapan dari Dao yang sangat menyedihkan dalam keadaan menangis.


"Dao? Dao? ini kamu? kenapa Kamu menangis? Apa yang kamu maksud harus memberikan 100 juta kepada mereka? mereka siapa yang kamu?"Rey menjadi sangat tegang awalnya dia mulai mengantuk akhirnya tidak jadi.


"Hiks ....mereka, mereka semua menculik dan meminta tebusan uang senilai 100 juta, aku mohon tolong kirimkan uang itu karena aku sangat takut...hiks...hiks....,"Dao menangis menjadi-jadi yang dikelilingi oleh para penjahat di ruangan yang sangat gelap.


"Oke oke, kamu kirim saja alamatnya biar aku kirimkan uang senilai 100 juta, asalkan kamu dalam keadaan baik-baik saja,"kata Rey masa kali tidak memikirkan masalah uang karena dia juga adalah orang yang kaya raya.


Lalu handphone tersebut langsung diambil oleh penjahat dan penjahat langsung mengatakan kepada Rey kalau dia harus mengantarkan uang senilai 100 juta itu sendirian dan tidak boleh melapor kepada polisi jika melapor kepada polisi maka nyawa Dao segera dipertaruhkan.


"Oke baik-baik, tenang saja aku akan membawakan uang itu tetapi tolong jaga dia baik-baik kalau tidak uang itu akan lenyap,"kata rey yang sudah bergegas untuk mengambil uang yang ada di dalam atm-nya.


"Oke, setelah kamu mengambil uang aku akan mengirimkan alamatnya,"kata penjahat itu yang sangat puas, dan telepon pun langsung dimatikan.


Rey baru saja beralih ke pintu untuk mengambil uang yang sangat banyak tetapi dia berpikir kembali Karena Dia teringat dengan sebuah kota yang bisa dia kendalikan mungkin saja itu akan membantunya.

__ADS_1


__ADS_2