Game World With System

Game World With System
Part 78 : Monster abadi marah


__ADS_3

PART 78


Sesudah menyampaikan beberapa informasi kepada orang-orang yang ada di kota ini rey merasa tenang dan akan bersiap-siap melanjutkan perjalanannya lagi.


Di sisi lain, ternyata ada sebuah lembah yang di mana lembah tersebut didampingi sebuah air terjun yang sangat begitu deras dan tempat ini sangat berbahaya hanya orang-orang tertentu yang bisa memasukinya seperti para monster.


Di sebuah lomba tersebut ternyata ada sebuah gua yang sangat besar yang ternyata itu adalah tempat monster abadi yang membuat kekacauan yang ada di dunia ini.


Kemudian monster abadi yang sedang duduk santai tiba-tiba mendapatkan sebuah informasi dari anak buahnya yang ternyata yang menyampaikan informasi tersebut adalah ular raksasa yang sangat besar.


"Tuan, ada seseorang yang berani mengambil kekuatan yang telah engkau berikan kepada mereka dan mereka semua telah tiada,"ucap ular monster raksasa itu tunduk kepada masyarakat abadi.


"Apa! Mana Mungkin ada orang yang berani menghabisi monsterku! mereka memiliki kekuatan yang begitu dahsyat Mana Mungkin ada orang yang bisa menghancurkannya?"master abadi menjadi kaget bahkan dirinya sekaligus tegang.


"Iya tuan, Saya juga tidak tahu tetapi memang ada seorang pria yang menghabisi mereka satu persatu dan aku dengar-dengar monster yang terakhir adalah monster yang memiliki kekuatan angin dan itupun sudah dihancurkan oleh manusia tersebut,"kata monster ular.


"Sial! siapa yang berani-beraninya menghancurkan monster! Apakah dia tidak tahu siapa diriku sebenarnya!, kalau begini akulah yang harus bertindak untuk menghabisi orang itu,"abadi mengambil sebuah tongkat yang di mana tongkat itu memiliki kekuatan yang setuju dengan dirinya.


Setelah informasi tersebut monster abadi merasa tidak tenang dan dia memerintahkan bawahannya untuk segera mencari orang itu atau yang dimaksud adalah Rey.


Tongkat tersebut sebenarnya adalah seluruh tubuh dari monster abadi ini, kenapa dia disebut dengan monster abadi karena tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya padahal jika ada seseorang yang bisa menghancurkan tongkat yang dipegangnya maka dia juga akan hancur tanpa harus mengeluarkan kekuatan yang begitu berat.


Jadi ketika monster itu sedang bertarung dengan yang lainnya Dia hanya bisa menyimpan tongkatnya di sebuah lembah yang dilindungi oleh monster-monster lainnya dan tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang hal itu.


Monster abadi yang amat kesal akhirnya menyimpan tongkat tersebut di sebuah lembah dan dia akan beraksi menjari keberadaan Rey, dari sebuah air terjun yang begitu beras terlihat semburan air yang begitu dahsyat dan kepakan kepakan sayap yang begitu besar.

__ADS_1


Terlihat sesosok monster yang sangat besar dengan tubuhnya yang kuat, masa itu keluar melebihi monster-monster yang lain dari ukurannya.


Wajahnya yang dipenuhi dengan daging tanpa kulit bahkan tubuhnya hanya tengkorak saja, tetapi berwarna hitam yang sangat pekat, dan sayapnya yang sangat lebar seperti kelelawar mulai menerbangkan dirinya ke awan yang tinggi.


"Tuan? Apakah aku harus ikut denganmu?"tanya bawahnya yang berada di bawah.


"Tidak, kau cari saja ke tempat lain biarkan aku juga mencarinya setelah kalian lakukan,"ucap mosnter tersebut sambil mengepakkan sayapnya di atas.


Akhirnya monster abadi yang sangat ditakuti orang-orang bahkan monster lainnya mulai keluar dari tempat tinggalnya dia yang sangat kesal mulai mencari keberadaan Rey.


Di sisi lain,Rey sudah membuat kota itu menjadi aman dan tentram akhirnya dia sudah bersiap-siap dengan perbekalannya akan pergi melanjutkan.


"Ouh iya, kami semua pamit dulu ya dan pokoknya semangat jangan takut sama monster-monster,"kata Rey yang sudah berada di depan pintu gerbang bersama Ling Ling dan juga Zen.


Orang-orang sebenarnya sangat menyayangkan rey pergi tetapi itu bukan hak mereka untuk melarangnya, Jadi mereka hanya bisa mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan ketika Rey dan kedua temannya melanjutkan perjalanan.


"Iyap, andai Aku masih bisa hidup maka aku akan kembali lagi untuk menemui mu,"kata Ling Ling.


"Heh, aku yakin kok kamu pasti akan selamat dan tujuanmu pasti bisa diselesaikan,"Kata sauna.


Sebuah perpisahan terjadi dan pintu gerbang yang besar itu, orang sudah berpamitan dan Rey bertiga berada di luar kota Anema.


"Rey? sekarang kita mau ke mana lagi?"tanya Zen mengenai sambil mengais perbekalan di lengan kirinya.


"Bentar,"Rey sekali lagi membuka buku yang pernah diberikan oleh tabib itu, Yang membolak-balik untuk melihat tujuan yang selanjutnya karena Rey sendiri sudah mendapatkan kekuatan yang ditunjukkan dari buku tersebut.

__ADS_1


Tapi sama sekali tidak ada petunjuk selanjutnya hanya ada sebuah Kompas yang menunjukkan mereka semua harus melanjutkan perjalanannya ke tempat itu, Jadi apa yang akan dilakukan dia tidak tahu namun arah perjalanan mereka ke bagian utara sesuai petunjuk yang ada di buku.


"Oke, semangat ya sebentar lagi tujuan kita akan selesai,"kata rey.


Jadi mereka bertiga di tempat yang sangat luas sekali akan melanjutkan perjalanannya yang ternyata itu arah jalan menuju ke sebuah lembah monster abadi berada.


Ketika perjalanan dimulai mereka semua terdiam sepi karena tidak ada yang berbicara, untuk memulai percakapan dan tidak merasa bosan akhirnya Zen terlebih dahulu berkata.


"Eh Rey, ngomong-ngomong di kota tadi ceweknya cantik-cantik juga ya, andai saja kamu tinggal di sana lebih beberapa lama pasti ada yang akan suka sama kamu, dan pasti akan ada yang suka sama aku,"kata Zen dengan kedua lengan di lipat ke belakang menahan kepala.


"Wah.... aku rasa yang kamu katakan benar andai saja kita lebih lama tinggal di sana pasti ada gadis-gadis cantik yang melamar kita, salah maksudnya kita akan menikahi gadis-gadis itu apalagi kamu yang tampan seperti ini pasti laku banget,"Rey juga mulai melawan pembicaraan dari perkataan Zen.


"Iya donk, aku tampan kayak gini siapa yang nggak mau, dan kamu tahu nggak pas tadi aku mau pergi banyak sekali gadis-gadis yang mencium pipiku karena tidak ingin kehilangan aku,"melangkah lebih cepat.


"Woowhh.... baguslah kalau begitu ternyata kamu menang banyak ya,"balas Rey.


Mereka berdua berbicara sambil melangkah tanpa disadari Ling Ling dari belakang masih terdiam dengan wajah cemberutnya.


Sudah beberapa lama mereka melangkah dengan jarak cukup jauh dan menyadari Kalau Ling Ling tidak ada.


"Eh? ke mana Ling Ling?"Rey pun hampir panik dibuatnya dan ternyata ling Ling masih berada di belakang.


Dan Zen kemudian menghampiri Ling Ling dan memintanya untuk melanjutkan perjalanannya.


"Ayo, Kamu sakit kah kenapa nggak jalan-jalan?"Tanya Zen.

__ADS_1


"Tau....au ah...."tanpa membalasnya Ling Ling melipat lengannya di depan dada dan melangkah maju dengan wajah yang begitu cemberut.


"Lahh ... giliran aku ke sini dia malah ke sana,"kata Zen merasa heran.


__ADS_2