
PART 38
Ternyata uang juga bisa membuat diri sendiri bahagia, setelah mendengar pujian dari si pelayan tersebut.Rey baru pertama kali dihargai dan dipuji orang lain biasanya dia selalu diejek dan selalu dijauhi orang-orang.
"Ouh iya Bu, jadi mau beli rumah yang mana?"tanya sama lain sekali lagi.
"Emmm,yang ini "
Akhirnya senilai 500 juta telah dibelikan untuk sebuah rumah, dan masih ada sisa uang lainnya untuk membeli barang-barang lain.
Kini setelah selesai membeli rumah mereka bertiga kembali lagi ke dalam mobilnya milik ayah Dio,sang ibu meminta Rey untuk membeli kendaraan untuk dia pulang kerja.
Namun Rey hanya meminta sebuah motor saja, padahal sang Ibu menyarankan untuk membeli mobil, Rey mengatakan kalau dirinya membeli mobil maka uang ini bisa saja tidak cukup, Rey meminta kepada ibunya untuk membeli sepeda motor terlebih dahulu setelah itu dia akan menjadi uang lagi dari game yang dia miliki dan setelah itu dia akan membeli barang-barang yang lebih mahal lagi.
Jadi, uang sekarang harus dibelikan seperlunya saja untuk kebutuhan rumah.
Akhirnya Dio langsung menjalankan mobilnya dan membawanya ke sebuah mall, di sini Mereka pergi kamu mulai berbelanja pakaian sepatu bapak dan Ibu baru.
"Oke jadi kamu pengen ganti HP baru kan?"tanya Sang ibu pada Rey.
"Iya Bu"
Mereka pun boleh memasuki sebuah toko ponsel, kebetulan saya di sana mereka bertemu dengan teman lamanya Rey.
"Wahh...wah wah..... ternyata ada si miskin yang ingin berbelanja? kamu mau beli atau mau lihat-lihat doang?"tanya seorang pria teman lamanya Rey yang bernama Fino.
__ADS_1
"Eh, kami itu datang ke sini baik-baik ya kenapa kamu datang langsung cepat-ceplos kayak gini"sang Ibu juga merasa tidak terima hanya dibilang miskin oleh Fino.
"Upsssss....maaf Tante, saya tidak pernah menghina anda tetapi itu semua kenyataan jadi saya tidak menghinanya"ucap Fino yang tidak tahu malu.
Di saat itu Sarah datang,Sarah adalah mantan Rey desa sekolah dahulu sewaktu masih SMA, dan sekarang dia sudah menjadi pacarnya Fino.
"Ehhh ehh.... ini bukannya mantan aku dulu kan yang nggak pernah mampu beliin aku apa-apa?"kata Sarah ikut menghina juga memang satu pasangan yang tidak tahu malu.
"Eh wanita, kenapa mulutmu seperti ini sudahlah saya ingin membeli handphone untuk anak saya"sang Ibu tidak menghiraukan perkataannya lagi dan berlari ke petugas toko untuk meminta handphone yang terbaru dan termahal.
Namun gerakan sang Ibu dihentikan oleh Sarah yang berkata kalau dirinya tidak bisa membeli handphone.
"Eh udah donk, itu mah selalu karena jangan ungkit lagi, kenapa sekarang kamu berubah seperti ini? aku memang tidak bisa memberimu apa-apa setidaknya kamu harus menghormatiku juga"Rey semakin kesal dengan mantannya yang selalu mengejeknya.
Sarah hanya membuat senyuman palsu dan memainkan alis jahatnya, dia mengatakan kepada Rey kalau dia sangat menyesal karena telah berpacaran dengannya, hal itu membuang waktu-waktu masa muda bersamanya.
Sarah bertepuk tangan dan mengejanya lagi apakah mampu pembeli handphone yang termahal? handphone yang biasa saja mereka tidak bisa membelinya dan hanya bisa untuk makan sehari-hari.
"Ada Bu, handphone di sini ada satu handphone dan harganya 45 juta, itu adalah handphone yang sangat langka dan ini juga super canggih"jelas sang pelayan toko handphone itu kepada sang ibu.
Sarah yang mendengar kalau di toko ini ada handphone terbaru dan termahal langsung meminta pacarnya untuk membeli handphone itu.
"Sayanggg, Aku ingin membeli handphone itu beliin ya"kata Sarah kepada Fino.
"Iya sayang, apapun yang kamu inginkan sekarang beli saja aku akan memberikanmu tidak seperti mantanmu yang sangat miskin"kata Fino selalu menyindir dari perkataannya.
__ADS_1
Sang ibu tidak banyak omong langsung meminta petugasnya untuk membungkus handphone tersebut, tetapi hal ini membuat sarah menjadi marah dan mengatakan kalau handphone itu adalah miliknya.
"Ihh, handphone itu milik aku pokoknya aku pengen yang itu"mengadu lagi kepada pacarnya.
Fino langsung meminta sang petugas untuk memberikan handphone itu kepada pacarnya dan akan membayarnya sekarang juga tidak ada kata cicilan, tetapi sang Ibu juga mengatakan kalau dirinya akan membayarnya juga sekarang tidak ada kata cicilan.
"Ihhhh..... kalian ini bikin onar aja, di toko yang lain kan masih banyak handphonenya kenapa masih pengen aku punya Rey"Dio sahabatnya Rey tidak terima jika temannya diperlakukan seperti itu juga.
Fino melangkah ke depan Dio, dan mengatakan sebuah kalimat kalori miskin dan tidak akan mampu memperlihatkan itu.
"Yaudah, kalau memang dia mampu membeli handphone itu sekarang bayar lah"Fino mengatakan hal itu kepada sang petugas dan dia sangat yakin kalau ibu Rey tidak bisa membayar handphone yang mahal itu karena dia tahu uang segitu cukup untuk makan sehari-harinya.
Sang ibu langsung memberikan kartu miliknya dan sebuah informasi kalau handphone itu sudah terbayar dengan lunas.
"Rey, ini handphone kamu ayo sekarang kita pergi janganlah diri mereka yang tidak tahu diri"sang ibu dengan puas bisa membayar handphone tersebut dan meninggalkan toko handphone itu.
Sarah dan Fino hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa karena handphone itu juga sudah dibeli oleh sang ibu.
"Aaahhhh sayang, Aku kan pengen handphone itu kenapa malah dikasih ke mereka"kesel Sarah.
Di saat itu, mereka bertiga sangat kuat dan berbelanja lagi mall untuk menghabiskan uang yang mereka punya karena mereka bisa mencarinya lagi dengan cara bermain game.
Sang ibu langsung tertarik dengan toko emas yang ada di sebelahnya jadi dia meminta Rei dan juga temannya untuk ke toko itu dan membeli emas yang cukup mahal, apalagi emas ini bisa menjadi simpanan untuk hidupnya.
"Iya Bu, beli aja yang Ibu mau selagi uang itu masih ada nanti tinggal aku cari lagi"kata Rey.
__ADS_1
Sang ibu teh Lia sangat senang dan mulai memilih-milih kalung bahkan perhiasan yang lainnya bahkan sang Ibu bertanya tentang harga emas yang mahal dari dia ingin membeli perhiasan yang mahal.
Di saat kesenangan ibu memilih perhiasan tiba-tiba Orang yang tidak tahu diri sarah dan Fino datang juga dikarenakan pacarnya yang tidak mendapatkan handphone termahal itu dan memintanya untuk membeli perhiasan, sang Ibu memiliki sebuah ide untuk membuat mereka kena mental lagi dan tidak berani mengejek anaknya lagi kalau dirinya sangat miskin.