
PART 27
"Hoammmm.... akhirnya aku bisa merasakan tenang juga, aku beristirahat sebentar ya"lui Bao sudah berada di atas ranjang untuk melanjutkan tidurnya.
"Ouh iya, kalau kamu mau beristirahat silakan Aku mau pergi keluar sebentar untuk mencari informasi,"Rey tidak artinya untuk menjadi informasi mengenai tuan putri, Dia segera menyimpan barang-barangnya di penginapan tersebut dan turun untuk bertemu orang-orang yang ada di lantai bawah.
"Hey, Apakah tidak apa-apa jika kau sendirian?"tanya Lui Bao yang sangat mengkhawatirkannya walau adalah seorang ksatria.
"Tidak papa, aku yakin aku bisa menjaga diriku dengan baik,"Rey kemudian menutup pintu penginapan tersebut dan melangkahkan kakinya berjalan menuju ke lantai bawah.
Kedatangan Rey sama sekali tidak disambut dengan baik oleh orang-orang yang sedang makan di penginapan tersebut.
Rey tidak ingin melihat suasana yang mencekam seperti ini jadi dia pergi kasir untuk memesan beberapa minuman dan juga makanan untuk disantap,Rey menuju ke pelayan dan memesan beberapa minuman.
"Wine satu,"Pinta Rey.
"Oke, "pelayan tersebut segera menyiapkan minumannya.
Di sisi lain Rey segera mencari tempat duduk kosong, dia melihat ke arah kiri yang di mana ada sebuah meja yang diduduki hanya seorang pria saja, kemudian dia dengan santai mendekatinya dan duduk berhadapan dengan pria tua tersebut.
"Halo"sapa Rey.
"Ya".
Namun ketika menyapanya ternyata pria tersebut tidak seperti apa yang dia lihat dari awal,alaupun banyak orang yang melihatnya dengan aneh tetapi sang pria tua tersebut menyapanya dengan ramah.
"Emmmmm,aku Rey,"sambil menjulurkan lengan kanannya untuk perkenalan.
__ADS_1
"Aku Eric,"jawab sang pria tersebut yang membuat mereka semakin akrab.
Orang-orang yang berada di tempat penginapan tersebut sangat mengerikan terlihat dari barang yang tajam Yang dipegangnya oleh mereka.
Di saat Rey tidak tahu harus berbuat apa tiba-tiba pesanannya sudah datang dan diantarkan oleh seorang pelayan.
"Terimakasih"kata Rey.
Rey meminum wine tersebut untuk menghilangkan rasa kecemasan yang ada di sekitarnya.Jadi setelah meminum beberapa tegukan dia menggeser gelasnya dan mulai berbicara kepada pria tua.
"Ouh iya, bolehkah saya bertanya mengenai sesuatu?".
"Ya tentu".
"Emmmmm, Apakah kamu mengetahui tentang Putri Fhuan?"Rey tidak mengetahui kalau dirinya sedang dalam bahaya dan akan membuat sebuah kekacauan karena telah menyebutkan nama seorang putri dari kerajaan.
"Hey kawan? apakah kau ingin mencari masalah dengan kami?"Pria yang memakai pakaian hitam menghampirinya seolah-olah dirinya mengetahui tentang tuan putri.
"Tidak, Aku sama sekali tidak ingin mencari masalah dengan kalian tetapi aku hanya ingin mengetahui informasi tentang Putri Fhuan"Rey mencoba menjelaskan kepada yang lainnya .
Namun walau sudah menjelaskan beberapa kali orang-orang yang ada di sekitar sana terlihat sangat parah sekali kepada Rey, tetapi pria yang ada di hadapannya mulai menghentikan gerakan mereka dan menjelaskan semuanya kepada Rey.
"Tenang, mungkin karena dia baru jadi dia tidak tahu tentang Putri Fhuan"Sang pria tersebut menenangkan semua orang.
Awalnya Mereka terlihat sangat marah namun karena ucapan dari seorang pria tua akhirnya mereka duduk kembali dan menceritakan segalanya kepada Rey.
"Ouh iya nak, sebenarnya ini adalah desa kami, dan kami dilarang untuk menyebutkan nama putri yang kamu sebutkan tadi apalagi rajanya, karena jika menyuburkan nama mereka akan dihukum"pria tua tersebut mulai menjelaskan secara rinci di hadapan rey.
__ADS_1
Rey tentu saja bertanya-tanya mengapa semuanya bisa menjadi seperti ini? Apa alasannya mereka tidak boleh menyebutkan nama Putri atau sang raja.
Di jelaskan ternyata kalau raja yang dibantu oleh Rey untuk mencari tuan putrinya adalah raja yang sangat jahat bagi rakyat-rakyat di luar, dan soal Putri yang dicari oleh Rey memiliki penderitaan yang amat mendalam karena syaratnya lebih menginginkan bayi laki-laki dibanding bayi perempuan, oleh karena itu Putri yang mereka sebut selalu berada di kerajaannya dan tidak pernah keluar.
"Lalu? bagaimana dengan permajunya Apakah dia juga tidak mengizinkan anaknya untuk keluar dari kerajaan?"tanya Rey yang sangat penasaran dengan cerita tersebut.
"Hah?? Apakah kamu masih tidak mengetahuinya kalau sedang bermain jadi telah meninggal di saat melahirkan Putri Fhuan?".
"Ouh maaf, Aku sama sekali tidak mengetahuinya karena aku datang dari jauh".
Pria tersebut melanjutkan ceritanya, di saat itu ada seorang pangeran yang ingin melamar sang putri dan melakukan pernikahan secara besar-besaran, tetapi sang pangeran belum mengetahui wajah dari Sang Putri, dan sang raja memutuskan untuk memperlihatkan wajah sang putri yang sangat cantik itu di saat menikah nanti.
Namun, ketika pernikahan akan dimulai semuanya menjadi kacau karena sang putri menghilang, mereka mengira sang putri diculik oleh seseorang, ada juga yang mengira kalau Sang Putri itu ditahan oleh rajanya untuk tidak menikah, tetapi karena hal tersebut sang raja sangat marah dan memerintahkan para prajuritnya untuk menjadi Sang Putri ke kota-kota kecil seperti kota yang ditempati saat ini.
Jadi, ketika para prajurit mencari Sang Putri mereka tidak segan membunuh orang-orang yang ada di kota ini maka di desa-desa lainnya juga, para prajurit tersebut membunuh secara brutal karena tidak mendapatkan jawaban yang Puas.Dan juga mereka diperintahkan untuk mengaku kalau mereka menculik Sang Putri, tetapi orang-orang yang ada di sini sama sekali tidak mengetahui tentang kehilangannya Sang Putri, jadi prajurit-prajurit membunuh orang-orang yang tidak mengaku tersebut dengan secara mengenaskan.
Hal ini membuat orang-orang yang ada di sini sangat membenci raja itu, tempat perdesaan seperti ini ditindas seenaknya oleh raja yang berkuasa itu.
"Emmmm, jadi karena hal itu raja berbuat seenaknya? dan ada beberapa korban karena kejadian tersebut?"Rey bahkan ter nganga dan tidak percaya mendengar ceritanya.
Lalu ada orang yang berada di sampingnya menyela pembicaraan tersebut.
"Ya!!! padahal kami tidak memiliki salah apapun!!! dulu kami tidak melawan karena tidak tahu apa-apa sekarang jika mereka kembali kami akan berusaha sekuat mungkin untuk melawannya!" tegas sang pria.
Rey terdiam sejenak menyimak dari cerita permainan game ini.
"OMG! Apakah tidak ada petunjuk lain Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, kenapa permainan ini seperti teka-teki! Aku lebih suka bermain di medan perang dibanding bermain seperti ini,"kesal Rey di dalam hatinya.
__ADS_1
Ternyata dulu sang raja memang baik tetapi karena kehilangan Sang Putri membuat desa-desa kecil membencinya karena pemberontakan tersebut.