
PART 101
Ayah Rey atau mantan ayah, yang bernama Bram, dia akan datang ke perusahaan Xin untuk melakukan kerjasama, karena ini adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh dia.
Fheng yang di mana dia adalah anaknya juga akan ikut ke perusahaan itu, karena anaknya akan diwariskan menjadi pemilik perusahaan ayahnya.
Pada pukul 09.00 pagi mereka berdua sudah terlihat dari luar jendela, terlihat mereka berdua menggunakan mobil hitamnya yang mahal, dan keluar dari mobil sambil memperbaiki setelan jasnya yang mereka pakai.
Dari raut wajahnya Mereka terlihat bahagia karena akan bekerja sama dengan perusahaan ini, maka dengan langkah hati-hati ayah dan anaknya segera menuju ke dalam perusahaan.
Rey meminta sekretarisnya untuk membawa mereka ke dalam ruangan ini, sekretarisnya mengangguk dan menuruti perintah dari tuan muda Rey.
Sekertaris Slavina segera memajukan kakinya menuju ke depan perusahaan dan menjemput Pak Bram, dan sekretaris rabina turun menggunakan sebuah lift.
Tett...
Dia menunggu beberapa waktu hingga akhirnya sampai di lantai bawah, kali terbuka ternyata mereka berpapasan Pak Bram dan anaknya.
"Eh, bapak sudah ditunggu pemimpin kami di atas tolong ikut saya,"kata sekretaris itu masuk lagi ke dalam lift dan bersama kedua pria.
Akhirnya mereka bertiga berada di dalam lift menuju ke ruang pemimpin, di dalam sebuah lift mereka juga masih saja mempersiapkan dirinya untuk, orang yang mereka rendahkan kemarin.
Tett....
Lift mulai terbuka, batu mewahnya Pak Bram melangkahkan kaki bagian kanannya terlebih dahulu, setelah itu bagian kirinya yang menyusul.
Dan Fhen anaknya juga menyusul dari belakang dan mengikutinya, mereka berdua diarahkan sama sekretaris menuju ke ruangan pemimpin, memang benar perusahaan ini sangat megah sekali dan juga fasilitasnya sangat begitu canggih.
"Yah yah, kalau ayah berhasil bekerja sama menandatangani kontrak ini tolong belikan aku mobil sport ya, Karena itu adalah mobil impianku Aku ingin balap dengan teman-temanku ayah,"bisik Fhen jika berjalan menuju ruang pemimpin.
__ADS_1
"Iya tenang saja kalau kita bisa berhasil menandatangani kontrak ini apapun yang kamu mau akan ayah kabulkan, pokoknya kamu doain saja oke,"ucap ayahnya yang memanjakan anak ini.
"Tuan silakan masuk ke dalam pemimpin kami sudah menunggu,"sekretaris itu membukakan pintu dan mempersilakannya dengan sopan.
Mereka baru akhirnya masuk ke dalam ruangan direktur dan sekretaris hanya menunggu di luar menunggu kerjasama mereka selesai.
"Permisi, saya adalah Bram, saya datang ke sini ingin bekerja sama dengan perusahaan anda,"ucap pak Bram dengan lembut.
"Ya duduk,"kata Rey masih belum memperlihatkan wajah aslinya karena kursinya membelakangi mereka berdua.
Mereka ayah dan anak mulai duduk bersama-sama, sambil memegang berkas-berkas tanda tangani karena ini adalah kontrak yang sangat penting.
Di saat kursi berputar ternyata terlihatlah wajah orang yang sangat dikenal oleh mereka berdua.
"Ka...kamu?"Kata pak bram terkejut melihat anaknya yang berada di depan menjadi direktur di perusahaan ini.
"Loh ayah, bukannya dia orang yang kemarin ngeraco di depan rumah kita ya?"Tanya Fhen.
"Eitsss.... aku dengar-dengar kalian ke sini karena ingin membahas kerjasama kan? kenapa kalian malah membahas hal yang sangat tidak penting?"kata Rey menunjukkan jati dirinya sebagai laki-laki.
Pak Bram sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia lihat,maka dia langsung keluar mencari sekretarisnya dan berteriak mengenai keberadaan rey yang ada di ruangan direktur.
Tapi sekretarisnya langsung datang dan menjelaskan kalau itu memang direktur dan pemimpin dari perusahaan ini, seketika Pak Bram terdiam dan melanjutkan lagi untuk duduk di depan Rey.
"Kenapa? tidak percaya kalau ini adalah perusahaan saya? sekecil apapun saya Tetapi saya lebih kaya daripada anda Pak, namun saya tidak akan pernah memaafkan apa yang telah anda lakukan kepada ibu saya,"kata Rey terlihat dewasa sekali dari perkataannya.
"Nak Rey....a...".
"Eitss..... Aku di sini adalah direktur kenapa kamu memanggil Aku anak? panggil aku direktur! "bentak Rey.
__ADS_1
"Ii ..iya direktur, kami ke sini karena ingin membahas tentang kerjasama antar perusahaan, tetapi jangan mengkaitkan dengan kematian ibumu karena ini demi perusahaan kita,"ucapan Bram dengan terbata-bata.
"Cih.... aku rasa kalian memang tidak memiliki hati, tadi kalian datang ke sini malah melenceng ke perkataan yang lain, sekarang kalian malah ingin membahas tentang kotak kerja sama".
Fhen menggesek lengan ayahnya dengan sikunya, bertanya apa yang harus mereka lakukan.
"Rey,ini demi perusahaan kita tolong jangan bahas hal yang tidak berkaitan dengan kontrak kerja,"kata Pak Bram dengan mengangguk-angguk.
"Hah?kita? Aku sama sekali tidak butuh kontrak kerja ini, tetapi aku hanya butuh minta maafmu kepada ibuku yang sudah tiada,"pinta Rey.
"Hey .... ibumu sudah meninggal bagaimana ayahku meminta maaf kepada ibumu? sedangkan ayahku juga tidak memiliki salah kepada ibumu?"
Rey langsung berdiri setelah mendengar kata-kata ini dan mengatakan kontrak kerjasama Ini dibatalkan, ini Pak Bram atau mantan ayahnya langsung memohon untuk bekerja sama.
"Oke, Jika kalian ingin bekerja sama dengan perusahaanku maka katakanlah kepada semua orang kalau kamu lah yang bersalah, Kalau kalian tidak mengatakannya sampai besok maka kerjasama ini akan dibatalkan,"ucap Rey meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.
Fhen merasa malu memiliki ayah yang memohon kepada anaknya demi mendapatkan sebuah kerjasama, tapi pak Bram langsung menampar Fhen anaknya karena telah berbicara keterlaluan di saat tadi.
Jadi dengan wajah yang begitu asal mereka kembali lagi ke mobilnya untuk mendiskusikan hal ini.
Dengan begitu kesal Pak bram sampai menggas mobilnya untuk pulang.Hingga awal kebahagiaan menjadi kecemasan di akhir bulan, dan tidak ada percakapan antara ayah dan anak di perjalanan.
Sesampainya di rumah Pak Bram terlihat emosi sekali, istrinya sudah menunggu kabar baik dari suaminya.
"Mas, gimana kontrak kerjamu dengan perusahaan Xin? aku yakin pasti dia menerimamu,"ucap istrinya yang terlihat bahagia.
"Gak!".
"Lah ko gak, padahal kita itu udah terkenal dan juga perusahaan kita bagus kenapa dia tidak mau bekerja sama dengan kita?"istrinya tidak percaya dan terus mengikutinya dari belakang menanyakan kenapa bisa terjadi.
__ADS_1
"Ya karena pemimpin dari perusahaan itu sekarang adalah Rey, dia itu adalah anak ku yang pertama, dan ibunya telah kita bunuh, tetapi aku tidak tahu kalau dia telah menjadi pemimpin usaha,"Pak Bram kesal sekali dan duduk di sebuah kursi untuk mendiskusikan dengan istrinya.