Game World With System

Game World With System
Part 69 : Balas dendam


__ADS_3

PART 69


"Iya.... dia si sini dan memiliki ayah dengan jabatan tertinggi, jika kalian berani macam-macam dengannya maka kalian akan mati!"Rella mengatakan hal itu sambil memegang lengan si pria.


"Hah? emangnya kamu tahu kapan kematian kami sehingga kamu berani sekali mengatakan tentang kematian?"Rey tidak ingin kalah dari hal ini.


"Sudahlah jika kalian tidak pergi sekarang juga maka aku akan melaporkan kalian kalian akan tahu akibatnya!"Rella masih saja sombong walau sudah dalam keadaan terciduk, Rey masih diam dan tidak pergi kemana-mana begitu juga ketiga teman yang lainnya.


Oleh karena itu rella dan prianya merasa amat yang salah kemudian membalikkan tubuhnya untuk berbalik menuju ke sebuah pintu keluar, pria tersebut ketika membuka pintu sangat terkejut karena pintu ini tidak bisa dibuka.


Cklekk...ckelekk....


"Duh ini rumah sudah tua banget ya sampai-sampai pintunya nggak bisa dibuka,"Kata si pria yang bersusah payah ingin membuka pintu rumah sauna.


"Emmm.... antar rumahnya yang tua atau memang kamunya yang tidak kuat?"Rey mendekati mereka langkah demi langkah.


"Aakhh... sudahlah kalau tidak bisa lewat pintu mending lewat jendela saja,"Si pria yang sudah tidak bisa melewati pintu akhirnya menuju ke sebuah jendela tetapi ketika dia mendekatinya tiba-tiba jendela itu sudah tertutup rapat dengan tanah.


Rella dan si prianya mulai terkejut kenapa jendela ini tiba-tiba tertutup dengan tanah, kini sama sekali tidak ada cahaya yang menerangi ruangan sauna, dan mereka sedang berada di dalam kegelapan karena satu titik cahaya yang melewati jendela ini sudah tertutup.


"Buaaa..... kalian jangan kaget ya,"Rey dengan kekuatan apinya membakar beberapa kain yang sudah terlilit di sebuah kayu.


Jadi di dalam rumah sauna sudah terang karena cahaya api yang menyala.


"Ini?!! ini semua pasti ulah kalian ya? Aku minta sekarang lepaskan aku jika tidak kalian semua akan menyesal!"Si pria sudah mulai gugup karena terdesak tidak bisa kemana-mana dari tempat ini.

__ADS_1


Rey melirikkan kepalanya dan menanyakan ke sauna apa yang harus dia lakukan dengan dua manusia yang tidak tahu malu ini.


"Aku .... ketika memasuki rumah pemimpin aku sudah disiksa berkali-kali, Apakah aku harus melakukannya seperti itu lagi kepada dia?"Tanya sauna meminta saran kepada teman-teman yang lainnya termasuk Rey.


Rella tentu saja menolak hal ini dan dia mengatakan dia tidak akan pernah bekerja di rumah pemimpin itu karena pacarnya adalah pemilik dari jabatan si pemimpin.


"Kau! "sauna hanya bisa menuju ke arahnya dengan telunjuk.


"Napa?Loe iri!".


Ling Ling sebagai wanita sama sekali tidak menerima hal ini dan dia mengusulkan kepada sauna untuk menyiksa Rella sekarang juga.Tetap saja Rella walau sudah berada di dalam keadaan seperti ini dia tetap menyombongkan dirinya dan mengatakan mereka akan menyesal,dan jika mereka semua membuat penyiksaan terhadap Rella maka akan dipastikan Rey dan teman-temannya akan menyesal.


"Kami sama sekali tidak takut dengan kalian semua, cuih!"Ling Ling dengan beraninya meludah ke depan seolah-olah mereka tidak punya harga diri.


"Sayang, lakukan sesuatu dong jangan sampai mereka menyiksaku,"dengan nada yang sangat manja sekali kepada si pria.


Si pria sudah tidak tahan lagi dengan hal ini kemudian dia mengambil sebuah batu yang berada di pinggir, dengan cepat dia mengambilnya dan bergegas berlari menuju ke arah sauna untuk menghajarnya.


HYAAAAA.....


"Eitsss....".


"Yah....lemahh..... masa cuma segitu doang sih,"ejek Ling Ling karena si pria hanya bisa mengangkat batunya dan dia tidak bisa bergerak kemana-mana ketika mengetahui kakinya terikat dengan tanah.


"Duh...maaf yah,maaf banget,"Rey tidak sengaja menggunakan kekuatannya sehingga pergerakan si pria berhenti.

__ADS_1


"Akhhh.....Rella....! cepat bantu aku kamu jangan diam saja!"si pria memberontak ingin melepaskan kakinya itu.


Rella dengan cepat berlari dan menarik kedua lengan si pria tetapi tetap saja mereka tidak bisa keluar dari jebakan tanah yang telah dibuat oleh Rey.Tanah ini seperti sebuah lem sehingga tidak mudah untuk dihancurkan.


"Sauna, aku tahu bagaimana penderitaanmu sekarang, tetapi jika kamu membalaskan dendamu sekarang kamu tidak akan merasa puas biarkan aku membawa dia ke tempat si pemimpin dari jadikan sebagai budak,"Inilah usul dari si Rey agar Sauna merasa puas.


Sauna hanya tersenyum dan mengangguk mengikuti usulan dari Rey, kemudian Rella Saya ingin didekati dia mulai menjadi takut, dia tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa melangkah ke belakang dan terpojok di sebuah sudut ruangan.


"Awas! kalian jangan macam-macam jangan pernah menyentuhku!"Bentak Rella.


Dari beberapa langkah ke depan rey mulai berkonsentrasi dia menggunakan kekuatan petirnya untuk membuat wanita yang ada di depannya atau Rella menjadi pingsan, dalam beberapa detik setelah terkena setruman atau petir tiba-tiba Rella benar-benar pingsan dan tergeletak di tanah.


"Sauna, tolong antar aku ke tempat di mana Kamu dibawa ke rumah pemimpin itu,"Rey sudah memangku Rella untuk dibawa ke rumah pemimpin sebagai budak wanita.


Dan si pria, dia tidak bisa melakukan apapun dan terus berteriak untuk meminta tolong agar semua orang tahu, Zen yang sangat kesal dengan si pria itu langsung mengambil sebuah gorden bekas dan menyumpal mulut si pria itu, kemudian setelah menyumpalnya dia mengikat kembali mulutnya agar tidak berani memuntahkan kain itu.


"Diam kau! sudah tahu ini malam-malam berani-beraninya melakukan hal itu di rumah orang lain, kalau kepengen itu harus di rumah sendiri jangan di tempat sembarang gini kan jadinya!"Zen malam memarahi si pria itu dan mengomentari dengan hal-hal yang buruk untuk memberi saran yang baik.


"Emm...e...e...ee..mm,"si pria tidak bisa ngomong dengan jelas dia terikat dengan sebuah kain di mulutnya.


Rey setelah memangku gadis tersebut dia meminta izin kepada Ling Ling dan Zen untuk tidak kemana-mana dan jangan membiarkan si pria itu lepas karena dia akan membawa Gadis itu ke tempat si pemimpin.


"Okee, kalau itu tenang saja kami akan menjaga dia dengan baik-baik pokoknya kamu aja yang hati-hati,"ucap Ling Ling.


Rey dan sauna akhirnya berjalan di malam hari yang sepi menuju ke tempat rumah sang pemimpin, dan ternyata di sana juga banyak prajurit dan penjaga yang menjaga rumahnya dengan ketat.

__ADS_1


"Sauna, kamu di sini saja dulu ya biar aku berpura-pura menjadi prajurit untuk membawa wanita ini ke sana,"kata Rey.


__ADS_2