
PART 80
Mereka semua langsung terbangun ketika Ling Ling melemparkan sebuah kerikil ke dalam jurang tersebut yang ternyata ada sebuah benda yang mengenai kerikil tersebut.
"Bentar, aku rasa ada sesuatu yang menghalangi dari jurang ini sehingga kamu melemparnya dapat berbunyi, coba kamu lempar ke kiri ini ke tempat yang lain,"Rey mencoba melempar kerikil ke tempat yang lain dan ternyata tidak ada bunyinya.
Tapi ketika dia melempar kerikil ke tempat yang dilempar oleh dinding ternyata ada bunyinya yang di mana ternyata ada sebuah benda di arah tersebut.
"Oke, aku rasa ada sesuatu benda yang tidak bisa kita lihat biar aku coba," Rey memberanikan diri untuk melihat situasinya dia menggunakan kekuatan api dan menerangi sekitar jurang yang ada di hadapannya.
Namun tetap saja tidak ada apa-apa , Rey kemudian melempar sebuah keriki lagi ke tempat tersebut dan ada suara lagi dia mencoba untuk mencari sebuah ranting kayu dan melemparnya ke bawah.
"Oke, cari aku ranting pokoknya yang cukup besar,"pinta Rey kepada Ling Ling dan juga zen.
Akhirnya ranting tersebut sudah ditemukan kemudian Rei melempar ke arah bawah Yang ternyata ranting tersebut tidak jatuh melainkan ada sebuah penumpang yang menghalanginya.
"Yah, aku rasa aku paham kenapa ranting itu tidak ada jatuh, dan kenapa di tempat lain ranting ini bisa jatuh yang ternyata di sana ada sebuah jembatan, pantas saja buku ini mengatakan kalau kita harus jalan terus,"Rey memperjelas situasi yang terjadi saat ini kepada mereka berdua.
"Gak, mana mungkin ada jembatan seperti itu bisa jadi itu ada sebuah kayu yang menahan ranting atau bebatuan sehingga masih bertahan di sana, pokoknya jangan gegabh bisa saja nyawa kita melayang tahu,"kata zen.
"Baik, pokoknya kalian tunggu sini sebentar biar aku yang mencoba terlebih dahulu jika aku jatuh Aku akan mencoba menggunakan kekuatanku sendiri,"Kata Zen menurunkan kaki kirinya terlebih dahulu dan dia ternyata menginjak sebuah penompang, dan benar saja ketika kedua kakinya diturunkan dia sama sekali tidak terjatuh.
Rey kemudian berdiri di sana dan sama sekali badannya tidak terjatuh setelah itu dia melangkah ke depan yang masih bisa menompang kakinya, dan dia terlihat sangat senang kemudian dengan sangat hati-hati melangkah ke depan lagi hingga beberapa langkah yang akhirnya dia bisa lolos dan bisa menyeberang ke sebelah.
"Yey ....,"sambil meloncat ke bebatuan di sebelahnya yang ternyata Rey sudah berhasil melintasi jurang tersebut.
__ADS_1
Zen baru percaya setelah Rai bisa melintasi jualan tersebut maka dia dengan sangat hati-hati ingin turun mencobanya namun ling-ling yang mengatakan kalau dirinya ingin mencoba terlebih dahulu.
"Oke, kamu duluan ya,"kata Zen mempersilahkan kepada Ling Ling.
Rey dari sebelah bebatuan dia memperhatikan mereka berdua untuk menyeberang jembatan yang tak terlihat itu, mereka mulai bergiliran melewati jembatan karena kabut yang begitu tebal sangat beruntung tidak bisa melihat ke bawah dan mereka bisa berfokus menuju ke depan.
Plukk....
Ling Ling akhirnya sudah berhasil melintasi jembatan yang tak terlihat itu akhirnya kini giliran Zen,Zen dengan sangat hati-hati menurunkan kakinya tetapi dia malah salah langkah ketika kedua kakinya turun dan membuat dirinya terpeleset sehingga tubuhnya bergelantungan.
SLEPPTT....
KRUTAKK.....
"Zen! hati-hati,"Ling Ling sangat khawatir dan dia segera memerintahkan Rey untuk menolongnya.
Rey mencoba menurunkan kakinya lagi dan melihat Apakah jembatan itu masih ada, ketika itu jembatannya memang masih ada dan dia mencoba untuk menurunkan kedua kakinya, Zen yang bergelantungan tiba-tiba dia menaikkan sebuah tombol dengan tangannya, zen menekan sebuah tombol bebatuan yang ada di sampingnya tiba-tiba jembatan yang tak terlihat itu muncul dengan sangat jelas.
"Hah?".
Jembatan tersebut yang awalnya tidak terlihat karena tidak kesengajaan menekan sebuah tombol akhirnya terlihat dengan sangat jelas yang di mana jembatan tersebut terbuat dari kayu yang cukup kuat, dan ketika semuanya sudah begini maka akan memudahkan mereka untuk lewat.
Zen pun dengan mudah bisa menaikkan kedua kakinya ke atas jembatan lagi dan dia berhasil naik.
"Wahhh.... seperti markas rahasia saja,"ucapnya zen masih dalam keadaan dag dig dug.
__ADS_1
Rey tidak jadi menolongnya dia masih berdiri di depan ujung jembatan dan berteriak kepada Zen segera melangkahkan kakinya ke depan dengan perlahan.
Untung saja jembatan itu sudah terlihat jadi memudahkan Zen melewatinya dan berhasil lolos, kini mereka bertiga berhasil lolos dan sudah berada di sebelah jurang.
"Huhgf...hampir aja aku jatuh,"kata Zen dengan keadaan ngos-ngosan.
Saat mereka sudah menyeberangi Jalan tiba-tiba kabut yang sangat tebal itu sudah menghilang dengan cepat dan pemandangan seperti biasa sudah terlihat dengan sangat jelas.
"Wah .... pemandangannya keren banget nggak kayak tadi nyeremin,"Ling Ling sangat mengagumi keindahan yang ada di depannya, yang di awal ada perhutanan yang gelap ini ada sebuah pegunungan dan pepohonan yang berwarna cerah.
Mereka mulai menghirup udara yang sangat segar, menikmati keindahan alam yang mereka, eh kemudian terdengar suara derasan-derasan air di telinganya yang membuat Rey menghentikan keindahannya.
Dia mengatakan kepada yang lainnya dia mendengar derasan air yang di mana di sekitar sini ada air, oleh karena itu Rey bergegas mencari sumber mata air itu.
"Iya, juga denger kok kayaknya di sini antara ada sungai atau air terjun soalnya aku dengar deras banget ,"balas Ling Ling.
Jadi setelah menikmati keindahan akhirnya mereka melanjutkannya lagi dan menuju ke sebuah mata air,Zen sambil jalan mengikuti Rey dia bertanya mengapa dia harus pergi ke sumber mata air, mereka kehausan maka tinggal keluarkan saja kekuatan yang dimiliki oleh Rey.
"Tidak, sebenarnya aku juga sedang mencari mata air, karena di dalam buku itu jika kita menemukan sumber mata air yang sangat besar akan kemungkinan itu adalah tempat tinggalnya monster abadi,"Kata Rey sambil melangkah melintasi jalan-jalan menuju ke sumber mata air.
Zen menelan ludahnya mendengar kalau mereka sudah dekat dengan tempat tinggalnya monster abadi,Zen juga tahu kalau masalah abadi itu sangat kuat dan ditakuti oleh para monster lainnya dan bisa kemungkinan rey akan mati.
"Rey, Apakah kamu serius ingin berhadapan dengan masalah abadi itu?"Zen menarik lengan Rey untuk bersanding.
"Zen, nah kita lakukan selama ini apakah itu akan menjadi sia-sia saja, jadi pokoknya kita harus berusaha untuk melawan monster itu,"dengan percaya diri Rey akan segera menyelesaikan permainan yang ini dia sudah merindukan sosok ibunya.
__ADS_1