
PART 109
Maaf jika ada yang Typo Ya🤗
Tolong kasih tau heheh
Rey setelah memainkan game yang ada di komputernya dia terkejut melihat sahabatnya yang berada di belakang secara tiba-tiba, Dao mendengar yang dikatakan Rei hanya bisa mengerutkan keningnya dan tidak tahu apa yang dimaksud dengan Rey.
"Hah? kamu bercanda ya Dari mana aja tadi kamu, dari tadi aku nunggu sendirian tahu setelah selesai bermain kamu mahal baru datang,"kesal Rey masih duduk di kursinya depan komputer.
"Hadeh.... yang ada kamu bercanda sama aku orang aku dari tadi di sini dan kamu nggak ngapa-ngapain,"balas Dao.
Dao setelah mengatakan itu terkejut melihat di samping meja Rey ada beberapa makanan yang sudah terbuka dan juga minuman.
"Weh.... sejak kapan ada makanan di samping kamu setahu aku tadi tidak ada makanan deh,"Bingung Dao masih mengingat-ingat kejadian yang baru saja dialami.
Tapi Rey hanya mengedipkan sebelah matanya kepada Dao, kemudian menjentikkan jari dan mengatakan kalau sahabatnya sedang bercanda.
Rey mengajaknya untuk pergi dari tempat itu, dan berusaha untuk melupakan akting yang mereka buat barusan.
"Rey...Rey.... Aku lapar nih kita pesan makan yuk,"ajak Dao yang menyusul dari belakang dekat pintu kamar
"Oke, kalau kamu mau pesan aja nggak apa-apa".
Lalu Dao dengan senang hati memesan beberapa makanan yang dia sukai dari handphonenya, dia juga tidak melihat jalan dan melewati beberapa anak tangga hingga menuju ke dapur menunggu pesanannya datang.
Rey sebenarnya tidak puas dengan game yang baru saja dia mainkan, memang gamenya bukan seperti yang dia mainkan kemarin yang hampir mirip dengan dunia nyata, tetapi bermain game seperti ini sangat mudah sekali dan tidak membutuhkan waktu beberapa lama.Rey mengerjakan tugas yang ada di game itu hanya membutuhkan setengah 1 jam saja.
__ADS_1
Di dalam rumah yang begitu luas tidak ada orang lain selain mereka berdua, Rey melihat ke arah jendela yang begitu besar dengan pemandangan halaman depan rumahnya yang indah, dia masih memikirkan tentang ibunya jika saya ibunya masih hidup Mungkin dia sudah bahagia.
Rey sebenarnya masa karena dia tidak bisa membuat ibunya bahagia dari dulu, apalagi dia tidak memiliki pacar sehingga tidak memiliki cucu untuk ibunya.
Karena Rey memikirkan seperti ini tiba-tiba kakinya tersandung dari bawah tangga, Untung saja dia melamun ketika tiga langkah lagi turun ke lantai bawah.
"Huh.... bisa-bisanya aku bengong mulu,"Rey benar-benar sangat ketakutan dan gugup ketika dirinya sudah terjatuh walau tidak berbahaya.
Di saat itu juga telepon Rey berbunyi, dia dengan cepat bergegas mengambil handphonenya yang ada di atas meja ruang tamu, dan setelah meneleponnya ternyata itu adalah panggilan dari mantan pacarnya.
'"Halo....Rey ini aku Sarah,"ucap Gadis itu atau mantannya dengan nada yang sangat lembut sekali.
"Hah? Maaf aku sama sekali tidak kenal dengan dirimu,"Rey dengan ada yang datar dan dingin ingin mematikan telepon tersebut karena sudah muak dengan mantan pacarnya.
"Ih...ih.... kamu jangan gitu jangan mentang-mentang kamu sudah kaya sekarang kamu malah mau lupain aku, Kamu tau nggak sebenarnya aku itu sayang banget sama kamu tetapi aku rela berpacaran dengan dia karena permintaan dari kedua orang tuaku,"Ucap Sarah mencoba membuat kesedihan dari ucapannya.
"Maaf, Jangan pernah ganggu aku lagi karena aku sudah memiliki pacar,"Tett..... telepon tersebut yang menghubungkan pembicaraan mereka berdua langsung dimatikan oleh Rey.
Sarah yang mengetahui Rey mematikan teleponnya kesal, ternyata benar dia memang berpura-pura membuat kesedihan demi mendapat rey kembali lagi, tapi Rey bukanlah orang yang dulu yang mudah dibodohi dan juga cupu.
Ting...nong....
Ting nong...
"Ya..... tunggu sebentar saya masih berada di dapur saya akan segera keluar!"Teriak Dao menyebut tamu yang akan datang,Dao tau kalau itu adalah orang yang mengantar pesanannya yang dia beli secara online.
Karena Rey tidak memiliki kerjaan yang begitu berat lagi Dia hanya bisa merebahkan dirinya lagi, karena bosan mensek roll handphonenya Dia kemudian menghidupkan televisinya sambil menarik sebuah bantal karena ingin tertidur.
__ADS_1
Lalu Dao datang dari kejauhan setelah menerima pesanan yang dia pesan dari handphonenya, makanan-makanan yang Dao pesan ternyata cukup mahal,gigi sejajar pada Dao terlalu terlihat betapa girangnya dia menikmati hari-hari kekayaan yang dimiliki oleh Rey.
Tapi Rey sama sekali tidak peduli Dia kemudian menutup wajahnya sambil berbaring dengan menggunakan bantal.
Awalnya dia memang ingin tertidur namun sebuah informasi dari televisi membuat dirinya terbangun lagi.
"Apa?"Rey isi kemudian menaikkan volumenya.
"Ada apa Rey?"Tanya Dao yang masih mengunyah beberapa makanan yang penuh di mulutnya.
"Ssttt!!!".
Kemudian terdengarlah sebuah informasi dari televisi, bahwa ada pembantaian yang sangat brutal yang tidak bermoral sekali membunuh orang-orang yang tidak bersalah.
Dan orang yang membunuh tersebut adalah seorang pria yang menggunakan jubah hitam dan penutup wajahnya, diperkirakan dia menggunakan senjata Ak 3,dan Desert Eagle, itu adalah senjata yang biasa digunakan oleh tentara dan hanya tentara bagian tim apa saja yang memilikinya.
Dari informasi tersebut bahwa tentara itulah yang dituduh sebagai pembunuhan secara brutal, tetapi di sisi lain ada informasi juga mengenai kecelakaan sebuah mobil tentara yang berjumlah 3 mobil, dan tentara tersebut meninggal dunia ketika mengantarkan sebuah senjata.
Memang dari televisi tersebut mengatakan kalau orang yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah adalah orang yang tidak memiliki hati sama sekali, tetapi tidak ada yang mengetahui siapakah orang yang telah membunuh secara brutal tersebut karena tidak ada orang yang mengetahui identitasnya sehingga disebut dengan manusia Tak di ketahui.
Ya orang-orang juga sebenarnya sekilas melihat penampilan dari sesosok tersebut, dan ada sebuah CCTV juga yang merekam orang tersebut membunuh secara brutal.
Ketika CCTV tersebut ditayangkan sebagian di televisi terkejut, dia mengucap kedua matanya seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Dan untuk meyakinkannya lagi kemudian dia terus melihat berita yang ada di televisi, bahkan kejadian-kejadian tersebut sama sekali tidak asing dengan apa yang mereka ketahui.
Jadi selama dia bermain game tadi ternyata dia berada di daerah kota B, kota itulah ada tempat misi game rey yang diberikan oleh sistem.
__ADS_1
"Tidak, aku yakin ini hanya kebetulan saja tidak mungkin aku membunuh mereka semua,"Rey semakin frustasi dan stress melihat kematian yang begitu banyak karenanya, untuk memastikan lebih lanjut ia mengambil handphonenya dan melihat isi rekening yang dia miliki.