Game World With System

Game World With System
Part 68 :Sahabat penghianat


__ADS_3

PART 68


Ketika malam, mereka semua beristirahat di rumah sauna tetapi tiba-tiba ada seseorang yang datang di malam hari berduaan dan berniat memasuki rumah sauna.


Mereka yang sedang beristirahat di tempat rumah sauna tiba-tiba bangun dan bergegas ke dapur untuk berlindung, ketika mereka berempat sudah berada di dapur tiba-tiba terdengarlah sebuah pintu yang terbuka dan mereka berdua mulai masuk.


"Eh.... mereka ngapain malam-malam ke sini? bukannya Ini rumahku kenapa seenaknya dia datang ke sini?"ucap sauna dengan berbisik-bisik kepada yang lainnya.


"Udah kita lihat aja apa yang mereka lakukan kalau kita ketahuan sama mereka udah kita tangkap saja"Kata Zen.


"Ouh aku kenal dia kalau nggak salah dia adalah Rella yang kemarin menjebakku untuk bertemu dengan prajurit pemimpin sehingga aku dibawa ke sana, sialan aku harus balas dendam nih,"sauna baru sadar kalau itu adalah orang yang telah menjebaknya kemarin,dan Rella ini nyata adalah temannya sendiri.


"Jangan, kita diam saja dulu apa yang akan mereka lakukan baru kita beraksi,"Rey menghentikan sauna agar tidak terlalu gegabah dengan perilakunya untuk saat ini.


Sedangkan Rella dan satu pria mulai memasuki rumah sauna setelah.


"Sayang, emangnya tidak apa-apa jika kita melakukannya di sini?"Rella bertanya kepada lelaki yang ada di depannya.


"Sudah tidak apa-apa aku lagian ini tempatnya kosong kan dan tidak akan ada orang yang datang ke rumahnya pada jam segini,"balas seorang pria yang ada di depannya yang sudah tidak tahan.


"Tapi aku takut banget kalau kita ketahuan, Kamu tahu kan kalau kita ketawa resikonya seperti apa,"Rella benar-benar takut jika hal ini diketahui oleh orang lain.


Namun seorang pria adalah seorang predator, dengan hal ini maka dia akan melakukan apa saja karena sudah tidak tahan dengan hawa nafsunya.


"Udah ay, sini bareng jangan takut pokoknya aman saja,"Pria tersebut mulai menanggalkan pakaian si rella.

__ADS_1


"Eh gila.... ternyata mereka mau ngelakuin itu,"Rey langsung membelikan badannya dan tidak ingin melihat kejadian seperti itu, dan juga Ling Ling menutup dirinya kemudian membalikan arah karena tidak ingin melihat hal ini, begitu juga sauna.


Tapi Zen dia malah tidak bisa melepas pandangan hal ini bahkan mulai berbisik-bisik mengatakan untuk melakukannya dengan sangat cepat.


Tubuh Rella sudah tidak memakai pakaian lagi dan terbaring di sebuah lantai, ketika mereka akan melakukan aksinya Ling ling mengetahui kalau Zen masih menonton pertunjukan ini di saat itu Ling ling dengan cepat menjewer telinganya Zen.


"Kau!?? jangan macam-macam ya! awas ya kalau kamu lihat kayak gitu lagi!"Ling Ling tiba-tiba marah kepada Zen.


"Awhh.... aduh iya iya janji gak lihat kok aduh sakit banget,"Zen mengusap-ngusaha telinga yang dijewernya agar tidak terlalu sakit.


Ternyata disaat seperti ini Ling Ling tidak menginginkan Zen untuk melihat hal seperti itu atau hal yang tidak senonoh.


"Emmm....kamu peduli ya sama aku...cieee...."Zen mulai kepedean dan tersenyum lebar ke arah ling-ling hal ini yang membuat Ling Ling marah.


"Dih.... kamu malah gitu ih....."tanpa disadari Ling ling memukul pundak Zen yang menyebabkan mereka berdua yang ada di ruang tamu mendengar hal itu dan segera bergegas.


Sauna yang tidak ingin melepaskan mereka berdua langsung saja menghentikannya dan memanggilnya dengan nada yang cukup tinggi.


"Rella!! mau kemana kalian!"sauna yang tidak menginginkan Mereka pergi langsung menahannya dan menampakkan dirinya.


Mereka berdua langsung terkejut karena tiba-tiba di rumah yang kosong ini ada seseorang.


"Aaaa....aku...... Aku sama sekali tidak melakukan apapun,"Rella mencoba untuk tidak mengatakan yang sebenarnya dan berbohong.


Ketika suasana yang sangat gelap seperti ini bahkan Rella tidak mengenali wajah sauna di saat pertama dikejutkan, tetapi dari suaranya Rella mulai menyadari kalau itu adalah sauna.

__ADS_1


"Sauna? itukah kamu?".


"Ya, ini aku temanmu yang telah kamu jebak!".


"Ouh .... ternyata kamu ya, ternyata kamu masih bersembunyi di rumah ini kalau para prajurit tahuuuu..... mungkin kamu akan ditangkap lagi dan kamu dibawa lagi ke tempat Sang pemimpin setelah itu dihukum dengan berat, jadi ..... kalau kamu mau aman tolong jangan katakan apa yang kami lakukan di sini,"Rella masih saja membuat perjanjian dengan sauna untuk tidak bertukar masalah.


"Cih...!! aku ditangkap seperti ini juga karena dirimu ada saja waktu itu kamu tidak menjebakku aku tidak akan seperti ini! "Sauna terlihat sangat marah sekali dan mengeluarkan emosinya.


"UPS ..... kalau kamu nggak mau nurut sih ya udah nggak apa-apa lagian nggak bakal ada yang percaya sama kamu lagi,kamu di sini ayah tinggal sendirian sedangkan kami berdua maka kami bisa menjadi saksi kalau kamu kabur dan kami bisa membawa kamu ke pemimpin lagi,"Rella dengan santainya mengatakan hal itu di depan sauna yang membuatnya semakin emosi karena persahabatannya dari kecil membuatnya berubah setelah dewasa.


"Kamu!! masih saja kamu bertingkah seperti ini tidak aku sangka kamu memiliki sifat yang sangat buruk!"Sauna sangat geram sekali dengan tingkah laku temannya.


"Sayang, tangkap saja wanita gila ini nanti kamu akan dapat imbalannya dari pemimpin,"Perintah Rella.


"Oke sayang, tapi boleh nggak aku coba dulu sebentar,"ucap pria tersebut yang ingin menodai sauna.


"Dasar kalian manusia tidak tahu diri! kalian memang tidak memiliki hati sama sekali!"Sauna hanya bisa memundurkan langkah kakinya ketika didekati oleh pria tersebut.


Rella dengan begitu santai hanya memperhatikan sauna yang ingin dilecehkan oleh pacarnya,Rella terlihat sangat puas sekali melihat hal itu, tetapi hal ini tidak akan pernah terjadi karena Rey tiba-tiba datang dari belakang dan menghentikan semua.


"Ouh..... dasar wanita licik, kamu pikir dia sendiri? dia tidak pernah sendiri sekarang, yang ada kalian semua akan aku laporkan dan membuat hidup kalian menyesal,"Rey ternyata sudah tidak tahan dengan sikap mereka yang seperti ini dari tadi maka barulah muncul dari belakang.


"Yapss.... dia sama sekali tidak sendiri seperti apa yang kalian pikirkan, ada aku,dan Zen juga,"ucap Ling Ling tiba-tiba keluar juga dari belakang dan membuat Rella menjadi kaget karena di rumah sana bukan ada seorang saja tetapi ada berempat.


"Kaaa...kalian....!"Sambil menunjuk dengan takut.

__ADS_1


"Yaaa..... untuk kamu dasar aneh, Jika kau berani menyentuh dia maka habislah riwayatmu!"Rey mengancamnya sambil melototkan kedua mata.


"Halah ..... kalian berdua Aku sama sekali tidak takut, lagian ayahku di sini adalah seorang pengawal yang terpilih oleh sang pemimpin, jadi akan aku masukkan kalian ke dalam penjara,"Ucap pria tersebut menyombongkan dirinya.


__ADS_2