
"Yeshhh, Alhamdulillah semuanya sudah selesai Sekarang tinggal nunggu ibu sama ayah pulang saja," dalken bergegas pergi ke kamar mengambil sebuah handuk hasilnya yang sudah kusam tetapi dia juga tidak lupa mencuci dan membersihkannya supaya tidak kotor.
Setelah selesai mencuci pakaian kakak pertama,dalken sudah selesai mandi dia mulai mengganti pakaian dan memakai pakaian khusus untuk siap-siap mau nggak jadi pada malam hari setelah menjelang azan maghrib.
Sang ibu yang sudah pulang dia mulai pergi ke kamar untuk menidurkan anak bungsunya supaya tidak mengganggu kegiatan.
"Bu, kami semua pamit dulu mau ngaji dulu," kata deo.
"Iya nak, ngajinya yang benar ya jangan main-main jangan keluyuran kemana-mana," ucap sang Ibu memberi amanat kepada Deo.
"Baik bu".
Dalken juga mulai bersalaman dan mencium tangan kedua orang tuanya dengan perlahan, Dolken meminta doa kepada orang tuanya supaya dia bisa mengaji dengan lancar seperti kakak-kakaknya yang sudah membaca ayat kursi Alquran.
Dalken sudah hampir selesai iqro, dan kini dia mulai membaca ayat suci Alquran.
Lalu, kelima anak tersebut termasuk dalken mulai berjalan menuju ke sebuah pengajian terdekat yang di mana pengajian tersebut diajarkan oleh pak haji,dalken adalah anak yang baik setelah sampai di sebuah pengajian dia juga tidak lupa untuk salat Maghrib secara berjamaah.
Dalken sebelum memasuki tempat untuk salat ia tidak lupa mengambil air wudhu untuk mensucikan dirinya, dia dengan perlahan-lahan mulai wudhu dan membaca beberapa doa.
"Alhamdulillah".
Dalken mulai masuk ke dalam dan dia berada di barisan pertama untuk salat berjamaah, masih banyak anak-anak yang lainnya juga ikut salat di sana, tempat tersebut adalah tempat pengajian yang dimana adalah tempat mushola kecil yang dibuat oleh pak rt.
Tidak seperti saudara-saudara lainnya mereka lebih memilih untuk salat di belakang karena ada beberapa orang yang bermain-main dan melakukan gerakan sambil bercanda, namanya juga anak kecil tidak pernah lupa bermain.
Selesai sholat, semua murid-murid langsung berkumpul dan membaca doa sebelum memulai pengajian dan mereka satu persatu diajarkan oleh pak haji.
__ADS_1
"Dalken,gimana? Apakah kamu sudah siap untuk membaca Alquran ini?" tanya pak haji.
"Siap pak ustad," kata dalken.
"Alhamdulillah, mari kita mencobanya sekarang,"pak haji dengan senang hati mengajarkan Dalken untuk membaca Alquran tersebut.
Ketika mereka sudah mengaji ternyata Erik kakaknya Dalken,diam-diam pergi keluar dengan beralasan untuk mengambil air wudhu, ternyata dia masih memiliki rasa benci kepada Dalken dan mencari sandalnya untuk disembunyikan.
"Awas aja, aku tidak peduli kakimu nantinya bakal sakit," kata eric di dalam hati dengan niat yang sangat jahat.
Hingga pengajian telah selesai dan sudah terdengar adzan isya, para murid sudah melakukan pengajian dan akan pulang setelah salat Isya di mushola kecil tersebut.
"Pak haji,dalken pulang dulu,saya senang bisa mengaji dan besok saya akan kembali lagi,"kata dalken sambil bersalaman kepada Pak Haji ketika hendak beranjak pulang.
Saudara-saudara yang lainnya sudah pergi keluar dan hendak pulang terlebih dahulu hanya dalken yang masih berada di mushola,dalken setelah keluar dia baru menyadari kalau sandal yang dia pakai tidak ada.
"Hah? coba cari lagi Jangan alasan nggak ada," kata fendi.
"Tapi kak emang gak ada," Semua anak-anak yang ikut pengajian tersebut juga sudah pulang hanya tinggal saudara-saudaranya dan juga dirinya.
Karena sandal Dalken hilang, tentu saja saudara-saudaranya juga mulai ikut mencarinya namun Erik yang tidak ingin mencari sandal tersebut langsung mengatakan beberapa kalimat.
"Kak, udahlah biarin aja tinggalin aja lagian pengajian sama tempat rumah kita dekat, sudah kita pulang saja Kak nanti juga Ibu bakal memakluminya," kata eric.
"Hadeh, aku nggak mau nanti aku ditanya-tanya sama ibu dan juga disalahkan sama ibu hanya karena sandal milik bocah ini,"fendi juga kesal.
Namun sudah melakukan pencarian dalam waktu 20 menit lebih tetapi sandal tersebut tidak ditemukan yang membuat saudara-saudaranya juga merasa kesal dan segera meninggalkannya di tempat pengajian.
__ADS_1
"Dah, kita pulang duluan mendingan kamu nyeker aja daripada harus nyari-nyari kayak gini," kata fendi dengan ada yang sangat kesal,lalu membawa saudara-saudara yang lainnya untuk pulang.
Pak haji baru saja keluar dari mushola dan menanyakan apa yang terjadi, Pak Haji menawarkan kepada Dalken untuk segera memakai sandal musala tetapi dalken menolaknya karena itu bukan miliknya dan takut merusaknya.
"Maaf pak haji, saya tidak bisa memakai sandal ini karena sandal ini khusus mushola, tidak apa-apa saya akan pulang berjalan kaki tanpa sandal juga nggak apa-apa," dalken kemudian menginjakkan kakinya ke tanah yang membuat kaki-kakinya kotor.
Lalu mulai mengikuti saudaranya untuk pulang, tetapi di tengah perjalanan karena tempat tinggal mereka seperti tempat tinggal yang kumuh dan juga banyak rerongsokan membuat kakinya terluka menginjak sebuah beling.
"Awhhh...," dalken mulai merintih kesakitan dan melihat ternyata kakinya mengenai sebuah beling kaca.
Tapi, saudara-saudaranya tidak pernah mempedulikan malah meliriknya dengan tatapan tajam dan menuju ke rumah.
Dalken sebenarnya sama tadi sekali dari sekian banyak kakaknya sama sekali tidak ada orang satupun yang mau menolong dirinya.
Kini suasana sudah gelap gulita hanya ada beberapa lagu di setiap rumah dan membuat jalan juga terlalu gelap,kini dengan kaki terpapah dalken sudah sampai di rumah yang ternyata kakinya mulai berlumuran darah.
"Assalamu'alaikum,dalken pulang bu," dalken kemudian mengucapkan salam dan berdiri di depan karena dia tidak memakai alas kaki yang membuatnya kotor.
"Waalaikumsalam,dalken ayo masuk," aja sang ibu yang baru saja keluar dari dalam rumah ke depan pintu.
"Iya bu,dalken mau cuci kaki dulu," dalken langsung berjalan ke samping untuk membersihkan kakinya karena di samping ada selang air.
Sang ibu yang melihat langkah kaki dari anaknya dalken terpapah membuat dirinya curiga, lalu sang Ibu mengikutinya dari belakang dan mengetahui kalau kaki dalken berdarah.
"Dalken! Apa yang terjadi sama kakimu kenapa kamu bisa sampai berdarah seperti ini?" sang Ibu langsung bertanya dengan nada yang sama terkejut melihat anaknya terluka.
"Eh ibu, Maaf tadi Dalken tidak sengaja menginjak pecahan kaca karena dalken tidak memakai alas kaki,sandal dalken hilang bu,maafin dalken ya,dalken tidak bisa menjaga pemberian dari ibu dengan baik," dalken dengan ada perlahan meminta mau kepada ibunya karena dia tidak bisa menjaga pemberian dari sang ibu.
__ADS_1
Namun sang ibu sama sekali tidak mempermasalahkan mengenai sendalnya melainkan khawatir kepada dalken.