
PART 107
Ketika Rey di dalam kesulitan untuk menyelesaikan misinya mengambil sebuah senjata yang sangat ditakuti, akhirnya setelah menggunakan trik dan caranya dia bisa memasuki area tentara.
Tempat area tentara itu ternyata menyimpan segudang senjata yang sangat ditakuti oleh semua orang, bahkan senjata itu tidak boleh sembarangan diambil oleh para tentara.
Rey dia dengan berjalan tegak mengikuti kedua tentara itu untuk menuju ke sebuah gudang persenjataan, akhirnya berpura-pura untuk melewati tempat itu Rey mengetahui gudang persenjataan sudah ada di depan matanya.
Tapi Rey tidak boleh bertindak gebabah apalagi bertindak sekarang, Jika dia datang sekarang menuju ke ruang persenjataan bisa jadi dia akan tertangkap.
Untuk menyelesaikan misinya Rey menunggu suasana aman, Rey kemudian menuju ke tempat penjaga yang menjaga gudang persenjataan itu.
"Lapor! tugas anda sudah selesai kini adalah tugas saya untuk menjaganya, silakan beristirahat terlebih dahulu kita bergantian tugas,"ucap Rey pada kedua prajurit tersebut.
"Lapor,baik.... tapi di mana satu orang lagi?"tanya seorang prajurit karena rey sendiri yang datangnya.
"Itu... sebentar lagi dia akan sampai karena tadi dia ada keperluan sebentar, kalian beristirahat terlebih dahulu ini sudah jamnya saya untuk menjaga perintah dari komandan,"Kata Rey yang membuat kedua tentara itu sangat yakin kepadanya.
Akhirnya kedua tentara yang menjaga gudang persenjataan itu mulai pergi, setelah mendapat perintah untuk beristirahat.
Dan Rey mulai berakting seperti prajurit yang sedang menjaga di depan pintu persenjataan.
Dia ingin mencari cara untuk bisa masuk ke dalam, dilihat karena tidak ada siapa-siapa di sekitarnya dia mulai masuk ke dalam seolah-olah dia juga menjaganya di dalam gudang persenjataan.
Sesampainya, di dalam gudang persenjataan ternyata ada dua pria tadi yang sedang berbincang dan juga ada dua pria lain yang sedang berjaga, memang dari pandangan para tentara yang menjaganya tidak pernah terledor, atau dalam artian para tentara yang sedang berjaga selalu fokus dengan tugasnya masing-masing.
Rey masuk ke dalam gudang persenjataan dan dia melapor kepada penjaga yang ada di, Rey membuat alasan kalau ada atasan yang memberikan tugas untuk mengecek barang dan persenjataan yang ada di dalam setelah itu dia akan keluar.
__ADS_1
Kemudian,Rey mendapat persetujuan dari penjaga para tentara itu, dengan lega dia masuk ke dalam dan melihat senjata yang dia inginkan karena sistem di game ini menginginkan senjata itu.
Rey terus mengotak-atik stiknya, dia melihat ke kiri ke kanan hingga ke bagian dalam melihat senjata yang dia cari, emang banyak senjata yang lainnya tetapi senjatanya dia cari belum ditemukan.
"Waduh.... bagaimana ini aku tidak bisa menemukan senjata itu,"Rey menjadi bingung setelah mondar-mandir dan mengecek senjata yang dia cari.
Lalu sangat beruntung ternyata senjata yang dicari berada di sudut ruangan yang tersimpan dengan rapi, senjata yang ada di gudang itu yang diajari ternyata hanya ada beberapa saja.
"Emh.... bagaimana kalau aku ambil semua? lagian tidak ada pemberitahuan kalau aku harus mengambil semuanya sih,"kata Rey ya masih duduk di depan komputernya sambil memainkan game.
Rey merasa haus dan dia menghentikan gamenya, game yang dia mainkan di jeda dulu, setelah itu menurunkan kedua kakinya yang diangkat di atas meja.
Rey berjalan keluar dari kamar gamenya, setelah itu turun untuk menuju ke kulkas, karena dia ingin bermain game lama-lama dan merupakan masalahnya akhirnya dia mengambil beberapa aneka ragam makanan untuk dia cemil.
"Oke, segini aja udah cukup kayaknya,"ucap Rey setelah kedua tangannya dipenuhi beberapa makanan.
Dia mulai menuju ke kamar gamenya lagi dan menyimpan makanan-makanan yang dia bawa di samping meja agar mudah diambil, setelah hausnya dihilangkan dengan seteguk air dingin,Dia kemudian mengambil stick gamenya lagi.
Permainan segera dilanjutkan setelah mendapatkan pistol atau senjata yang dia inginkan dia harus mencari cara bagaimana bisa keluar dari tempat ini.
Kemudian dia memikirkan caranya agar bisa mengambil senjata-senjata ini, dia melihat sebuah peluru yang ada di kota kayu yang tertutup, ternyata di sebuah kotak kayu ini berisi peluru dari berbagai macam senjata.
Tapi dia juga melihat sebuah granat yang ada di kayu bagian kirinya, memang jika tidak sengaja melakukan kesalahan mungkin gudang persenjataan ini akan meledak.
Dengan tekad dia mengambil sebuah granat yang ada di dalam kayu itu, kemudian mencari sebuah celah dari belakang gudang persenjataan, Rey menggunakan triknya untuk memanjat ke atas dan melihat sebuah jendela yang menuju keluar.
Tapi Rey sama sekali tidak berniat kau melainkan menarik gerhana yang dia pegang dan melemparkannya keluar.
__ADS_1
Huffft.....
Rey setelah melempar gerhana situ loncat lagi ke bawah dan dia bersembunyi di balik kotak kayu yang tertumpuk rapi.
Lalu terdengarlah ledakan di luar karena granat yang dia lempar meledak, jalan saja semua orang dan para tentara tidak menjadi waspada lagi karena mendengar ledakan itu.Para tentara segera mengecek kejadian dari ledakan granat itu, dan termasuk kedua penjaga yang ada di dalam gudang persenjataan ini keluar juga.
Maka dari itu,Rey masih saja bersembunyi di dalam gudang persenjataan menunggu momen yang sangat tepat.
Semua para tentara menjadi bingung Dari mana asal granat ini, namun ada seorang tentara yang menyadari kalau ada sebuah jendela yang menyatu dengan gudang persenjataan.
Maka beberapa tentara dikerahkan untuk masuk ke gudang persenjataan, dan mengecek keadaan gudang persenjataan itu.
Rey dia bersembunyi di tengah-tengah kotak kayu tempat peluru, banyak sekali para tentara yang dikerahkan untuk mengecek ke dalam gudang persenjataan.
Jadi setelah melakukan pengecekan Rey sama sekali tidak ditemukan dia sudah bersembunyi di tengah-tengah kota kayu itu, bukan bersembunyi di dalam kotak kayu tetapi dikelilingi kota-kota kayu biar tidak salah paham.
Semua yang panik tiba-tiba terdiam lagi dan membereskan semua kekacauan yang ada, dan pada tentara mulai melakukan tugasnya masing-masing lagi.
Rey masih saja berada di dalam tempat pergudangan senjata menunggu momennya tiba, di saat menunggu Rey yang berada di dalam kamarnya sambil mengambil beberapa makanan dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
Nyammm...nyammm....
"Duh...si Dao ke mana sih kok nggak datang-datang lagi?"Rey menyadari kalau sahabatnya belum datang sudah dalam waktu yang cukup lama, Tetapi dia masih ingin menyelesaikan permainan yang dia mainkan.
Lalu di dalam gudang persenjataan ada beberapa mobil yang masuk, tersebut berniat untuk mengambil senjata yang akan dikirimkan ke tempat yang lainnya.
Di saat itu mereka semua sibuk dan Rey mulai beraksi, Rey mengambil senjata yang berada di dalam misi gamenya dan juga beberapa peluru.
__ADS_1
Senjata yang dia dapatkan dia masukkan ke dalam mobil, karena tidak memiliki kantong atau tas akhirnya dia hanya bisa mengikatnya dengan beberapa tali dan disimpan di pojok mobil.
Untuk itu Rey menunggu keluarnya para tentara yang ada di dalam mobil dan dia bersembunyi di belakang mobil tersudut pojok, setelah para tentara itu mengamati senjata-senjata ke dalam mobil.