
PART 125
Rey yang mengetahui sahabatnya ditangkap oleh penjahat dia menggunakan sebuah chip hadiah dari permainan game dunia nyata,maka bergegas untuk memainkannya sehingga Kini dia sudah berada di hadapan penjahat itu yang kedua lengannya dipegang dengan sangat kuat.
"Apa? Kenapa tiba-tiba lukamu bisa sembuh kembali? " bos botak ini mulai panik, maka untuk melampiaskan kekesalannya dia menggunakan sebuah pisau dan memegangnya dengan alat kemudian mengarahkan ke dalam perut rey untuk menusuknya dengan sangat kuat.
Hyyyyyaa....!!
Srekkkk.....
Satu serangan terjadi lagi,yang di mana pisau tajam itu sudah menancap ke dalam perut Rey, tetapi sepertinya Rey tidak memperlihatkan reaksi apapun justru yang asli tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya melihat reaksi semua orang para penjahat.
"Hahaha..... Sumpah lucu banget kok bisa bikin ngakak sih, " Rey masih saja tertawa di dalam kamarnya bahkan Dao sahabatnya juga tercengang melihat Rey yang tidak bisa dibunuh bahkan luka yang berada di dalam perutnya itu kembali normal seperti sebuah karet, pisau itu keluar secara sendiri.
"Hey! Ayo cepat bantu aku bunuh dia Apakah dia makhluk yang sangat aneh sehingga sulit dibunuh? Aku yakin dia Menggunakan sesuatu atau barang di tubuhnya sehingga dia tidak bisa dilukai, "bos itu, terlihat marah sekali dan memerintahkan para anak buahnya yang menontonnya untuk bertindak segera.
Tentu saja, anak buahnya yang dari tadi maasih menonton mengambil senjata mereka masing-masing,ada yang membawa pistol ada yang memegang sebuah kampak,dan ada yang memegang tongkat kayu bisbol.
Mereka mengelilingi tubuh Rey dengan beberapa senjata yang mematikan, sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi yang sangat takut walau sudah dikelilingi dengan kematian.
Kemudian, di saat itu juga para bawahan hanya menggunakan senjata mereka masing-masing untuk melukai tubuh rey,tetapi dengan bantuan dan juga dengan rasa lelah tubuh Rey masih saja kembali secara normal dengan wajahnya yang tampan.
Mereka nampak terkejut, walau sudah berusaha semampunya tetapi Rey tidak bisa terluka sedikitpun maka semua orang langsung mundur melihat rey mencoba untuk bertindak.
"Hoammm...... Apakah kalian semua sudah puas menyiksaku dari tadi? kalau kalian sudah puas sekarang giliranku untuk membalas semuanya karena semua yang kalian lakukan harus ada balasannya, "Rey mengatakan kepada semua para penjahat dengan wajah dinginnya yang kejam dan membuat semua orang menjadi sangat ketakutan.
__ADS_1
Lalu, salah seorang penjahat ingin pergi meninggalkan ruangan tersebut melalui pintu depan namun Rai tidak sebodoh itu dia yang duduk santai di kursinya langsung mengendalikan gedung itu tiba-tiba pintu itu langsung tertutup.
BRUK....
Pintu, bahkan jendela-jendela yang masih terbuka lebar saja tiba-tiba tertutup tidak ada celah sedikitpun yang membuat mereka bisa keluar.
Sontak, semua mundur menghindari keberadaan rey, karena tahu kalau Rey berbahaya.
Rey belum melakukan aksi apapun dia hanya melangkahkan beberapa langkah kaki mendekati sahabatnya yang terikat dengan kuat, maka dia bergegas membuka ikatan itu dan sahabatnya langsung bebas.
"Rey, Rey ? ini kamu kan? " bahkan sahabatnya sendiri merasa aneh dan tidak percaya kalau Rey bertindak seperti itu dan seperti orang yang tidak dikenalinya.
"Ayo pergi, " Rey tersenyum.
"Nah, ini sahabat ku, " Dao langsung memeluk dengan erat.
"Stop! kalian jangan sesekali pergi dari sini atau tidak aku akan membunuh kalian! ," ane memegang sebuah pisau dan mengarahkan kepada sahabatnya Rey yang berada di sebelahnya.
Jadi Dao adalah kelemahan Rey.
Tapi Rey, dia juga tidak tinggal diam langsung membuat pistol yang berada di tangan Ane terjatuh karena tertimpa sebuah dinding bagian atas yang retak cukup kecil.
Di saat ane hendak mengambil pistol itu tiba-tiba pistol yang berada di lantai menggeser sendiri dan menjauhi dirinya seolah-olah tidak ingin disentuh.
"Argh!!! Kenapa sih Bikin aku kesel saja! " Ane terus mengejar pistol itu sampai tak sadar kalau Rey dan Dao sudah melewati pintu.
__ADS_1
Sang bos sudah mengetahui kepergian Rey maka dari belakang mengikutinya diam-diam sambil memegang sebuah kampak untuk menebas tubuh Dao.
Hyaaaaaaaa!!!!
Satu tebasan hampir kena pada Dao, tapi Rey yang bisa mengawasi semuanya tentu mengetahui tindakan dari bos, Oleh karena itu seketika kampak yang dia pegangi terbang menancap ke atap.
Rey kesal, Padahal dari tadi sudah diberi kesempatan agar menghindari dirinya tetapi kini malah ingin membuat masalah lagi dan membuat dirinya semakin emosi.
"Baiklah, kalau memang itu maumu aku akan melakukannya, " Rey hanya menggunakan jari-jarinya untuk mengendalikan seluruh tempat itu dengan komputer tiba-tiba sebuah pisau datang dari belakang menancap lengan kanan sanggup yang membuatnya terjerit jerit kesakitan.
Hal ini mengundang anak buah yang berada di bawah naik ke atas untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, mereka bergegas naik ke atas menggunakan sebuah tangga dan beberapa senjata.
Kini anak buah itu sudah berhadapan dengan Rei maka anak buah tanpa banyak pikir langsung menembakkan beberapa pistol mengarah kepada Rey.
Tapi sayang, di gedung yang sudah lama itu tiba-tiba di tengah-tengah ada sebuah kaca yang tak bisa dipecahkan yang di mana kaca itu tidak bisa ditembus dengan peluru.
"Hah? Sejak kapan ada kaca anti peluru? " anak buah yang berada di depan memegang raja tersebut karena peluru itu tiba-tiba berjatuhan tidak mengenai sasaran.
Dan Rey, karena dia bisa mengendalikan tempat itu maka ada sebuah Celah yang dibuatnya dengan rapi dan beberapa anak tangga yang dibuatnya menggunakan komputer dan mereka tiba ke bawah dengan bebas .
"Wahh rey, kamu sangat hebat sekali Aku tidak percaya kamu bisa melakukan semua ini dan terima kasih karena kamu telah mau menyelamatkanku, " Dao sangat terharu sekali atas tindakan Rey.
"Dao, kamu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri Mana mungkin aku akan membiarkanmu tersakiti dan lagi pula aku tidak ada orang yang bisa aku lindungi lagi selain dirimu, " peluk Rey.
Maka, di saat mereka berpelukan tiba-tiba Dao kaget lagi,karena sudah berada di depan rumah Ray dan Rey yang asli masih berada di dalam kamar dan Rey yang palsu tiba-tiba menghilang yang membuat Dao sendirian.
__ADS_1
"Loh? kenapa tiba-tiba aku ada di sini apakah yang aku alami barusan hanyalah mimpi? Apakah aku mabuk sehingga aku tidak bisa mengetahui yang barusan itu mimpi atau kenyataan? " Pikir Dao yang bengong.
Satpam yang melihat Dao mempersilakannya untuk masuk ke dalam karena dia tahu adalah sahabatnya Rey.