Game World With System

Game World With System
Part 118 : Jebakan laser


__ADS_3

PART 118


Terjadilah sebuah gempa di tempat tersebut dan membuat mereka bertiga kocar-kacir mencari sebuah perlindungan, Untung saja Rey sudah memilih sebuah pintu yang menurutnya aman dan meminta kedua temannya untuk segera menghampirinya agar bisa keluar dari tempat tersebut.


KRETAKKK....


Sebuah retakan retakan kecil dari bawah lantai mulai terlihat yang menandakan ruangan ini akan segera roboh jika kita terjatuh bisa saja nyawa kita tidak terselamatkan atau gagal dalam game ini.


Ovin dan Rey sudah berada di depan pintu dan berniat melintasi ke pintu yang lainnya namun sangat disayangkan pria gemuk tersebut terlihat sangat rakus karena ingin memiliki semua perhiasan dalam bahasa yang ada di patung itu.


"Iyaa.... kalian duluan saja nanti aku akan menyusul sebentar lagi, tolong jangan khawatirkan aku pokoknya kalian duluan aku akan segera sampai,"ucap pria gemuk dengan lantang dan selesai mengambil perhiasan itu ia berlari dengan membawa beban yang dia bawa.


Rey dan Ovin sebenarnya sudah selamat berada di depan pintu yang lainnya tetapi pria gemuk itu baru saja ingin melintasi sebuah jembatan, namun sangat disayangkan karena badannya yang gemuk dan juga perhiasan yang banyak sehingga dia tidak konsentrasi dan membuatnya gagal fokus.


Pria gemuk ini tiba-tiba menjadi sangat pemberani setelah membawa beberapa emas yang ada di tubuhnya,tapi walaupun dia berusaha untuk melewati jembatan besi yang cukup panjang itu pria gemuk ini masih saja jalan dengan sangat lambat sekali.


"Hey.... cepatlah bergegas tinggalkan tempat itu,"teriak Ovin kepada pria gemuk yang berusaha untuk melewati jembatan.


Di saat berada di tengah-tengah Jalan sebuah bangunan yang mereka lewati berisi patung-patung itu tiba-tiba roboh, anehnya ketika bangunan itu roboh dibawa sama sekali tidak ada bangunan yang lainnya sedangkan di saat pertama kali melihat ke bangunan-bangunan yang lainnya masih ada beberapa pintu.


Sungguh sangat aneh sekali bagi mereka.


Pria gemuk kini berada di tengah jembatan dan ketika bangunan itu roboh tentu saja jembatan itu tidak langsung datar lagi yang menampung pria gemuk itu berjalan.


Jembatan besi tersebut tentu saja ikut terjatuh Untung saja pria gemuk itu bisa dengan cepat melompat dan membuat dirinya berpegangan tangan sehingga tubuhnya tergantung.

__ADS_1


"Sini, cepat pegang tanganku kuat-kuat,"Rey berusaha memegangi pria gembok itu dan menariknya ke atas bersama Ovin.


Pria gemuk ini memiliki tubuh yang sangat berat apalagi ditambah dengan emas-emas yang ada di pakaiannya.


"Akhm... tubuhmu berat sekali cepatlah kamu buang emas-emasan itu,"kata Ovin dia juga kewalahan.


"Tidak,Aku tidak akan membuang emas-emas itu aku yakin ketika aku terjatuh dari sini maka aku akan kembali lagi ke duniaku bersama emas-emas,"kata pria gemuk itu membuat Rey dan juga Ovin tidak bisa berkata apa-apa, padahal baru saja mereka mendengar Kalau pria gemuk itu sangat ketakutan tetapi disaat kencing seperti ini ternyata dia lebih memilih perhiasan dan dalam waktu sekejap pria gemuk itu melepaskan pegangannya dan terjatuh ke bawah.


Ovin langsung menarik tangan Rey dan memaksanya untuk masuk.


"Sudahlah, biarkan saja itu kemauan dia ingin jatuh dari sini,"Ovin juga walaupun dia terlihat sangat dingin dan juga berandal Tetapi dia juga memiliki pemikiran.


Di saat mereka berdua masuk ke dalam ruangan ternyata di dalam ruangan itu sangat kosong, ruangan itu terlihat polos sekali yang berwarna putih.


Rey juga, dia tidak langsung ke gabah memilih pintu-pintu yang ada di sebelahnya apalagi datang ke tengah.


Di saat mereka berpikir tentang ruangan ini apakah ada jebakan atau hal semacamnya tiba-tiba yang awalnya ada sebuah pintu 6 menjadi pintu 2, pintu dua itu terdiri dari pintu yang di mana Dia berasal dan juga pintu kedua adalah di bagian ujungnya.


"What? kenapa tiba-tiba berubah? Apakah ini adalah sebuah petunjuk agar kita masuk ke sana,"Ovin langsung melangkahkan kakinya ingin segera menuju ke pintu yang ada di depannya dengan jarak yang cukup jauh.


Di saat Ovin beberapa langkah maju tiba-tiba sebuah laser bermunculan yang membuat dia terdia.


"Ehh....ini ? ini laser bahaya gak?"Ovin langsung mundur lagi takutnya dia mendapatkan jebakan seperti laser laser yang ada di sebuah televisi.


"Duh .... memang sih benar kita dikasih petunjuk tetapi kita harus melewati laser ini,"Kata Rey.

__ADS_1


"HUFTT.... Untung saja badanku kurus dan juga Kamu kurus aku yakin kita pasti bisa, daripada kita bau si gendut itu yang nggak tahu diri malah rakus,"Ovin terlihat sangat senang baginya laser ini sangat mudah.


Rey langsung bertindak terlebih dahulu, dia melewati laser laser itu hingga mengangkat kakinya, meluruskan kedua lengannya, membengkokkan kepala dan menundukkannya, dan semua itu juga dipandu oleh temannya yaitu Ovin.


"Ehh... hati-hati itu kepalanya Jangan kamu tunjukkan lagi, ingat kakinya jangan sampai tergeser karena kamu bisa terkena laser,"kata Ovin.


Hingga dari panduan oleh Ovin,Rey akhirnya setelah berusaha bisa melewati laser itu dan berada di depan pintu .


"Yesshhh..... ayo cepat giliran kamu sekarang biar aku bantu,"Rey sudah bersiap-siap ingin membantu temannya itu tetapi sayangnya Ovin lebih memilih cara yang mudah ternyata di bagian bawahnya ada sebuah kelonggaran, jadi Ovin tanpa memberitahu Rey dia langsung menelungkupkan tubuhnya dia merangkak di bagian bawah.


"Busett..... Coba kamu bilang dari awal kek dari tadi biar aku nggak susah payah ngelewatinnya,"Rey cukup kuasa mengetahui ovin bisa melewati bagian tanah.


Ovin yang masih melewati laser tersebut hanya mengeluarkan giginya sambil tersenyum lebar.


"Hehehehe, aku juga baru tahu lagian kamu sih langsung main lewat aja,"Ovin akhirnya setelah melewati laser dengan cara meranggak sudah berada di hadapan Ray.


Jadi mereka berdua lolos dari laser itu, dengan kepuasannya saling bertepuk tangan.


Tapi ternyata bukan itu yang ditakutkan oleh mereka, laser itu ternyata hanya mainan saja, Ovin tidak sengaja ketika bercanda mengenai laser tersebut namun tidak terjadi apa-apa.


Awalnya Rey ketakutan, takutnya terjadi apa-apa, tetapi menunggu beberapa waktu tidak terjadi apa-apa, di saat mereka senang sebuah dinding yang berada di depannya tiba-tiba langsung maju yang di mana kedua dinding tersebut mencoba untuk merapat ingin menindih mereka.


"Ehhh.... ayo cepat keluar sebelum kita di gepengkan oleh mereka,"kata Ovin bergegas memegang gagang pintu itu, tetapi ternyata itu bukanlah gagang pintu melainkan sebuah gambar pintu saja.


"Duh..... bisa-bisanya disaat seperti ini malah bercanda seperti itu,"Rey menjadi panik seketika dia langsung meraba-raba dinding takutnya ada pintu yang lain.

__ADS_1


__ADS_2