Game World With System

Game World With System
Part 60 : Ling Ling lelah


__ADS_3

PART 60


"Duh.... gimana ini aku sama sekali nggak tahu keberadaan dari elemen angin soalnya nggak tertulis dari jarum kompas di buku ini?"Rey berdiri di atas bebatuan sambil melihat lihat bagian buku yang diberi tabib itu.


"Nah, kalau nggak ada petunjuknya kita harus gimana?"Ling Ling juga tidak bisa berbuat apa-apa dia mulai berjongkok meluruskan lengannya melihat pemandangan di depannya.


Zen pun di samping lilin tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak tahu harus pergi ke mana, pergi tanpa tujuan yang tidak tertentu bisa membahayakan nyawa mereka dan juga memakan waktu yang cukup banyak.


"Emmm..... Ya udah kita akan bagi sesuai feeling saja"Rey dengan percaya diri mengatakan hal itu kepada mereka berdua walau itu bukan tujuan yang sebenarnya.


"Lah, emangnya bener? kalau salah gimana nanti?"Kata Zen yang tidak terima jika Rei mengarang dengan asal-asalan dengan tujuannya.


Rey pun terdiam karena tidak bisa menjawabnya dengan tujuan mereka masing-masing.Untung saja pertengkaran mereka dihentikan oleh Ling Ling dan mengatakan kalau mereka tidak boleh bertengkar, mereka harus menyelesaikan misinya dan harus kompak.Lagian ya ada salahnya jika mereka sekali lagi mengelilingi dunia ini dan mengetahui seisi dunia.


"Oke, pokoknya kita harus semangat bagaimanapun caranya dan kita juga harus bertanya-tanya kepada orang-orang yang kita temui"Ling Ling terlihat semangat sekali dengan hal ini.


"Ling, coba kamu pikirkan deh dunia yang banyak monster seperti ini Mana mungkin ada orang-orang yang masih hidup, orang yang masih hidup pun palingan juga orang-orang yang terlindungi seperti dunia yang dibuat oleh kakekmu"kata Zen.


"Lah, siapa tahu kan masih ada kota-kota lain yang belum kita ketahui"Ling Ling mudah sekali menjawab pertanyaan dari Zen.


Jadi, setelah mereka sama berhenti berdebat akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya sesuai peeling dari Rey.Mereka mulai melanjutkan perjalanannya lagi, tetapi Rey malah memilih jalan menuju ke sebuah perbukitan-perbukitan sehingga mereka harus berjalan nanjak dan turun.


Dan membuat pergerakan kaki Ling Ling terasa sakit sekali karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan perjalanan yang begitu jauh, di saat itu ling ling memintanya untuk menghentikan perjalanan dan memijat kakinya untuk beristirahat sebentar.

__ADS_1


"Ling, kalau kamu nggak kuat lagi sudah ya hentikan perjalanan ini kita pulang saja dan biarkan dia yang menyelesaikan misinya lagian kita tidak ada hubungannya"Zen menghampiri ling-ling dan memohonnya untuk menghentikan perjalanannya karena Zen sangat mencintai lilin dan tidak ingin kehilangannya apalagi melihat dia tersakiti.


Zen, walaupun seperti itu dia memang benar-benar tulus mencintai Ling ling.


Rey juga sekali lagi berpikir melihat tingkah laku dari Zen walau sudah berkali-kali dihina dan ditolak oleh Ling Ling Tetapi dia tetap tersenyum dan selalu menolong ling-ling bagaimanapun keadaannya, Zen dia adalah pria sejati yang terus mengejar cintanya sampai dapat.


Mereka bertiga menghentikan langkahnya terlebih dahulu, namun tidak terasa peristirahatan mereka cukup lama dan hal ini tentu diketahui oleh seseorang.


"Akh..... ngomong-ngomong bisa nggak sih tidur di atas kayak gini? kalau di bawah mungkin karena pepohonan banyak kalajengkingnya tapi kalau di atas pegunungan kayak gini apa masih ada kalajengking yang akan keluar?"Rey tetap saja memikirkan makhluk kecil itu padahal ling-ling sudah kelelahan.


Karena Ling Ling sudah merasa lelah dan tidak bisa menggerakkan kakinya akhirnya Rey memiliki cara untuk melakukan peristirahatan di malam hari, jika mereka bertiga turun lagi ke bawah untuk mencari pepohonan ini sangat mustahil apalagi kaki ling ling sudah kelelahan.


"Oke, Aku akan berusaha dengan imajinasiku biarkan aku berkonsentrasi"ucap Rey mundur beberapa langkah dan melihat ke samping.


Zen dan Ling Ling hanya melihatnya di samping tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Rey, Rey berkonsentrasi dia menutup kedua matanya dan menyentuh tangannya ke atas tanah, kedua telapak tangan yang sudah menyentuh tanah dan dia berkonsentrasi untuk membangun beberapa bangunan.


"Nih, aku rasa tempat ini cukup untuk kita beristirahat nanti"Rey dengan senang hati maupun silakan tempat ini untuk mereka beristirahat.


Dengan kaki terpapah Ling Ling dibantu oleh zen untuk memasuki perumahan yang telah dibuat oleh Rey, ternyata Ling Ling yang terlihat dari awal sangat kuat sekali memiliki kelemahan juga, bagaimanapun juga dia adalah wanita bukanlah pria yang sangat kuat sekali.


Ling Ling mulai memasuki ruangan yang berbentuk bengkoang tersebut dan ternyata ruangan itu memiliki ukuran yang cukup luas juga, Ling Ling terlihat gembira dengan pengalaman hal ini dan dia meminta Rey untuk membuat sebuah bulatan kecil dan menganggap itu adalah jendela.


"Lah, emangnya nggak apa-apa kalau aku buat bulatan kecil di sini?".

__ADS_1


"Iya gpp, lagian kalajengking itu mana mungkin naik mereka kan ada di bawah".


Atas permintaan dari Ling Ling akhirnya terbentuklah sebuah bulatan dari perumahan bengkoang tersebut dan dia bisa melihat ke arah luar, dari dalam melihat daerah luar yang begitu luas dan menghirup udara yang begitu sejuk.


"Ahhhh...... sangat sejuk sekali dan aku merasa lega"Kata Ling Ling menikmati keindahan alam.


Dan hari ini mereka beristirahat di tempat perumahan bengkoang, untuk menikmati terbenamnya matahari mereka duduk di atas tanah yang sudah diatur dengan rahasia yang berbentuk sebuah balok kayu.


Walaupun mereka bisa beristirahat dengan tenang tetapi perut tidak bisa dibohongi Karena perut mereka berbunyi keroncongan.


Kyuyukk....


Kruyukkk....


Kryukukk.....


"Hehehehe".


Mereka hanya bisa tersenyum melihat perut yang keroncongan, Ling Ling pun tidak tega harus meminta bantuan Rey demi mencari sebuah makanan, yang akhirnya mereka bertiga menahan rasa lapar Dengan meminum air putih saja.


Kini setelah menahan rasa lapar mereka mulai berbaring satu sama lain untuk tidur di malam hari, Ling Ling mencoba menutup matanya untuk tertidur lelap.


Dan Zen pun hanya bisa tertidur di sampingnya membalik arah, Zen tidak pernah hilang dari pandangan Ling Ling karena selalu ingin melindunginya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya menutupkan matanya dan tertidur secara bersama-sama setelah malam hari tiba dengan suasana yang begitu gelap, tetapi di malam itu ada sesuatu yang aneh sekali dan mereka bertiga masih saja tertidur dalam tidak mengetahui apa yang telah terjadi di luar.


Hingga, malam ketiga sudah dilewati oleh mereka dan dengan begitu santai ling-ling terbangun dia dengan wajah yang cantiknya menguap.


__ADS_2