Game World With System

Game World With System
Part 86 : Kalung Berharga


__ADS_3

PART 86 :


Karena malam ini akan diadakan sebuah perayaan yang sangat meriah maka mereka juga langsung berpartisipasi dan mengeluarkan lampu-lampu untuk menerangi jalan-jalan bahkan para wanita juga bersiap-siap untuk membuat beberapa anekaragaman macam makanan.


Rey seperti biasa setelah menyelesaikan misinya Dia hanya bisa memandangi mereka semua dengan sesama, dia juga berpikir dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan sesosok Ling Ling dan juga Zen, kemudian di saat itu hanya bisa berdiri di sebuah kayu yang bertumpuk, orang-orang sangat sibuk untuk membuat perayaan malam ini.


Rey hanya melamun memegang dagunya dengan kedua tangan, kemudian dia dihampiri oleh zen.


"Hey, Kamu kenapa melamun bukankah ini adalah kemenangan seluruh dunia? harusnya kamu senang dong Jangan ngelamun terus emang ada masalah apa sih?"Tanya Zen yang ikut duduk bersama Rey bersebelahan.


"Tidak, aku nggak ada masalah kok Aku senang banget pokoknya, dan aku senang juga bisa bertemu kalian berdua, tetapi mau bagaimanapun juga kamu pasti akan, satu saja pesanku tolong jaga Ling Ling baik-baik ya, dan juga tolong jadilah pria yang sejati, karena aku tidak selamanya ada di sini,"Ucap Rey dengan gabutnya dia mengkoar-koar pasir yang ada di bawah dengan kaki.


"Lah, maksud kamu ngomong gitu apa sih, emangnya kamu ke mana sampai mau pamitan kayak gini, setelah perayaan ini selesai kita akan kembali lagi akan ke kota Ling Ling, dan juga Kamu akan tinggal bersama kita semua,"Ucap Zen menawarkannya.


"Tidak tempat tinggalku bukan di sini dan juga bukan di tempatmu Aku memiliki tempat tinggalku sendiri, intinya Mungkin esok adalah hari terakhir aku bertemu dengan dirimu, pokoknya kamu jangan merindukanku ya,"Rey menepuk pundak Zen yang membuatnya bingung.


Zen ingin berkata lagi kepada Rey namun sayangnya Rey segera berdiri dan meninggalkannya dengan perasaan yang begitu hampa.


"Ya, mau bagaimana lagi Aku hanya menyelesaikan misiku di dalam dunia game, dan aku tidak bisa selamanya bersama orang-orang di sini, sungguh menjadi diriku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan orang yang sangat baik seperti mereka,"Kata Rey di dalam hatinya dengan wajah yang bengong.


Kini malam sudah tiba meja yang sangat panjang berderet dengan sangat rapi dan juga tertata, meja-meja yang panjang tersebut langsung dipenuhi dengan berbagai macam makanan, bahkan beraneka ragam minuman sudah tersedia di meja tersebut.

__ADS_1


Semua orang langsung berkumpul di meja tersebut dan menikmati perayaan ini, itu juga sang pemimpin berdiri dan mengucapkan sepatah dua patah kata.


"Oke, selamat malam semuanya terima kasih karena kalian sudah hadir di acara perayaan ini karena ini adalah perayaan yang sangat besar sekali, ini juga adalah hari kemenangan seluruh umat manusia, Untuk itu pertama-tama saya ucapkan dari perwakilan kota ini terima kasih kepada Rey dan juga kedua temannya yang telah membantu membinasakan para monster, sehingga kami semua bisa bebas, Untuk itu saya berikan penghargaan yang di mana dia adalah seorang pendekar, kami akan memberikan penghargaan pendekar ini kepada mereka bertiga,"ucap Sang Pemimpin yang memegang segelas anggur yang ada di lengannya, dan meminta orang-orang yang berada di tempat itu bersulang secara bersama-sama.


Prok...prok...prok.....


Semua langsung bertepuk tangan di saat itu juga sang pemimpin meminta mereka bertiga untuk berdiri dan mengucapkan sepatah dua patah kata kepada yang lainnya atas keberhasilan mereka.


"Rey, kamu saja yang berdiri aku nggak mau ngomong nih males,"ucap Ling Ling berbisik-bisik dengan suara yang kecil.


"Oke,aku bicara ya,".


Rey berdiri dan tiba-tiba semua orang menjadi diam mengarah tujuannya kepada Rey.


Tarian, nyanyian bahkan hiburan di saat itu juga ada, mereka semua langsung kompak untuk merayakannya.


Rey terus tersenyum dan menyapa yang lainnya ketika mereka juga menyapa, tapi di dalam hatinya kesenangan ini akan segera berakhir dan dia akan kembali ke dunia nyata.


Perayaan yang telah dilakukan ini sampai jam 03.00 malam, mereka semua masih bersenang-senang tetapi Rey hanya bisa merebahkan tubuhnya di atas sebuah rumah, dia berbaring dengan begitu santai dan menikmati keindahan malam yang hampir menjelang pagi.


Dari tadi sauna mencari keberadaan Rey , akhirnya setelah bertanya-tanya kepada yang lainnya sauna mengetahui Rey sedang berada di atas.

__ADS_1


"Hey,hey...helo??"panggil sauna di bawah sambil melambaikan tangannya karena dia tidak bisa naik ke atas.


Rey sudah ingin memejamkan matanya tiba-tiba dia terbangun karena panggilan dari sauna yang berada di bawah.


"Lah, malam-malam gini Kamu ngapain ke sini bukannya tidur ih,"kata Rey.


"Ishh.... Kamu naik lewat mana Aku juga mau naik dong,"kata sauna.


"Bentar,"Rey menggunakan kekuatannya dan membuat beberapa anak tangga yang terbuat dari tanah sehingga sauna bisa naik ke atas.


Sauna yang sudah naik ke atas tangga Dia kemudian duduk di sebelahnya Rey.


"Emh.... sebenarnya aku dari tadi nyari kamu loh kamunya nggak ada eh taunya malah di atas sini,"Sambil menunjukkan wajah lelahnya di saat itu.


"Yaa, Kamu ngapain malam-malam gini keliaran untung tempat ini aman Coba kalau nggak aman Kamu pasti udah dalam bahaya tahu".


"Ishh.... aku tahu Dari temanmu si Zen, katanya kamu tidak bisa tinggal di sini selamanya bahkan kamu juga tidak bisa tinggal bersama mereka, untuk itu sebenarnya ada yang ingin aku berikan kepadamu sesuatu yang sangat berharga bagiku,"sambil mengecek Sebuah kantong yang telah dibawanya.


Di Sebuah kantong yang dibawa oleh sauna ternyata berisi sebuah barang yang ternyata itu adalah sebuah kalung yang berbentuk patung kecil.


"Nih, ini sebenarnya pemberian dari ibuku waktu kecil dulu dan katanya ini adalah sebuah kalung keberuntungan, kamu parah ya karena aku sangat mempercayaimu dan kamu bisa menjaganya dengan baik,"Sauna dengan tersenyum memberikan kalung tersebut kepada Rey,dan Rey sebenarnya ingin menolaknya Karena itu adalah kalung berharga, tetapi melihat senyuman yang begitu lebar dari wajahnya sauna akhirnya dia hanya bisa menerimanya.

__ADS_1


Rey juga sadar kalau ini tidak akan bisa dibawa ke dunia nyata, dan kalung ini pasti akan menjadi sia-sia saja jika berada di tangan Rey.


Kemudian Sauna setelah memberikan kalung itu dia hanya turun dari tangga tersebut dan melambaikan tangan mengucapkan perpisahan di saat itu juga, Rey pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


__ADS_2