Game World With System

Game World With System
Part 105 : Kedatangan DVD game


__ADS_3

PART 105


Setelah berjalan-jalan untuk menikmati kekayaannya, Rey mulai mengetahui kondisi di negara-negara lain yang kekurangan uang, dia baru menyadarinya kalau berfoya-foya menggunakan uang miliknya itu salah.


Harusnya dia juga berbakti kepada orang lain yang tidak mampu, orang yang begitu banyak dan berlimpah akhirnya dia gunakan untuk membantu orang lain yang kekurangan.


Tidak pernah suka-suka dia kini suka berbagi, bagan yang mengirimkan negara A,total 100 juta,ke negara b ,50 Juta,C 120 juta, dia mengirimkan yang tergantung kebutuhan mereka masing-masing.


Setelah memberikan kebutuhan orang lain terhadap senyuman yang begitu puas dari wajah Rey, karena melihat orang-orang yang kesusahan itu jadi bisa menerima dan menikmati kehangatan di dunia.


Ya oh tidak di seluruh dunia dia berikan dan dia tolong tetapi setidaknya ada sebagian yang bisa diatur, Rey akan bertingkat untuk menjadi orang terkaya di seluruh dunia kemudian membagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.


"Hoammm... aduh aku capek banget nih, rasanya pengen aku tidur-tiduran seharian,",Rey tersekujur lemah di atas sofa rumahnya yang hanya dihuni oleh dia dan sahabatnya.


Dao baru saja mengambil sebuah minuman di dalam kulkas, setelah itu dia nanya tentang DVD game yang pernah dimainkan oleh Rey.


"Rey? setelah berbulan-bulan kamu bersenang-senang dan memberikan uang kepada orang yang tidak mampu Apakah kamu tidak ingin bermain game lagi?"Tanya Dao langsung duduk di sebelahnya adalah balita sebotol minuman dingin.


"Iya sih, karena kegiatanku terlalu banyak jadi aku lupa tentang game yang aku punya, sebenarnya itu adalah hobiku dari rutinitasku, ada kenapa akhir-akhir ini aku selalu sibuk jadi jarang bermain, lagian aku sudah banyak sekarang sepertinya aku tidak perlu lagi bermain game itu, biarkan game itu aku berikan kepada orang lain,"kata Rey.


"Lah ... jangan diberikan kepada orang lain nanti dia bisa jadi kaya,"larang Dao.


"Weh.... Bagus dong kalau dia kaya kan nanti bisa bantu,"ucap Rey menurut caranya itu benar.


"Gak Rey, kalau kamu kasih sembarang orang bisa saja dia tidak bisa bermain dan meninggal dunia di dalam game itu, kamu harus tahu akibat dari bermain game, Kamu sendiri yang bilang


kalau kalah bermain game bisa saja tidak akan kembali ke dunia nyata,"Ternyata Dao masih ingat dengan peraturannya dan itu adalah saran yang benar.

__ADS_1


Rey baru kepikiran dampak dari bermain game yang nyata itu, jadi dia harus menyimpan Dvd itu untuk jaga-jaga dia ketika memang kekurangan uang.


"Yaudah, Aku mau simpan di game itu,"Rey mulai bergegas menuju ke ruangan game yang dia miliki untuk menyimpan barang-barang.


Rey pergi sendirian ke ruang miliknya tetapi sahabatnya masih berada di ruang tamu, sahabatnya menyetelkan sebuah televisi besar yang ada di depan terdengar sebuah ketukan pintu dari luar.


"Ya, tunggu sebentar saya akan ke sana,"sahut Rey dari dalam dengan cukup keras karena rumah ini luas.


Bunyi yang mengetuk pintu itu semakin besar, bel pintu pun beberapa kali dibunyikan sehingga mengeluarkan nada yang begitu banyak.


"Ya.... tunggu sebentar napa sih, udah ngetok pintu terus pakai bel bunyi segala lagi, haduh Ini siapa sih, jangan-jangan ini Pak satpam ya lagi pula Mana Mungkin ada orang yang bisa masuk ke sini tanpa seizin,"Dao cukup kesal dengan perbuatan hal ini dia bergegas menuju ke depan pintu dan dengan kedatangannya akhirnya dia membuka gagang pintu.


Pintu pun terbuka dengan sangat lebar dan anehnya tidak ada seorangpun di luar, padahal Dao barusan benar-benar mendengar bel pintu dan juga ketukan pintu, mana mungkin telinganya bermasalah.


"Owee..... siapa sih kalian kalau memang mau bertamu ngomong baik-baik gak usah bermain-main kayak gini!"Teriak Dao di depan pintu mungkin saja ada seseorang yang mengumpat dan menjahilinya.


Bruakk....


"Aduh.... sudah gue bilang...aduh .... Ini ngapain sih barang ada di depan pintu segala, loh padahal tadi aku lihat nggak ada barang loh,"sambil melihat sekelilingnya.


Karena tidak ada siapa-siapa dia merasa takut kemudian kotak tersebut dibawa ke dalam dan memanggil Rey segera.


Rey yang sudah sampai di kamarnya dia menyimpun DVD dan game yang dia punya, semuanya ditata rapi oleh dia agar tidak bisa ditemukan oleh siapapun yang tidak diinginkan.


"Rey ..!!! turun ke sini kamu dapat paket dari seseorang nih,"Dao Yang kesel melemparkan kota kardus tersebut di atas meja sehingga menimbulkan sebuah bunyi kecil.


Rey mendengar panggilan dari sahabatnya baru gagah turun ke bawah Dia melangkahkan kakinya dengan cukup cepat dan menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Ya.... tunggu sebentar ya Aku akan segera ke sana,"kata Rey.


Tap...tap....tap...


"Ada apa?".


"Tuh, Aku nggak tahu kayaknya itu ada sesuatu buat kamu buka aja sendiri aku capek,"Dao masih saja kesal dengan kejadian barusan.


Sambil duduk di kursi Rey mengambil kota kardus tersebut dan dia mencoba untuk membukanya, kotak kardus tersebut ternyata cukup tertutup juga ketika dibuka di bagian pertama ternyata masih ada kardus di bagian dalamnya.


"Wah.... kayaknya ini prank buat kamu deh Rey, Ya udah kamu coba aja dulu lihat apa isinya,"kata Dao yang semakin penasaran.


Kotak kedua di dalam kardus tersebut mulai dibuka lagi dengan perlahan takut barang yang ada di dalamnya rusak, namun setelah kota kedua dibuka benar saja ada kota ketiga yang masih di dalam kotak tersebut.


Hal ini semakin membuat mereka penasaran Apa maksud dari semua ini, ada yang berpikiran kalau ini adalah iseng-isengan dari seseorang saja.


Rey dengan sabar akhirnya membuka kotak ketiga tetapi masih ada kota keempat, kota ke-5, kota ke-6, kata ketujuh hingga kota ke-10 barulah Ada sebuah kotak kecil.


"Hahah.... kayaknya ini memang prank buat kamu deh Rey, kotak kecil kayak gini emangnya isi apaan?"wajah dao sudah mendekati kota kecil itu karena merasa penasaran dengan isinya.


Lalu kota kecil tersebut dibuka dan terlihat sebuah persegi panjang yang berwarna hitam, setelah dilihat kembali ternyata itu adalah sebuah DVD.


"Lahh.... gue kira itu bom loh,"canda Dao.


"Emm... kayaknya ini sama persis deh dengan game yang kamu punya yang pernah kasih ke aku?".


"Iya sih, tapi kayaknya ini jauh lebih modern deh, kalau yang aku kasih itu kan kayak jadul gitu,"pikir Dao yang tidak tahu DVD ini berasal dari mana.

__ADS_1


__ADS_2